Liput PON di Mimika, Sebagian Wartawan Dari Luar Daerah Nginap di Kos-Kosan

Venue Futsal dan Bola Tangan

MIMIKA, BM

Panitia PB PON XX Papua Sub Mimika harus memberikan perhatian terhadap keberadaan media dari berbagai daerah yang akan meliput kegiatan PON di Timika.

Pasalnya, salah satu faktor keberhasilan PON XX di Papua terutama Mimika adalah karena peran media baik online, cetak maupun televisi.

Berdasarkan website PB PON Papua, sebanyak 200 pekerja media dipastikan akan ke Mimika dari berbagai daerah untuk meliput kegiatan PON.

Namun informasinya, dari 200 hanya 100 wartawan yang diakomodir oleh Kemenkominfo RI dengan menempatkan mereka di salah satu hotel di Mimika yang juga menjadi media centre.

Karena keadaan ini, pada tiga pekan terakhir, beberapa perwakilan media dari Jakarta mendatangi Mimika guna melakukan survey lokasi venue, tempat tinggal (hotel) termasuk melihat secara keseluruhan kehidupan sosial dan keadaan Kota Timika.

Dua diantara beberapa media yang berhasil dikonfirmasi BeritaMimika karena perwakilan mereka ada di Mimika adalah media Antara dan RRI Pro 2 Jakarta.

Saat mengunjungi Mimika, perwakilan Antara didampingi wartawannya di Mimika yakni Ernus Supar melakukan tinjauan terhadap venue cabor dan penginapan.

"Kami sudah keliling hotel-hotel di Mimika tetapi tidak ada yang bersedia menerima media karena alasan mereka semua sudah dibooking oleh PB PON. Hotel tidak berani karena mereka takut ditegur," ungkap Ernus Supar.

Karena tidak menemukan tempat akomodasi bagi 13 wartawan Antara yang akan datang meliput pertandingan PON di Timika, mereka akhirnya menyewa kos-kosan di Jalan Budi Utomo.

"Teman-teman akhirnya harus ngekos. Kami sudah dapat kosnya di Budi Utomo untuk 13 kamar. Harga sewanya satu malam 400 ribu. Pemilik kos siapkan tempat tidur dan lainnya termasuk kami minta akses wifi untuk pengiriman berita. Kalau makan, mereka nanti cari sendiri," ungkapnya.

Perwakilan RRI Pro 2 Jakarta juga mengunjungi Mimika. Kedatangan mereka kemudian didampingi Redaktur RPM, Jimmi Rahadat untuk meninjau dan mensurvei lokasi venue, tempat tinggal dan memantau situasi Kota Timika.

Rencananya untuk 4 cluster penyelenggara PON XX Papua, RRI Pro 2 Jakarta akan mendatangkan 30 orang. Dari jumlah ini diperkirakan 7-8 orang stay di Timika.

"Belum ada kepastian mereka akan tinggal dimana karena hasil survey venue termasuk penginapan dan lainnya akan mereka laporkan pada rapat pimpinan nanti. Kunjugan di Mimika akan mereka presentasikan di Jakarta. Kita juga datangi beberapa hotel untuk survey saja," ungkapnya.

Sementara itu Kompas.com dan Kompas Tv belum dapat dipastikan akan ke Mimika. Namun Harian Kompas sudah berencana akan mengirimkan 2 wartawan mereka ke Mimika.

Kehadiran mereka juga menggunakan budget sendiri dan belum dapat dipastikan dimana nanti mereka akan menginap.

"Belum ada info mereka akan nginap di mana. Media kerjasama yang dibiayai kedatangan hingga penginapan mereka namun kompas tidak jadi pakai budget sendiri. Kalau tidak ada tempat ya mereka akan nginap di Kantor Seputar Papua. Yang penting mereka bisa liput. Kami lagi koordinasi untuk kesiapan kedatangan mereka nanti," ungkap Irsul, wartawan Kompas.Com di Tiimika.

Dengan keadaan ini, maka PB PON XX Papua Sub Mimika harus memikirkan bagaimana akomodasi bagi para pekerja media yang akan melakukan peliputan di Mimika.

Dikhawatirkan, pelayanan yang tidak sesuai harapan akan berdampak pada pemberitaan yang mereka rilis.

Pasalnya, pada saat melakukan studi banding ke Bandung, Jawa Barat beberapa waktu lalu untuk kesiapan PON di Mimika, Humas PB PON Jawa Barat telah mengingatkan agar sebagai tuan rumah, Mimika harus memberikan pelayanan yang baik kepada media.

"Dibalik semua kesiapan yang kita lakukan, satu hal penting yang jangan sampai diabaikan adalah perhatian kita terhadap media (pers) yang datang meliput. Media punya perananan penting dalam mengabarkan secara nasional baik dan buruknya penyelengaraan PON dan kita sebagai tuan rumah. Kuncinya ada di situ. Ini yang kami pegang dan kami lakukan waktu PON Jawa Barat," ungkapnya kepada peserta studi banding yang juga diikuti BeritaMimika saat itu. (Ronald)

Top