Terpilih Lakukan Pilot Project Nasional, Dukcapil Mimika Perkuat Sistem Kerja Operator SIAK Terpusat

Foto bersama para peserta kegiatan dengan Kadis Dukcapil Slamet Sutejo dan Asisten I Yulianus Sasarari

MIMIKA, BM

Pemerintah dan masyarakat Mimika harus berbangga karena dari 514 kabupaten kota di Indonesia, Kabupaten Mimika merupakan satu dari 50 kabupaten kota di Indonesia yang ditunjuk sebagai pilot project implementasi uji coba Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Terpusat.

Tujuan dari pelaksanaan SIAK Terpusat ini adalah untuk mengoptimalkan satu data kependudukan Indonesia. Pasalnya, ke depan seluruh data pelayanan akan langsung dikirim secara realtime ke server Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Menyikapi hal tersebut, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Mimika kemudian melaksanakan pelatihan teknis bagi Operator SIAK terpusat di Hotel Horison Diana, Jumat (19/11).

Mereka yang hadir merupakan operator dari distrik dan kelurahan yang selama 2 tahun ini telah terlibat dalam pelayanan adminduk dan telah terkoneksi by system yakni Distrik Wania, Mimika Timur, Mimika Baru dan Kelurahan Dingo Narama.

Kepala Dukcapil Mimika, Slamet Sutejo mengatakan, sejak 3 bulan lalu sudah dilakukan Instalasi dimana sistem sektornya sudah diterapkan hingga ke level distrik dan kelurahan yang sudah terkonek.

"Tiap hari para operator ini (peserta) sudah menginput dan otomatis juga bekerja serta melatih kemampuannya. Tetapi hari ini kami kumpulkan mereka semua termasuk operator dukcapil untuk sama-sama memberikan pemahaman tentang perkembangan regulasi, pelayanan dan bagaimana agar standar pelayanan sama untuk semua," jelasnya.

Slamet mengatakan, usai pelatihan teknis hari ini akan dilanjutkan dengan praktek secara langsung di Kantor Dukcapil pada Sabtu (20/11) besok.

"Jadi kami tidak hanya ingin sosialisasi saja langsung pulang tapi harus sampai mengerti. Kita berharap ke depan teman-teman distrik sudah bisa mandiri. Dulu kita bisa tempatkan 13 orang di setiap distrik sekarang tinggal 6 orang saja per distrik," ujarnya.

Menurut Slamet, hal ini dilakukan karena pegawai di distrik sudah terlibat aktif. Ini menunjukan bahwa bahwa ada suatu keinginan bersama untuk lebih baik dalam memberikan pelayanan serta pemahaman kepada masyarakat.

Slamet berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan publik khususnya terkait adminduk kepada masyarakat. Ia juga mengatakan, sistem ini ke depan akan terus dikembangkan hingga merambah distrik dan kelurahan lain yang belum tersentuh.

Ia juga berterima kasih kepada masyarakat yang telah proaktif dan banyak memberikan masukan-masukan terkait dengan perbaikan pelayanan di Dukcapil. Semua itu membuat Dukcapil terus berbena agar dapat memberikan pelayanan yang lebih maksimal kepada masyarakat.

"Tentu kendala ada tapi itu bagian yang menjadi tantangan untuk Dukcapil dan pemerintah untuk mewujudkan visi dan misi bupati serta dan wakil bupati Mimika," ujarnya.

"Kami juga sudah menjangkau ke daerah gunung, pesisir dan rencana Desember awal nanti kami akan ke Tsinga. Memang itu yang belum di jangkau jadi kami akan coba. Yang tidak terjangkau kami harus menjangkaunya supaya mereka juga bisa mendapatkan dokumen kependudukan dan pelayanan publik lainnya," tuturnya.

Ditegaskan, bahwa pelayanan Adminduk di Dukcapil selama ini tidak dipungut biaya dan tidak boleh ada pungutan apapun. Slamet berharap masyarakat harus mengurus dokumen Adminduknya secara langsung.

"Jangan di titip-titip karena kalau salah penginputan maka yang susah adalah masyarakat sendiri," ujarnya mengingatkan.

Ia menjelaskan, layanan Adminduk yang sudah terkoneksi adalah Distrik Wania, Mimika Timur dan Mimika Baru. Untuk Distrik Iwaka jaringannya belum mendukung sehingga dilakukan di Kampung Limau Asri.

"Kalau untuk kelurahan di Dingo Narama dapat menjangkau Kelurahan Koperapoka Kwamki Baru. Ini kan kelurahan dengan penduduk terpadat di Mimika sehingga kami sentralkan di situ supaya melayani dengan baik dan dengan mudah juga cepat serta tidak lagi ke Kantor Dukcapil. Rencana ke depan juga akan kita persiapkan lagi di Distrik Kwamki Narama," ungkapnya.

Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Yulianus Sasarari dalam sambutannya mengatakan, saat ini dunia semakin serba hybrid, serba kolaboratif yang tidak boleh lagi ada ego baik itu ego sektoral, daerah maupun ego ilmu.

"Apa yang disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo hendaknya kita implementasikan dalam tataran penyelenggaraan pemerintahan melalui pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Mimika," tutur Yulianus.

Ia mengingatkan bahwa sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) harus bangga melayani bangsa dengan tulus. Melayani masyarakat juga harus dilakukan dengan totalitas dengan menerapkan nilai core values yaitu orientasi pelayanan akuntabel, competen, harmonis, loyal, adaptif dan kolaboratif.

Menurutnya, Dukcapil bukan hanya sebagai pelayanan dasar namun merupakan dasar semua pelayanan karena setiap pelayanan publik harus didukung dengan data kependudukan yang akurat, valid dengan nomor induk kependudukan sehingga dapat di pertanggungjawabkan.

"Saya apresiasi kegiatan ini karena dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam hal ini ASN baik yang ada di lingkungan Dukcapil maupun di distrik dan kelurahan yang menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," Ungkapnya. (Shanty)

Top