Hukum & Kriminal

6,72 Gram Tembakau Sintetis Dimusnahkan

Pemusnahan BB dilakukan di Kantor Pelayanan Polres Mimika

MIMIKA, BM

Kepolisian Resort Mimika melalui Satresnarkoba melakukan pemusnahan barang bukti 6,72 gram tembakau sintetis dengan cara dibakar di depan Kantor Sentra Pelayanan Polres Mimika, Rabu (18/11).

Pemusnahan 6,72 gram tembakau sintetis ini merupakan barang bukti yang diamankan dari tangan tersangka AH dan M sebanyak 10,2 gram.

Yang dimusnahkan hanya 6,72 gram karena 2,04 gram akan digunakan untuk uji laboratorium sementara sisanya 1,44 untuk persidangan.

"Kedua tersangka ini kita amankan di Jalan Budi Utomo 19 Agustus lalu. Berdasarkan keterangan, terangka, barang bukti ini mereka datangankan dari Makasar," ujar Kasat Narkoba, AKP Mansur saat memimpin pemusnahan didampingi pihak Kejaksaan Negeri Mimika.

Kedua tersangka dikenakan pasal 112 dan 114 UU Narkotika dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara. (Ignas)

Kabid Humas Polda Papua Bicara Etalase Politik 11 Kabupaten Jelang Pilkada


Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH

MIMIKA, BM

Tahun ini, sebanyak 11 kabupaten di Provinsi Papua akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada.

Diantaranya Kabupaten Boven Digoel, Supiori, Nabire, Yalimo, Asmat dan Waropen, Yahukimo, Merauke, Keerom, Mamberamo Raya dan Kabupaten Pegunungan Bintang.

Kepada media di Mimika, Sabtu (14/11) Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH menyamapaikan situasi kantibmas dan etalase politik di 11 kabupaten jelang pilkada nanti.

Ia mengatakan situasi saat ini kondusif namun etalase politik di Kabupaten Boven Digoel etalase politiknya sedang meningkat.

Pasalnya, KPU pusat meminta KPU provinsi melakukan tiga hal di Boven Digoel. Pertama menonaktifkan tiga komisioner KPU Boven Digoel .

Kedua, KPU provinsi diminta untuk mengambil alih pemilihan di Boven Digoel dan ketiga, mengkaji ulang penetapan calon nomor urut 4.

"Komisioner sudah dinonaktifkan sekarang pengkajian tindak lanjut ini yang masih bergulir. Selama ini kami kepolisian selalu melakukan komunikasi di sana terkait situasional ini. Situasi memang agak kondusif namun seandainya ada perubahan kebijakan politik maka ini akan sangat berpengaruh. Kita selalu berharap apa yang sudah berlajan ini bisa tertata dengan baik," ungkapnya.

Secara keseluruhan, Kadib Humas kepada pers mengakui bahwa untuk wilayah Papua situasi politik terkait Pilkada selalu rawan.

Pasalnya di tiap kabupaten memiliki polarisasi persoalan, potensi dan ciri-ciri konflik berbeda antar satu dan lain dalam setiap pentas politik yang dihadapi.

"Potensi masing-masing seperti Yalimo, Nabire dan Asmat itu berbeda-beda. Memang situasi kekerasan termasuk dengan senjata selalu jadi perhatian kami namun situasi alam juga menjadi penentu karena bisa berubah-ubah. Jadi kita semua harus bisa menghitung kapan logistik sampe di tempat jauh dan terisolir," ujarnya.

Utuk mengamankan jalannya pemilihan kepala daerah di 11 kabupaten ini, telah dipersiapkan 8000-an anggota keamanan gabungan TNI Polri.

"Kesiapan anggota kepolisian sudah kita siapkan termasuk TNI dan kita juga sudah minta BKO Brimob Nusantara (300) yang ditempatkan di Polda Papua. Jika situasi dan kondisi nanti ada perubahan maka Brimob Nusantara akan kita dorong dari Jayapura ke 11 kabupaten ini. Kita tempatkan di Jayapura karena strategis," jelasnya. (Ronald)

Diduga Sekap Seorang Perempuan, Pemuda Ini Diciduk Polisi


Anggota Polres Mimika Baru saat menjemput pemuda yang disuga menyekap seorang perempuan

MIMIKA, BM

Polisi menciduk seorang pemuda karena diduga menyekap seorang wanita di salah satu rumah  di Jalan Samratulangi, tepatnya Gang Sesean, Sabtu (14/11).

Kasat Reskrim Polres Mimika melalui Kaur Bin Ops Satreskrim, Iptu Andi Suhidin ketika ditemui mengatakan pihaknya kini sedang melakukan interogasi apakah ada indikasi tindak pidana atau tidak.

"Memang benar pria tersebut sudah diamankan dan sekarang kita lagi tangani. Kita akan cek lagi selain apakah ada tindakan pidana atau tidak, termasuk tindak pidana anak karena apakah perempuan ini masih dibawah umur atau tidak," katanya.

Lanjut Iptu Andi, dari hasil keterenangan nanti  jika ditemukan adanya indikasi tindak pidana, maka korban dan keluarganya akan diarahkan untuk membuat laporan polisi.

Sementara Ayah dari perempuan ini kepada BM mengatakan anaknya keluar rumah sejak kemarin (Jumat-red) dan baru diketahuan keberadaannya setelah keluarga mencari.

"Kita sempat telepon ke handphonennya tapi dia hanya bilang 'hallo' setelah itu dimatikan. Bahkan kalau kami telepon ke hp anak kami, pemuda ini sempat keluarkan kata kasar dan menantang," ungkap sang ayah.

Akibat sang anak tidak kembali, ayahnya sejak kemarin hingga hari ini tidak makan dan minum karena kepikiran anak perempuannya yang belum kembali ke rumah.

"Saya tidak makan. Orangtua mana yang tidak  pikiran kalau anaknya tidak pulang ke rumah, tidak ada kabar apalagi ini anak perempuan," ujarnya.

Agar mengetahui apakah keduanya merupakan pasangan kekasih atau karena ada indikasi hukum lainnya, pihak Reskrim Polres Mimika saat ini tengah melakukan penyelidikan. (Ignas)

Top