Hadiah Terakhir yang Diberikan Ibunda Tercinta untuk Anaknya, Bupati Eltinus Omaleng

Bupati Omaleng mengisahkan mamanya didampingi Wakil Bupati Johannes Rettob
MIMIKA, BM
Pemakaman ibunda Bupati Eltinus Omaleng telah dilakukan di Mile 32 kompleks 23 pada siang tadi, Selasa (9/02).
Kepergian ibunda tercinta, Almarhumah Ibu Etina Diwitau Omaleng ini meninggalkan kisah yang selamanya menjadi abadi bagi keluarga besar Bupati Mimika Eltinus Omaleng.
Selesai pemakaman, didampingi Wakil Bupati Johannes Rettob, Bupati Mimika Eltinus Omaleng mengisahkan bagaimana almarhumah ibunya berjuang seorang diri bagi anak-anaknya kepada BM.
Sebelum Ibu Etina Diwinatu meninggal, ia memanggil anaknya, Eltinus Omaleng. Ia ingin bertemu dan mau berpamitan dengan anaknya ini.
"Mama panggil saya ke rumah karena dia mau pamit. Mama bilang mama mau jalan. Saya bilang terimakasih mama. Mama punya beban sudah tidak ada, kami semua sayang mama dan mengikhlaskan mama pergi," ungkapnya.
Ungkapan kata 'mama punya beban sudah tidak ada' menurut Bupati Omaleng adalah bahwa mamanya ini telah sukses sebagai seorang ibu dalam membesarkan dan mendidik anak-anaknya.
"Mama paling luar biasa karena sudah didik dan besarkan kami bahkan bisa jadi orang besar seperti ini. Sejak kecil bapak sudah tinggalkan kita. Mama pelihara kami sekitar 20 orang dari satu bapak. Mama sekarang sudah punya cucu bahkan punya cece. Mama bisa lihat keturunan ke lima dari kami semua baru mama pergi," ungkapnya.
Ada sebuah momen mengharukan yang paling dirasakan Bupati Omaleng ketika ibundanya akan pergi selamanya. Bahkan ketika menuturkan momen ini, iapun tidak mampu menahan tetes air mata yang mengalir di pipinya.
"Semua anak-anak kumpul baru mama ambil dompet dan buku rekeningnya kemudian mama kasih ke saya. Saya bilang mama tra usah kasih saya, saya sudah punya itu tapi mama bilang au itu saya punya anak laki-laki paling besar jadi au yang harus dapat ini. Semua saudara saya langsung ketawa saat itu," kisahnya sambil meneteskan air mata.
Ketika BeritaMimika menanyakan sewaktu kecil, apakah Bupati Omaleng pernah dipukul mamanya? bupati langsung menjawab tidak karena mama paling menyayanginya.
"Mama paling sayang saya. Mama tidak pernah pukul. Bapak tinggalkan mama dua-dua ketika kami masih kecil. Waktu itu bapak pesan ke saya untuk selalu jaga mama ini makanya mama selalu dirumah saya dan saya jaga dia sampai detik kemarin, mama pergi selamanya," ungkap Bupati Omaleng dengan nada sedih namun terlihat raut bahagia di kedua matanya sembari menatap ke depan. (Ronald)



