50 Tahun, Happy Birthday Basarnas! SAR Timika, Jangan Pernah Lelah Untuk Kemanusiaan

Pimpinan dan Pegawai Kantor SAR Timika

MIMIKA, BM

Kantor Basarnas Timika menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 atau usia emas yang jatuh setiap tanggal 28 Februari, di halaman Kantor Basarnas Timika, Selasa (01/03).

Upacara yang dipimpin langsung Kepala Basarnas Timika, George L.M Randang, Kepala SAR Timika berlangsung khidmat.

George L.M Randang, Kepala SAR mengatakan, Kantor SAR Timika sesuai dengan arahan Kabasarnas Pusat harus memiliki semangat cepat tanggap untuk Indonesia maju atau quick respon SAR.

"Selain dari pada itu ada tekanan-tekanan juga yang diharapkan oleh Presiden RI untuk seluruh Basarnas agar membenahi diri untuk lebih tanggap, mengkonsentrasikan diri terkait dengan moderisasi peralatan SAR ataupun menyesuaikan perkembangan situasi yang saat ini harus dicermati lebih modern," kata George.

George menegaskan, SAR Timika akan berupaya sebaik mungkin untuk cepat menyesuaikan instruksi dari Presiden RI, Joko Widodo.

Ia mengatakan pesan pimpinan pusat Basarnas yang utama adalah adanya peningatan pelayanan SAR yang harus dimaksimalkan. SAR harus lebih sigap dan lebih tanggap untuk Indonesia maju, serta untuk mendukung kemajuan Indonesia terutama dalam hal pembangunan nasional.

Secara khusus di areal destinasi wisata, kesiapsiagaan pelayanan SAR harus menjadi prioritas karena hal ini juga ditegaskan Presiden RI, Joko Widodo.

"SAR harus ada dan hadir di tempat destinasi wisata. Selain dari pada itu tugas pokok Basarnas yaitu lebih tanggap lagi dalam penerimaan informasi dalam melaksanakan kesiapsiagaan. Ini yang sudah menjadi penekanan Kabadan terkait instruksi Presiden RI," ujar George.

Pada momen tahun emas ini, Basarnas juga diminta untuk pebih bersinergi dengan Potensi SAR yang ada di seluruh wilayah kerja mereka. Penekanan itu sudah disampaikan karena melihat kondisi geografis dan jumlah personil yang ada masih sangat minim.

Dengan adanya dukungan dari pada potensi SAR yang ada di seluruh wilayah kerja maka hal ini akan semakin memudahkan eksistensi dan keberadaan SAR ke depan.

George juga mengatakan, pembinaan potensi SAR bersama instansi lainnya termasuk tenaga relawan harus terus dilakukan dalam bentuk pelatihan dan sinergitas keilmuan terutama hal teknik dan kompotensi dasar dalam melakukan pertolongan.

"Agar korban yang kita tolong betul-betul sesuai dengan teknik yang sudah kita pelajari," tuturnya.

Dikatakan, Kabasarnas juga mengharapkan sinergitas dengan pemerintah daerah karena hal ini kembali diingatkan lagi oleh Basarnas Pusat melalui rapat kerja beberapa waktu lalu. Hal ini juga telah mendapatkan persetujuan dan dukungan sepenuhnya dari Kemendagri.

"Namun dari segala koordinasi yang berhubungan dengan aturan-aturan untuk kelancaran tugas di daerah tentunya kita harus banyak menyesuaikan. Nanti akan ada surat edaran tersendiri dan itu tanggungjawab dari Basarnas Pusat. Kita di Kantor SAR tentunya yang mempunyai wilayah diharapkan mendekatkan diri lagi," ungkapnya.

Diketahui, kegiatan penyelenggaraan HUT Basarnas ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Walau demikian, kegiatan ini diarahkan untuk dilakukan secara sederhana karena Indonesia masih berada dalam situasi pandemi covid.

"Kemarin kami melaksanakan kunjungan ke Basarnas Pusat karena ada apresiasi bagi kantor-kantor SAR yang sudah melaksanakan tahapan-tahapan diantaranya penilaian terkait kesiapsiagaan, kesiapan alat utama (Alut) SAR, sistem administrasi perkantoran yang akuntabel, sistem pengiriman aplikasi atau laporan pada aplikasi dan publikasi dari masing-masing Kantor SAR dan Kantor SAR Timika mendapat peringkat kedua," ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan Ini tidak lepas dari dukungan seluruh pegawai, mitra kerja, terutama dukungan media yang yang selalu mempublikasikan kegiatan Kantor SAR terutama dalam penyelenggaraan operasi SAR. (Shanty)

Top