Hukum & Kriminal

Belasan Kali Mencuri, Aldo Dijebloskan Dalam Sel

Kasat Reskrim Polres Mimika, Iptu Bertu Haridyka Eka Anwar

MIMIKA, BM

Lagi-lagi kasus pencurian didalangi oleh anak dibawah umur. Seperti GAW alias Aldo yang masih dibawah umur terpaksa harus mendekam dalam sel tahanan guna menjalani proses hukum.

Aldo ternyata bukan baru pertama kali melakukan aksi pencurian, namun sudah belasan kali. Pada 19 Juni lalu di Jalan Kesehatan pukul 05.00 Wit, Aldo kembali bereaksi dan mencuri sepeda motor.

"Sudah dilakukan mediasi karena pelaku ini dibawah umur. Namun dari hasil pertemuan keluarga pelaku dengan pihak korban tidak ada kesepakatan, dimana keluarga pelaku tidak bisa penuhi pergantian sepeda motor sehingga orangtua pelaku pasrah untuk diproses hukum supaya ada efek jerah,"kata Kasat Reskrim Polres Mimika, Iptu Bertu Haridyka Eka Anwar, Senin (8/8).

Dari keterengan pelaku, kata Kasat, saat melakukan aksinya ia dalam keadaan mabuk dan karena tidak mempunyai uang, pelaku nekat mengambil motor milik korban MW yang terparkir di halaman rumah.

"Motor itu pelaku jual dengan harga Rp800 ribu di temannya. Saat ini motor korban sudah kita ambil tapi warnah motor itu sudah dirubah, yang mana awalnya hitam sudah berubah jadi merah putih,"terangnya.

Menurut Berthu, tertangkapnya pelaku itu berdasarkan laporan yang diterima, kemudian tim opsnal melakukan penyelidikan dengan mencari informasi dilapangan.

"Dia (pelaku) dikenakan pasal 362 KUHPidana dengan ancaman 5 tahun penjara,"ujarnya. (Ignas)

Kejari Serahkan Proyektil Peluru Ke Mako Brimob Untuk Dimusnahkan

Beberapa proyektil peluru yang sudah dikemas dalam plastik untuk dimusnahkan

MIMIKA, BM

Kejaksaan Negeri Mimika akan menyerahkan sejumlah barang bukti berupa proyektil peluru ke Mako Brimob Detasemen B Pelopor Mimika untuk dimusnahkan.

Barang bukti proyektil peluru yang akan diserahkan ke Mako Brimob adalah beberapa peluru tajam atau yang masih aktif dan beberapa selongsong.

"Barang bukti ini berasal dari beberapa terdakwa termasuk salah satunya oknum ASN. Jadi mereka (terdakwa) ini sudah divonis semua," kata Kepala Kejari Mimika, Sutrisno Margi Utomo melalui Kepala Seksi Barang Bukti Kejari Mimika, Arthur F. Gerald di Kantor Kejaksaan Negeri Mimika, Senin (8/8).

Seusai dimusnahkan oleh pihak kepolisian dalam hal ini Brimob Detasemen B Pelopor Mimika, maka sebagai bukti pihaknya kemudian akan menerima hasil pemusnahannya.

"Nanti laporan hasil pemusnahan itu diserahkan ke kita (Kejaksaan),"kata Arthur.

Barang bukti proyektil peluru yang dimusnahkan merupakan barang bukti perkara tindak pidana umum yang telah mempunyai kekuatan hukum (inkracht). (Ignas

Inkracht, Kejaksaan Negeri Mimika Musnahkan 2626 BB

Kajari Mimika saat memimpin pemusnahan barang bukti perkara tindak pidana umum yang telah mempunyai kekuatan hukum (inkracht)

MIMIKA, BM

Kejaksaan Negeri (Kejari) Mimika memusnahkan 2626 barang bukti (BB) dari 75 perkara yang telah berkekuatan hukum tetap atau inkracht, Senin (8/8) di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Mimika.

Ribuan barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil sitaan periode akhir tahun 2021 sampai Juli 2022.

Proses pemusnahan BB dipimpin langsung Kepala Kejari Mimika, Sutrisno Margi Utomo dengan dihadiri Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Mimika, Putu Mahendra, Kepala BNNK Mimika, Kompol Mursaling dan perwakilan Loka POM serta tamu undangan lainnya.

Kepala Kejari Mimika, Sutrisno Margi Utomo menyampaikan bahwa pemusnahan barang bukti dilakukan karena telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap.

"Pemusnahan barang bukti ini juga sesuai dengan amar putusannya," ungkapnya.

Selain itu, katanya barang bukti dengan berbagai perkara ini pernah menjadi sorotan karena banyak menumpuk di gudang.

Kepala Seksi Barang Bukti Kejari Mimika, Arthur F. Gerald menambahkan, barang bukti yang berasal dari perkara tindak pidana kesehatan dan pangan, perkara penganiayaan dan perkara undang-undang darurat.

"Jadi barang bukti yang paling banyak adalah jenis perkara perdagangan minuman keras yang tidak mempunyai izin,"ungkapnya.

Berdasarkan pantauan wartawan BeritaMimika, proses pemusnahan ribuan BB diantaranya BB miras lokal dilakukan dengan cara dituangkan ke parit sementara miras berlebel tanpa ijin edar dimusnahkan dengan cara digilas menggunkan alat berat.

Pemusnahan sabu-sabu dilakukan dengan cara dilarutkan ke air mendidih sementara barang bukti berupa tembakau sintetis dan barang bukti dari perkara penganiayaan seperti kayu dimusnahkan dengan cara dibakar. (Ignas)

Top