Wagub Klemen Bawa 20 ASN Amor di Mimika ke Provinsi



Wagub Provinsi Papua, Klemen Tinal saat bertemu dengan OKIA Mimika 

MIMIKA, BM

Wakil Gubernur Provinsi Papua, Klemen Tinal pada bulan April nanti akan membawa 20 ASN yang merupakan anak Amungme Kamoro untuk mengabdi sebagai ASN di Provinsi Papua.

Wagub Klemen mengatakan hal ini usai bertemu dengan Organisasi Kaum Intelektual Amungsa (OKIA) Mimika di Mozza, Selasa (30/3).

"Saya sangat senang dan sangat setuju. Awalnya mereka minta 15 orang tapi saya tambahkan jadi 20 ASN. April nanti langsung distribusi ke provinsi," ujarnya.

Wagub Klemen mengakui, di Provinsi hampir jarang ditemukan ASN asal Amunge Kamoro yang berkarir di sana.

"Di provinsi dari daerah lain banyak, Mimika tidak ada, mungkin Wagub saja jadi mereka harus ikut untuk sama-sama bangun Papua," ujarnya.

Dalam pertemuan itu, Wagub Klemen berharap agar OKIA menjadi tengki pemikir dan penggerak pemberdayaan masyarakat maupun ekonomi.

"Mereka akan membentuk koperasi yang nantinya berada di bawa binaan Perindakop provinsi. Banyak hal baik akan mereka dapatkan dengan memiliki koperasi ," ujarnya.

Sementara itu terkait permintaan OKIA agar anak-anak Amungme Kamoro disertakan dalam IPDN, ini jawaban Klemen Tinal.

"Ini bukan urusan saya dan bupati, kalau otonomi khusus itu ada di provinsi. Jadi mereka datang sampaikan hal ini ke saya sudah tepat. Saya sudah bilang ke OKIA agar kalau ada ade-ade mau masuk IPDN, maka enam bulan sebelumnya kirim nama supaya direkomendasi oleh gubernur sesuai kemampuan yang ada. Kami akan bertangungajwab untuk pembiayaan," jelasnya.

OKIA juga melaporkan tentang banyaknya honorer di Pemda Mimika yang saat ini didominasi oleh orang dari luar Mimika. Menurut mereka hal ini secara tidak langsung mematikan kesempatan mereka guna menjadi ASN di negeri sendiri.

"Honorer itu kebijakan jadi tidak usah terlalu sibuk. Kamu bukan pendatang, kamu anak-anak Mimika. Semua yang ada disini adalah milik kamu. Honorer buat orang yang susah bukan buat kamu OKIA," tegasnya.

Hal ini ditegaskan Wagub Klemen Tinal karena menurutnya, sesuai hukum perburuan, honorer adalah pekerjaan waktu tertentu.

"Kita selama ini salah kapra. Lebih dari tiga kali kontrak maka bukan honor lagi tapi permanent job. Kalau tidak dikontrak maka harus ditransfer jadi pegawai negeri. Selama ini kita salah kapra," ujarnya.

Walau demikian, Wagub Klemen juga merasa jengkel dan sangat menyayangkan begitu kuatnya praktek nepotisme dan kolusi di pemerintahan melalui pengangkatan pegawai honorer.

"Lawan kita saat ini bukan hanya korupsi tapi nepotisme dan kolusi lewat pengangkatan honorer. Ini terjadi di mana-mana seluruh Indonesia termasuk Papua. Jadi saya ingatkan kepada kepala dinas dan kepala badan, jangan coba-coba ambil saudara, ade dan ipar untuk jadi honorer karena Itu sama saja dengan kamu membunuh mereka," tegasnya.

Sementara itu kepada BeritaMimika, Ketua OKIA Mimika, Raymond Kalanangame mengatakan mereka menyampaikan banyak hal kepada Wagub Klemen Tinal karena beliau adalah orangtua, senior dan panutan mereka.

"Bapak Klemen merupakan perintis bagi anak-anak Amungsa yang sekolah duluan di Jawa. Kami datang ketemu beliau karena banyak ade-ade kami yang sudah selesai pendidikan dari luar, punya ijazah tapi tidak punya pekerjaan. Kami minta beliau melihat adek-adeknya ini sehingga ada jalan keluar bagi mereka," ujarnya.

Menurutnya, Wagub Klemen memberikan salah satu solusi agar OKIA memiliki koperasi karena dengan demikian hal ini akan menjadi jawaban akan persoalan pengganguran yang ada di Mimika.

"Banyak hal yang kami bicarakan dan sampaikan ke beliau dan beberapa sudah disampaikan langsung tadi. Harapan kami, bapak wagub selalu menjadi orangtua dan mentor bagi anak-anak Amunge dan Kamoro dalam membangun diri dan kehidupan mereka," ungkapnya. (Ronald)

Top