Hukum & Kriminal

Diduga Ledakan Kompor, Sejumlah Kamar Kos dan Rumah Pribadi Dilahap Api

Warga sekitar turut membantu memadamkan api

MIMIKA, BM

Kebakaran hebat baru saja terjadi sore tadi, Minggu (13/12) di Jalan Seroja belakang Hotel Grand Tembaga.

Kuat dugaan kebakaran disebabkan karena ledakan kompos yang mengakibatkan sejumlah kamar kos dan satu rumah pribadi dilahap si jago merah.

Kepala Sub Bidang Penanggulangan Kebakaran, Herman Morare SE kepada BM mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 15.44 WIT dan langsung menerjunkan personil beserta tiga armada pemadam kebakaran.

"Ya kami lihat terbakar secara keseluruhan. Kata masyarakat asalnya dari kompor. Baru ada juga yang menampung bensin makanya apinya besar," katanya.

Diakuinya, pada saat personil hendak melakukan pemadaman api sempat mengalami kendala karena sempitnya jalan masuk.

Selain itu banyaknya masyarakat yang ada di sekitar lokasi kejadian termasuk kendaraan yang berhenti sekedar mendokumentasikan kejadian itu membuat pihaknya kesulitan memadamkan api.

"Sejak kami datang dan sampai sekarang kami masih di lokasi karena dalam masa pendinginan supaya baranya tidak menyala,"ungkapnya.

Hingga berita ini diterbitkan terlihat sejumlah petugas Pemadaman Kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih melakukan pendinginan sehingga api tidak lagi berkobar. Warga sekitar juga turut membantu upaya pemadaman ini. (Ignas)

Belum Ada Tindakan Tegas Bagi Mereka yang 'Masa Bodoh' Parkir Kendaraanya di Trotoar

Bukan hanya roda empat, pemilik kendaraan roda dua juga sering memarkirkan kendaraan di trotoar

MIMIKA, BM

Hingga sejauh ini belum ada tindakan tegas yang dilakukan baik oleh Satuan Lalu Lintas Polres Mimika maupun Dinas Perhubungan terhadap para pemilik kendaraan yang biasanya 'enteng banget' memarkirkan kendaraanya di atas trotoar.

Padahal, sesuai Pasal 287 ayat 1 junto Pasal 106 ayat 4 huruf a Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menyebutkan bahwa melanggar aturan perintah atau melanggar yang dinyatakan dengan Rambu Lalu Lintas, denda maksimalnya Rp500.000.

"Untuk sementara ini belum ada para pelanggar yang kita tahan atau proses. Sejauh ini kita memberikan teguran lisan supaya mereka memahami dan menyadari kesalahan mereka," ujar Kasatlantas Polres Mimika, Iptu Devrizal saat diwawancarai BM.

Devrizal mengakui bahwa terkait hal ini mereka akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan. Pasalnya sebagian warga tidak mengerti dan terkesan cuek mengindahkan penggunaan trotoar hanya untuk pejalan kaki.

"Ada masyarakat masih kurang mengeri tentang rambu-rambu larangan untuk stop. Di trotoar jalan di luar itu juga masih kekurangan rambu dilarang berhenti atau rambu dilarang parkir. Kalau sudah dipasang rambu-rambu ini di sepanjang jalan di area parkir badan jalan maka kami bisa langsung mengambil tindakan tegas," ungkapnya.

Ia berharap Dinas Perhubungan memperhatikan hal ini dengan memasang rambu-rambu larangan di ruas jalan protokol dan padat kendaraan.

"Kita akan koordinasi dengan instansi terkait untuk penertiban nanti. Kita juga minta kalau bisa seluruh ruas jalan di Mimika dilakukan peremajaan terhadap rambu lalu lintas di sepanjang bahu luar jalan sebagai petunjuk sekaligus ketegasan kepada warga," ungkapnya.

Devrizal juga mengungkapkan bahwa sebagian warga yang sering memarkirkan kendaraannya di atas trotoar juga karena dipengaruhi kapasitas jalan.

"Kapasitas jalan sangat mempengaruhi sehingga ketika kendaraan berhenti di jalan, akan mengurangi kapasitas badan jalan. Ini juga jadi penyebab tapi tidak ada alasan memarkirkan kendaraan di atas trotoar karena itu merupakan akses dan sarana bagi pejalan kaki jadi setiap kendaraan yang parkir di trotoar berarti melanggar aturan lalu lintas," jelasnya. (Ronald)

Kasatlantas Benarkan Pelaku Tabrak Tiga Mobil yang Diparkir, Mabuk Berat

Kasatlantas Iptu Devrizal bersama anggotanya saat diwawancarai BM di depan Kantor Satlantas

MIMIKA, BM

Kasatlantas Kepolisian Resort (Polres) Mimika, Iptu Devrizal membenarkan bahwa pemuda (MN) usia 20-an tahun yang menabrak kendaraan saat parkir di depan tempat fotocopy IIS dalam keadaan mabuk berat.

Pemuda yang diketahui tinggal di Kuala Kencana ini bahkan mengendarai mobil Toyota Inova Hitam PA 1612 MW dengan kecepatan tinggi.

Akibatnya, ia menabrak mobil Kijang Inova Putih DS 1680 MH. Mobil ini kemudian terdorong dan menabrak Terios Hitam DS1581 ME dan Toyota Agia Kuning Pa1519MY. Ketiga mobil ini sedang parkir di depan fotocopy IIS.

"Pelaku dari arah bank Papua ke arah Tiga Raja. Depan toko IIS ia menabrak mobil putih kemudian terdorong dan menabrak Terios hitam dan Agia kuning. Pelaku dalam keadaan mabuk berat dan kecepatan tinggi. Beruntung tidak ada korban jiwa, hanya tiga kendaraan," ungkapnya.

Devrizal mengatakan kejadian terjadi pada Kamis (10/12) tadi pagi sekitar pukul 10.00 dan pelaku sudah diamankan guna bertanggungjawab atas perbuatannya.

"Pelaku sudah kita amankan di Polsek Miru untuk diproses dan minta keterangan. Dia juga sempat menangis menyesali perbuatannya sementara tiga kendaraan yang ditabrak sudah dibawah ke bengkel untuk diperbaiki," katanya.

Terkait masalah hukum, Devrizal mengatakan pelaku melanggar Pasal 283 ayat 106 ayat 1 dan Pasal 287 ayat 5 jo Pasal 106 ayat 4 huruf g atau Pasal 115 huruf a Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

"Pelanggaran yang dia lakukan adalah melanggar batas kecepatan karena di Jalan Yos Sudarso batas kecepatan 30 km per jam dan mengendari kendaraan dengan tidak wajar karena pengaruh minuman keras," jelasnya.

Kepada warga Mimika, Deveizal mengatakan bahwa kecelakaan biasanya terjadi karena adanya pelanggaran.Faktor manusia, kendarana dan jalan selalu menjadi penyebab terjadinya kecelakaan dalam berlalu lintas.

"Kami berharap masyarakat mengambil pelajaran dari kejadian ini. Jangan pernah berkendaraan dalam keadaan mabuk karena selain dilarang, juga berpotensi menimbulkan kerugian bagi diri sendiri dan orang lain. Kita belajar dari kejadian hari ini," ujarnya mengingatkan. (Ronald)

Top