Bupati : 5 Orang Di Papua Sudah Terjangkit Virus Corona

Bupati Mimika Eltinus Omaleng

MIMIKA, BM

Sebanyak lima warga di Provinsi Papua telah terjangkit Virus Corona. Kelima warga ini terjangkit Covid-19 di daerah mereka masing-masing yakni Jayapura, Biak dan Merauke.  

Bupati Mimika Eltinus Omaleng mengatakan informasi ini didapatinya setelah melakukan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Papua.

“Saya konfirmasi dengan provinsi, sampai saat ini (malam ini-red) di Papua sudah ada lima yang kena corona. Ada di Biak, Merauke dan Jayapura,” ujarnya kepada BeritaMimika melalui telepon, Minggu (22/3) malam.

Akibat penyebaran virus ini, menurut Bupati Omaleng, Pemrov Papua langsung mengambil tindakan cepat. Pada Selasa nanti semua pimpinan daerah se-Provinsi Papua akan melangsungkan pertemuan di Jayapura.

“Selasa kami semua kumpul di Jayapura untuk rapat menyangkut corona ini. Kebijakan dan kesepakatan apa yang akan diambil pemerintah, nanti kami bahas sama-sama di sana,” ungkapnya.

Selain mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Papua, pada Selasa nanti Pemprov Papua juga akan membahas tentang kelanjutan Pesparawi dan PON 2020. Apakah even daerah dan nasional ini tetap dilanjutkan atau ditunda pelaksanaanya.

“Kita akan bahas juga di sana. Jangan sampai virus ini semakin menyebar di Papua ketika Pesparawi dan PON dilaksanakan. Dua kegiatan ini tetap jalan tapi kemungkinan ditunda karena keadaan saat ini. Tunda lebih bagus daripada kita semua kena virus ini,” ungkapnya.

Bupati Omaleng juga mempertegas pernyataan sebelumnya bahwa ia akan memberlakukan kebijakan lockdown jika saja ada satu warga Mimika yang terkena Virus Corona.

“Saya tetap akan lakukan lockdown jika ada satu saja yang kena. Mengapa? Karena masyarakat kita di Papua berbeda dengan daerah lain. Kalau sudah masuk kita lebih rentang karena pola hidup dan budaya kita di sini berbeda. Kita semua tahu itu,” ujarnya.

“Mau sosialisasi ke masyarakat juga susah karena kita beda dengan masyarakat di daerah lain. Saya akan putuskan lockdown karena kalau dibiarkan berbahaya sekali dan mengancam keberlangsungan hidup masyarakat terutama Orang Asli Papua. Saya tidak mau ini terjadi,” tegasnya. (Ronald

 

 

Top