Hukum & Kriminal

Belum 24 Jam, Pelaku Pencuri 31 Handphone di Counter Ponsel Papua Berhasil Dibekuk

Sandi bersama tiga rekannya saat melaporkan kejadiannya di Kantor Polsek Mimika Baru

MIMIKA, BM

Belum sampai 1x24 jam, tim opsnal Polsek Mimika Baru berhasil membekuk satu terduga pelaku pencurian 31 unit HP didalam Counter Papua Ponsel yang berada di areal Pasar Minggu SP1, Rabu (18/5) malam.

Berdasarkan pantauan wartawan BeritaMimika di lapangan, terduga pelaku yang ditangkap langsung di bawah ke Kantor Polsek Mimika Baru guna dimintai keterangan.

Hal ini dilakukan guna memastikan apakah pelaku seorang diri dalam melakukan aksi pencurian tersebut ataukah ia melakukan bersama rekannya.

Sebelumnya, kasus pencurian 31 unit HP di dalam Counter Papua Ponsel yang beralamat di SP1 ini dilaporkan oleh Sandi yang merupakan saudara dari pemilik counter tersebut.

Dari keterangan Sandi saat melaporkan kejadian pencurian Rabu (18/5) sore, pada saat kejadian dirinya sudah tertidur dan tidak mengetahui pelaku masuk ke counter.

"Kejadian sekitar pukul 03.00 wit, karena sekitar pukul 01.00 wit itu saya masih duduk. Saya tahu kejadian itu sekitar pukul 04.00 wit,"katanya.

Menurutnya, pelaku masuk melalui pintu belakang dengan cara membobol papan pintu kemudian membuka hengsel pintu dan sebuah besi yang dipakai untuk palang pintu.

"Pelaku buka pintu belakang dan saat masuk ambil HP itu saya dengan teman tidak dengar sama sekali karena tertidur. Di belakang tidak terpasang CCTV, hanya terpasang di depan saja," ujar Sandi.

Terkait total kerugian dari 31 unit HP yang digondol pelaku dirinya tidak mengetahui secara pasti.

"Kerugian saya belum tahu karena kakak saya yang lebih tahu dan dia sekarang lagi di Jayapura. Harga hp-hp yang dicuri itu bervariasi, ada yang harganya Rp1.7 juta dan ada yang Rp2 juta,"kata Sandi. (Ignas)

Dicatut Sedia Layanan 'Ladies' Manajemen Hotel Grand Mozza Lapor Polisi


Perwakilan Pihak Manajemen Hotel Grand Mozza Saat Melapor di Kantor Polsek Mimika Baru

MIMIKA, BM

Manajemen Hotel Grand Mozza akhirnya melapor ke pihak kepolisian karena merasa dirugikan. Hal ini karena ada oknum yang tidak bertanggungjawab telah melakukan penipuan dengan mencatut nama hotel.

"Katanya hotel kami menyediakan layanan ledies atau wanita panggilan. Padahal, di hotel ini sama sekali tidak menyediakan layanan dimaksud," kata HRD Hotel Grand Mozza, Christo Susanto, Selasa (17/5) di Kantor Polsek Mimika Baru.

Hal ini terpaksa dilaporkan ke pihak berwajib karena ada korban yang datang mengadu.

"Ada tiga korban yang mengadu ke kami. Padahal kami sama sekali tidak sediakan ledies khusus untuk layani tamu selama menginap, maupun untuk diboking ke luar hotel. Kami merasa dirugikan, makanya saya melapor," kata Christo.

Disampaikannya bahwa korban ini ditipu melalui aplikasi online mengatasnamakan hotel Mozza. Di aplikasi tersebut, tarif ladies untuk jaminan depositnya Rp500.000 dengan dan security servicenya Rp375.080.

“Korban pertama datang dan bertemu dengan security sampaikan secara lisan. Seminggu kemudian datang lagi satu korban dan sampaikan bahwa telah mentransfer ke nomor rekening. Ada juga yang mengadu dan menunjukan bukti transferan," ungkapnya.

Menurutnya, perbuatan oknum dengan memasang ketentuan ini seolah-olah benar dibuat manajemen Grand Mozza.

Sebab dalam list yang dibuat oknum tersebut, dana jaminan bersifat sementara dan akan dikembalikan setelah pelanggan selesai dilayani ladies di kamar hotel. Jika pelanggan melanggar aturan, maka dana jaminan akan dipotong sebanyak 30 persen.

Ketentuan lainnya, untuk bokingan exclude atau membawa ladies ke luar hotel dan deposit akan dikembalikan ke pelanggan setelah menghantar kembali ladies ke hotel.

"Di list yang dibuat oknum itu ditandatangani general manager yang mana sama sekali bukan nama karyawan kami. Begitu juga nomor rekening yang dipakai untuk transaksi pembayaran itu atas nama orang yang tidak ada di Mozza,” ujarnya. (Ignas

Karena Halusinasi, Mobil Hilang Kendali dan Tabrak Pagar Rumah Warga

Kondisi mobil seusai menabrak pagar rumah warga

MIMIKA, BM

Kecelakaan tunggal dialami pengemudi mobil Avanza warna silver dengan nomor polisi DS 1723 MI di Jalan Simpang SP1-SP4, Rabu (18/5) dini hari.

Kecelakaan itu mengakibatkan pagar rumah milik salah satu warga rusak.

Kasat Lantas Polres Mimika, Iptu Defrizal menerangkan bahwa mobil tersebut dikemudikan oleh Saenal bersama istrinya.

Semula mobil tersebut melaju dari arah kilometer 10 menuju kota Timika, saat tiba di lokasi kejadian, pengemudi melihat ada orang menyeberang jalan.

Namun ternyata hal tersebut hanyalah halusinasi sehingga pengemudi terpaksa membanting stir mobil ke kiri dan akhirnya menabrak pagar rumah.

"Korban jiwa tidak ada, hanya kerugian material saja, dan penumpangnya yang adalah istrinya tidak alami luka," terangnya.

Disampaikan Kasat, bahwa kecelakanan itu terjadi karena fakfor kelalaian manusia. Karena pengemudi tersebut ternyata dipengaruhi akohol yang membuatnya hilang konsentrasi dalam mengemudi.

"Ini masuk dipasal 283 junto 106 ayat 1, dipengaruhi oleh sesuatu keadaan yang akhirnya mengakibatkan hilangnya konsentrasi dalam mengemudi. Pengemudi sendiri dibawah pengaruh alkohol," ujarnya. (Ignas)

Top