Di Reses Tanzil Azhari, Warga Madura Minta Pemda Perhatikan Mereka


Anggota DPRD Mimika, Tanzil Azhari saat berdialog dengan warga

MIMIKA, BM

Masyarakat Madura yang kini hidup dan menetap di Mimika juga merupakan warga Mimika sama seperti suku lainnya yang hidup di negeri ini.

Hampir sebagian besar warga Madura yang mendiami kabupaten ini bekerja sebagai penjual gorengan, tukang ojek dan pemangkas rambut.

Walau dengan kekurangan dan kelebihan yang ada, mereka pun berkontribusi dalam pembangunan di Mimika, terutama dalam menjaga stabilitas di negeri ini.

Keadaan ini disampaikan kepada anggota DPRD Mimika, Tanzil Azhari yang melakukan Reses Tahap 1 Tahun 2021, Dapil I di RT 03 Kelurahan Koperapoka, Kamis (1/4) yang merupakan basis warga Madura.

Reses yang dilakukan di belakang Hotel Serayu ini dihadiri Kepala Kelurahan Linus Dolame, Ketua RT 03 Paulina, Ketua IKBM Cak Nur dan Rudi anggotanya serta warga Madura.

"Pekerjaan kami rata-rata non formal yakni ojek, jualan gorengan dan pangkas rambut sehingga kami juga butuh perhatian langsung dari pemerintah daerah sama seperti masyarakat yang lain," ungkap Kacong, salah satu Pemuda Madura.

Ia berharap kehadiran anggota DPRD Mimika, Tanzil Azhari di reses ini sebagai penyambung lidah dari segala persoalan yang saat ini mereka hadapi.

"Jujur, kami tidak punya apa-apa namun kami juga bersama masyarakat lain, ikut menjaga dan membangun kabupaten ini. Kami harap ada perhatian pemerintah untuk kami, sama dengan yang diberikan kepada lainnya," harapnya.

Pada reses ini, ada tiga persoalan mendasar yang juga disampaikan masyarakat kepada Tanzil Azhari, yakni masalah sampah, BLT dan bantuan rumah rakyat.

Masalah sampah disampaikan Rudi, pengurus IKBM Mimika. Menurutnya sampah sangat identik dengan kebersihan lingkungan. Ia meminta pemerintah menyediakan wadah khusus yang digunakan sebagai TPS.

Tanzil Azhari saat memberikan bantuan bama kepada warga

Ia juga menyebutkan bahwa bantuan dari pemerintah terutama BLT dan Raskin belum banyak menyentuh langsung kepada warga kurang mampu, termasuk warga IKBM.

"Harapan kami, Pak Tanzil mendengarkan keluhan kami ini agar disampaikan kepada Dinas Sosial karena ini masalah yang kami rasakan di sini," paparnya.

Untuk masalah kantibmas, Rudi juga meminta agar distrik dan kelurahan membangun Pos Peduli Keamanan (Peka) di wilayah mereka.

"Kami usulkan ini agar situasi dan keamanan di Koperapoka selalu aman karena di kelurahan dan RT lain, warga didukung untuk bangun Pos Peka. Kami harap pak Tanzil dan lurah bisa menerima aspirasi kami ini," harapnya.

Terkait rumah sehat, warga IKBM juga meminta agar ketika dibangun pemerintah, ada diantara mereka juga yang diakomodir sebagai penerima.

Sementara mewakili masyarakat Koperapoka, khususnya RT 03, ketua RT Paulina meminta DPRD Mimika agar mengusulkan ke pemerintah supaya ada penambahan kendaraan roda tiga pengangkut sampah.

"Koperapoka ini wilayah yang luas namun kami hanya 1 satu kendaraan. Kalau bisa ditambah karena masalah sampah juga jadi perhatian kami. Kami juga minta agar berapa jalan di wilayah kami yang belum di aspal agar juga di aspal atau di teling," ungkapnya.

Usai mendengarkan keluhan dan aspirasi warga, Tanzil Azhari mengatakan bahwa ia sangat memahami kondisi tersebut, terutama yang disampaikan warga IKBM.

Masalah sampah, menurut Tanzil Azhari adalah persoalan yang paling sering disampaikan di setiap reses. Pihaknya juga telah mendorongnya ke pemerintah namun belum semua dilaksanakan.


Usai Reses, Tanzil Azhari berdialog dengan sejumlah pemuda IKBM

"Saya sangat mengharapkan Mimika raih Adipura, namun jika sampah tidak diseriusi pemerintah maka kita susah meraihnya. Kita warga juga harus peduli sampah, tisak boleh buang sembarangan. Saya akan kawal masalah ini dan akan diusulkan agar pengelolaan sampah nanti dimulai dari tingkat bawah seperi RT dan pamswakarsa termasuk penambahan armada roda tiga," ujarnya.

Tanzil juga mengatakan bahwa pemerintah daerah saat ini juga tengah melakukan pemutakhiran data namun hal ini harus dilakukan dari tingkat bahwa karena yang lebih mengenal warga adalah RT dan kelurahan.

"Kami akan sampaikan ke Dinas Sosial sebagai dinas teknis yang mengelola ini agar pemutakhiran data dilakukan secara detail. Bukan hanya warga di sini namun warga kurang mampu di tempat lain juga banyak yang belum diakomodir, makanya proses ini harus dimulai dari bawah," ungkapnya.

Pada reses ini, politisi Partai Gerindra ini juga menjelaskan kepada masyarakat bahwa situasi pandemi covid ini mengakibatkan sebagian dana daerah terutama tahun 2020 dialihkan Pemda Mimika untuk memeranginya.

"Banyak dana yang dipakai untuk hadapi masalah covid termasuk vaksin. Ratusan miliar digelontorkan untuk hal ini sehingga banyak kegiatan dan pembangunan yang dikurangi dan ditiadakan termasuk rumah sehat," jelasnya.

Ia juga meminta warga Koperapoka terutama warga IKBM agar mendukung setiap program pemerintah daerah terutama dalam musim pandemi ini dengan selalu mematuhi protokol kesehatan.

"Kita semua harus mendukung hal baik yang dilakukan pemerintah daerah. Apa yang menjadi kekurangan dan aspirasi masyarakat, akan menjadi tugas dan kewajiban kami sebagai wakil rakyat untuk mengawalnya,"  ungkapnya.

Tanzil juga memuji warga IKBM Mimika karena walau dalam keterbatasan, mereka selalu bersama masyarakat lainnya di Mimika turut membangun negeri ini terutama dalam menjaga stabilitas keamanan.

"Di Mimika, tidak boleh ada istilah islam, kristen atau hindu. Tidak boleh ada istilah Jawa, Madura, Maluku atau NTT. Kita semua satu dan sama di mata Tuhan. Tetaplah membangun kemajemukan di negeri ini dengan terus bersilaturahmi," ujarnya.

"Saya juga mengingatkan kita semua bahwa mari kita jaga Mimika karena saat ini saudara-saudara kita sedang memasuki masa dan perayaan Paskah. Mari kita saling menjaga agar apa yang terjadi di luar sana, tidak boleh terjadi di Mimika," harapnya sembari mengingatkan warga. (Ronald)

Top