Tandiseno dan Pongutan Gelar Reses, RT Minta Gaji Mereka Dinaikan

Mariunus Tandiseno dan Mery Pongutan saat berinteraksi dengan warga

MIMIKA, BM

Dua anggota DPRD Fraksi Golkar Dapil III, Mariunus Tandiseno dan Mery Pongutan melakukan Reses Tahap I tahun 2021, Rabu (31/3) di wilayah pemilihan mereka, depan SMA Negeri I.

Kegiatan Reses ini bertujuan agar mendengarkan sejumlah masukan dan aspirasi juga saran dan kritikan dari warga dapil III guna pembangunan berkelanjutan di dapil ini.

Selain warga, reses ini juga dihadiri Kepala Distrik Wania, Richard Wakum, Kepala Kampung Nawaripi Norbertus Ditubun, Kepala Kampung Mawokauw Jaya, Edyson Rafra dan sejumlah lurah serta aparatur kampung dan RT.

Banyak hal yang disampaikan warga kepada dua wakil mereka, diantaranya masalah drainase, normalisasi, sampah, penyumbatan got dan kader posyandu yang tidak dibayar.

Selain itu, peningkatan dan penerangan jalan, batas wilayah RT, pembangunan rumah sehat, kebersihan, pengadaan lahan kosong untuk tempat pembuangan sementara, persoalan pasar SP I hingga program untuk pemberdayaan masyarakat.

Di Reses ini, salah satu ketua RT, Jeremias Jitmau meminta Tandiseno dan Pongutan agar memperjuangkan kenaikan gaji bagi RT yang baru saja dilantik beberapa waktu lalu.

Selain itu ia juga mengusulkan agar ada pekerjaan drainase dari SP1 hingga Jalan Hasanuddin dan pengadaan lahan kosong untuk tempat pembuangan sampah sementara.

"Kami RT sudah dilantik bupati. Kami usul agar ada kenaikan upah yang disesuaikan dengan upah minimum sebesar Rp3-4 juta dan harus diterima setiap bulan," ujarnya.

Mery Pongutan mengatakan, honorer bagi RT sudah ditetapkan pemerintah daerah sesuai dengan kebijakan yang ada. Namun usulan ini tidak mudah diakomodir karena harus menjadi pembahasan bersama di DPRD.

"Honor RT sudah ditetapkan, kalau diminta untuk diusulkan kembali, akan kami bicarakan dengan melibatkan anggota DPRD yang lain karena ini masalah kebijakan," ungkapnya.

Selain Mery Pongutan, Mariunus Tandiseno juga mengungkapkan bahwa keduanya tidak mau menjanjikan banyak hal terkait hal ini.

"Usulan Honor RT, saya tidak bisa janji. Buat apa saya janji kalau tidak bisa? Yang ada nanti kecewa. Gaji pokok kami DPRD 2,7 jt. Yang saya pikirkan saat ini adalah agar ada keseragaman. Misalnya 1 juta maka semua 1 juta. Tapi kalau usulan 3-4 juta, saya rasa besar sekali," terangnya.

Pada kesempatan ini, Mariunus Tandiseno juga mengatakan bahwa ia pernah menjanjikan akan membangun dan merehab kembali Posyandu di perumahan BTN.

"Terimakasih sudah mengingatkan hal ini. Ini adalah janji saya dan merupakan hutang saya. Saya akan laksanakan itu. Kalau saya tidak buat itu, kalian jangan pilih lagi," ungkapnya.

Sementara itu terkait adanya keluhan sejumlah kader posyandu yang selama ini tidak menerima honor, keduanya mengatakan akan berupaya memperjuangkannya.

"Kami akan kordinasi dengan dinas kesehatan, pemberdayaan perempuan dan dinas sosial yang merupakan instansi teknis untuk melihat kader posyandu yang selama ini bekerja gratis dan secara sukarela. Kami juga akan koordinasi dengan kepala kampung terkait penggunaan DD," ujar Mery Pongutan.

Lanjut Mery, beberapa usulan yang telah mereka kawal dan telah dilakukan tahun lalu diantaranya pekerjaan jembatan dan teling serta ada beberapa pekerjaan lainnya.

"Ada yang disetujui namun ada pula yang tidak disetujui melalui kami namun usulan masyarakat yang lain juga telah dilakukan oleh angota DPRD yang lain karena untuk dapil III ini kita ada 6 orang. Tahun depan kita akan upayakan pengerjaan drainase di lorong-lorong dikerjakan supaya warga tidak lagi kebanjiran," jelasnya.

Mariunus Tandiseno yang biasa disapa Pong Kevin juga mengatakan bahwa di tahun ini ada beberapa pekerjaan yang sudah diusulkan dan akan dikerjakan seperti pekerjaan jalan, jembatan dan untuk gereja.

Usai kegiatan reses, Mariunus Tandiseno dan Mery Pongutan juga memberikan bantuan bama dan logistik kepada masyarakat. Keduanya berharap agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuan warga. (Ronald)

Top