Hukum & Kriminal

Selundupan Miras Dari Luar Daerah Ke Mimika Tidak Lagi Gunakan Cara Ini

Kasat Polair Polres Mimika, Iptu Stefanus Yimsi

MIMIKA, BM

Ada berbagai cara yang sering dilakukan oleh para penjual minuman keras berjenis sopi dan sejenisnya yang datang dari dari daerah lain untuk menyeludupkan bawan mereka masuk ke Timika.

Salah satu cara yang sering dilakukan yaitu sebelum kapal penumpang sandar di pelabuhan, mereka terlebih dahulu membuang barang (miras) yang sudah dikemas rapih ke muara Poumako.

Selanjutnya barang tersebut dijemput oleh kelompoknya atau rekannya yang sudah menunggu di pinggiran pantai dengan gunakan katinting atau speadboat untuk menjemputnya.

Menurut polisi, cara seperti ini sudah lama tidak lagi mereka gunakan karena sering kedapatan atau tertangkap.

"Selama pengamatan kami, cara atau trik mereka itu disepanjang muara dan kadang di alur kali itu sudah tidak ada lagi,"ungkap Kasat Polair Polres Mimika, Iptu Stefanus Yimsi, Senin (25/7).

Walaupun dengan keterbatasan personil, mantan Kasi Propam Polres Mimika berkomitmen tetap berupaya melakukan pengawasan setiap kali kapal-kapal masuk maupun keluar di pelabuhan Poumako.

"Informasi seperti itu sekarang sudah jarang kita dengar selain kapok karena ada yang pernah tertangkap. Dan kapok karena ada beberapa masyarakat yang sudah tahu kalau setiap kapal masuk pasti ada yang buang ke muara dan itu langsung diambil dan dibawah kabur,"kata Iptu Yimsi.

Yang sering ditemukan saat ini adalah barang haram itu dibawa hingga ke pelabuhan namun karena ketatnya pengawasan, polisi sering menemukannya namun pemiliknya selalu sudah melarikan diri. (Ignas)

Oknum Anggota DPRD Mimika Kirim 113 Ekor Sapi Ke Mimika Tanpa Dokumen, Kasusnya Diserahkan Ke Polres


Kepala Kantor Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Timika, Tasrif

MIMIKA, BM

Kepala Kantor Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Timika, Tasrif saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (26/7/2022) mengatakan bahwa kasus pengiriman 113 ekor sapi tanpa dokumen yang terjadi pada awal Juli lalu telah dilimpahkan kepada Polres Mimika.

Sejumlah sapi tanpa dokumen tersebut, kata Tsarif, didatangkan dari Tual Maluku ke Timika dengan tujuan memenuhi kebutuhan hari raya Idul Adha pada 10 Juli 2022.

"Yang melakukan pengiriman itu oknum dari anggota DPRD Mimika. Dan sapinya masih ditahan sampai hari ini di kandang di belakang kantor pengadilan agama Jalan Yos Sudarso. Sudah dikasih tanda Police Line juga," ungkapnya.

Tasri menjelaskan, kasus ini terpaksa diserahkan kepada Polres Mimika karena pihaknya tidak memiliki tim penyidik untuk proses lebih lanjut.

Senada dengan itu, Kasat Reskrim Polres Mimika Iptu Berthu Harydika Eka Anwar mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan kasus pengiriman 113 ekor sapi tersebut.

"Saat ini kita masih lakukan penyelidikan karena ranahnya dokumen itu adalah Karantina, tapi Karantina minta bantuan kami dalam penyelidikan maka kami membantu hal tersebut," kata Kasat Reskrim, Senin (25/7/2022).

Dia juga membenarkan bahwa pengiriman itu dilakukan oleh salah satu anggota DPRD Mimika.

"Yang bertanda tangan di dokumen tersebut adalah anggota DPRD Mimika. Tujuan pengiriman sapi itu untuk keperluan Kurban pada 10 Juli lalu," ungkapnya. (Ade

Otak Pencurian Konsentrat Milik PTFI Segera Diseret Ke Meja Hijau

Kasat Reskrim Polres Mimika, Iptu Bertu Haridyka Eka Anwar

MIMIKA, BM

YB, salah satu tersangka yang juga menjadi dalang tindak pidana pencurian konsentrat milik PT Freeport Indonesia di mile 74 segera disidangkan.

Kasat Reskrim Polres Mimika, Iptu Bertu Haridyka Eka Anwar, Senin (25/7) mengatakan berkas perkaranya sudah dinyatakan lengkap oleh penyidik Reskrim Polres Mimika.

"Dua minggu yang lalu penyidik sudah limpahkan berkas tahap duanya ke Kejaksaan dan siap jalani sidang," ungkapnya.

Selain YB yang adalah otak atau dalang pencurian konsentrat, kata Kasat pihaknya juga sedang mengejar pelaku lainnya yang sudah ditetapkan sebagai DPO.

"Kalau untuk lima rekannya YB itu sudah duluan berkas tahap duanya kita limpahkan ke Kejaksaan beserta barang bukti,"kata Berthu.

Tersangka YB diamankan tanggal 30 Mei di kediamannya Jalan Budi Utomo, Lorong Sejati. Penangkapan YB berdasarkan pengembangan dari lima tersangka yang ditangkap sebelumnya. Diketahui YB yang menyiapkan fasilitas untuk melancarkan aksi pencurian.

Pada saat dilakukan penangkapan, YB sempat menyangkal dan berpura-pura tidak tahu dengan alasan tidak mengerti dan tidak paham soal konsentrat. (Ignas).

Top