Program Christmas Flight PTFI Tahun 2020 Hanya Mengirimkan Logistik karena Pandemi Covid-19

Proses pengiman barang mulai dilakukan hari ini, Kamis (10/12)

MIMIKA, BM

Program "Christmas Flight dan Boat" tahun 2020 yang digelar PT Freeport Indonesia (PTFI) kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Tahun sebelumnya program tersebut diikuti oleh karyawan dan keluarga untuk merayakan natal dan tahun baru ke daerah asal.

Sedangkan tahun ini yang dikirimkan hanya logistik oleh karyawan untuk keluarga di daerah asalnya.

Kegiatan pembukaan program christmas flight dan boat untuk pengiriman barang dilaksanakan di Bandara Perintis Mozes Kilangin yang dibuka secara resmi oleh, Vice President Industrial Relations PTFI, Demi Magai, Kamis (10/12).

Ketua Panitia CF 2020, Manager IR Stakeholder, Herman Rumboirusi dalam sambutannya mengatakan, managemen PTFI pada tahun ini berkomitmen untuk melaksanakan program ini yang sudah tertuang dalam memo yang dipublish sejak bulan November 2020.

Berkaitan dengan memo yang telah di publish itu panitia telah melakukan koordinasi baik secara internal maupun eksternal dengan departemen-departemen terkait.

Koordinasi juga telah dilakukan dengan pihak bandara serta pemerintah daerah dan selanjutnya melaporkan ke pimpinan perusahaan untuk program ini bisa dilakukan sebagaimana yang telah dilaksanakan.

"Pelaksanaan kegiatan christmas flight and boat tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena pandemi covid-19,"tutur Herman.

Herman mengatakan, untuk daerah-daerah pedalaman Papua programnya dilakukan dalam bentuk pengiriman barang sementara daerah pesisir pantai dilakukan secara normal yakni christmas boat seperti tahun sebelumnya.


Pelepasan secara simbolis oleh managemen PTFI dan pantia Christmas Flight 2020

Sementara untuk daerah lain di tanah Papua baik yang ada di wilayah Provinsi Papua maupun Papua Barat, karyawan yang ingin melaksanakan natal dengan keluarga fapat dilakukan dengan mengambil cuti biasa.

Yang sudah terdaftar dalam program ini sebanyak 178 peserta namun diperkirahkan jumlah ini akan bertambah dalam beberapa hari ke depan.

"Sebagai referensi bahwa tahun 2019 lalu jumlah pendaftar itu sekitar 5.014 dan terlibat dalam program ini kurang lebih 3.250 orang. Walau pandemi tapi prediksi kami tahun jumlah peserta tahun ini juga tidak akan jauh berbeda dengan tahun lalu," tutur Herman.

Daerah yang menjadi daerah tujuan untuk pengiriman barang adalah 6 daerah di sekitaran area tambang dan sekitar 15 daerah pedalaman lain di pedalaman Papua.

Tidak hanya itu, ada juga tambahan 2 daerah pesisir yang dimasukkan yakni Fak-Fak dan Serui. Khusus untuk Kabupaten Kepulauan Serui dimasukkan dalam program penerbangan natal.

Sementara untuk layanan christmas boat, layanan dilakukan seperti biasa mulai dari Potowayburu sampai Nakai. Daerah Agimuga pun akan dilayani dalam program christmas boat tahun ini.

Herman mengatakan, dari hasil koordinasi dan komunikasi yang telah dilakukan, panitia tim pengelola bandara tetap komit untuk tetap melaksanakan protoker kesehatan yang menjadi komitmen dari pemerintah dan juga perusahaan dalam mengimplementasikan pelaksanaan program ini.

"Tim panita yang terlibat dalam program ini 154 orang dan semua proses yang dilakukan kita lakukan dengan kepatuhan terhadap penerapan protokol kesehatan," ungkapnya.

Vice President Industrial Relations PTFI, Demi Magai dalam sambutannya mengatakan karena keadaan, tahun ini sebenarnya tidak dilakukan program christmas flight, namun berdasarkan pertimbangan managemen program ini tetap dilaksanakan walau dilakukan dengan hanya menerbangkan barang, bukan karyawan seperti tahun sebelumnya.

"Tahun sebelumnya kita lakukan mulai tanggal 11 dan 12 sudah penerbangan untuk karyawan-karyawati serta keluarga untuk mengikut natal dan tahun baru di daerah masing-masing. Tahun ini berbeda karena kondisi pandemi covid-19 yang belum usai," ujar Demi.

Djelaskan, banyak daerah pedalaman di Papua masih dalam kondisi zona hijau sehingga tidak dapat dilakukan penerbangan penumpang sehingga hanya dilakukan pengiriman barang.

Demi mengatakan, program ini tetap dilakukan sebagai bentuk komitmen dan suport managemen PTFI terhadap para karyawan. Ia berharap walau dalam situasi yang berbeda, perayaan Natal dan Tahun Baru tetap bermakna bagi semua yang merayakannya.

"Kami juga melakukan penerbangan ke Manado, Ambon, NTT, Medan dan seluruh Papua serta pesisir pantai. Jadi mohon pahami dengan baik khususnya karyawan yang 7 suku, ini bukan penerbangan natal seperti biasa kita kirim keluarga tapi ini kita bantu kirim bama ke orang tua," ungkapnya. (Shanty)

Top