Rindu Rumah, Masyarakat Tiga Kampung Siap Jalani Pemeriksaan Covid


Wabup John saat bertemu masyarakat tiga kampung

MIMIKA, BM

Sebelum kembali ke kampung halaman di Distrik Tembagapura, masyarakat tiga kampung yang selama ini ada di Timika terlebih dahulu akan menjalani tes covid.

Hal ini dilakukan untuk memastikan kesehatan mereka sekaligus mengurai lajunya penyebaran Covid-19 di Mimika, khususnya di Tembagapura.

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob ketika menemui masyarakat tiga kampung di Posko pengunsian Jalan C. Heatubun, Senin (18/1) menyampaikan hal ini.

"Ini semua demi kesehatan kalian. Jadi untuk jadwal kapan dilakukan tes covid berupa rapid antigen disesuaikan dengan jadwal bus PTFI yang sudah disiapkan, finalnya besok. Intinya dalam minggu ini kalian naik, tapi secara bertahap," ungkap Wabup John kepada masyarakat tiga kampung.

Rencananya, untuk tempat tempat pemeriksaan kesehatan (covid-red) menurut Wabup John akan dilakukan di 32.

Wabup John juga mengatakan, bahwa jumlah masyarakat yang terdata berjumlah 2075 jiwa, namun mereka yang akan dikembalikan ke Tembagapura, prioritasnya lansia.

"Untuk anak-anak sekolah dan ada beberapa pemuda yang sudah dapat pekerjaan di kota tidak naik," ungkapnya.

Wabup John kembali mengingatkan bahwa sejauh ini pemerintah Daerah tidak tinggal diam dan tetap berusaha agar masyarakat kembali ke kampung halaman. Namun hal ini harus dilakukan dengan berbagai pertimbangan.

"Kami terus berjuang, kami tidak tidur dan tetap berusaha memulangkan ke kampung halaman. Pemerintah juga akan berikan bantuan saat naik. Jadi mulai hari ini tidak usah kuatir, percayakan semua urusan ini ke pemerintah,"ujar Wabup.

Mewakili masyarakat Banti 1, Banti 2 dan Opitawak, Mama Martina memberikan apresiasi kepada Pemda Mimika dan pihak keamanan yang sudah membantu, baik selama berada di Timika hingga proses pemulangan nanti.

"Kami terima untuk ikut tes covid, karena kami sudah rindu kampung halaman kami," ucapnya.

Selain itu mewakili masyarakat tiga kampung, Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas aksi pada Sabtu lalu di Gorong-gorong.

"Kita kesana itu bukan mau demo dengan Pemda atau PTFI, tapi kami siap mau jalan kaki menuju ke Tembagapura. Kami lakukan itu karena waktu pertemuan di DPRD Mimika itu seharusnya kita sudah naik tanggal 6 dan 7 kemarin tapi tidak jadi, apalagi ditambah informasi bahwa harus 3 tahun lagi baru naik," ungkap Martina. (Ignas)

Top