Realisasi Pendapatan Daerah 2021 Posisi Aman! Segini Pencapaiannya

Kepala Bapenda Mimika, Dwi Cholifah

MIMIKA, BM

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mimika, Dwi Cholifa mengatakan, bahwa penerimaan pendapatan daerah tahun 2021 yang dikelola oleh Bapenda Mimika dari Januari hingga Desember berada pada posisi aman.

Pasalnya, penerimaan pendapatan daerah tahun 2021 dari target Rp4.451.493.012.431 bisa terealisasi Rp4.368.311.335.196.

"Pencapaian kita tahun 2021 cukup bagus, alhamdulillah kita capai 98,13 persen dari Rp.4,4 triliun itu kita capai 4 triliun 368 miliar sekian," tutur Dwi.

Dwi mengatakan, capaian tersebut karena adanya pemasukan dari DBH provinsi, BPHTB lapangan golf PTFI sebesar Rp80 miliar dan kurang bayar itu semua masuk sehingga bisa mencapai realisasi 98,13 persen itu.

Dengan demikian BPKAD membuat penagihan untuk menjalankan semua proses belanjanya.

"Tidak hanya itu, informasinya juga masih ada Silpa akhir tahun. Sehingga pendapatan kita tahun kemarin posisi aman," ujarnya.

Diketahui, untuk realisasi khusus pajak daerah di perubahan dinaikkan Rp278 miliar dan bisa terealisasi Rp293 miliar sehingga pajak daerah mengalami over target.

Sementara, pajak hotel dari Rp10,7 miliar tercapai Rp11 miliar, pajak restauran dari Rp63 miliar bisa dicapai Rp64 miliar.

"Jadi, rata-rata tercapai semua untuk pajak daerahnya. Begitu juga dengan PBB-P2 dari Rp57 miliar bisa capai Rp57,200 miliar. Dan BPHTB Rp95 miliar bisa tembus Rp100 miliar karen masuknya Rp80 miliar dari lapangan golf," ujarnya.

Jadi, kata Dwi, secara keseluruhan pendapatan daerah tahun 2021 berada dalam posisi aman. Tinggal di APBD 2022 ini dianggarkan Rp4,4 triliun sehingga akan digenjot dan ditingkatkan lagi.

Namun, Dwi mengaku, bahwa pendapatan ini seperti tahun-tahun sebelumnya yang mana selalu fluktuatif. Apabila tidak tercapai maka di perubahan akan dikoreksi lagi. Tidak selamanya naik, ada kalanya turun.

"Seperti di tahun 2020 ada pandemi terpaksa kita kasih turun. Yah itu namanya situasi dinamika dalam pendapatan. Jadi belanjanya harus ikuti itu kalau tidak bisa defisit nanti," ungkapnya. (Shanty)

Top