Hukum & Kriminal

Ambil Paket Haram, Pelajar 18 Tahun Diciduk Polisi

Pelajar AD saat diciduk Polisi bersama barang bukti

MIMIKA, BM

Satuan Reserse Narkotika Polres Mimika berhasil mengungkapkan peredaran Narkotika jenis Tembakau Sintetis dengan memanfaatkan salah satu jasa pengiriman barang di Kota Timika.

Kasat Resnarkoba AKP Mansur, mengatakan penangkapan pelaku penyalahgunaan Narkotika jenis Tembakau Sintetis ini dilakukan sekitar jam 11.00 Wit di Jalan Budi Utomo Timika, Senin (18/01).

"Pelaku ini seorang pelajar di salah satu sekolah di Timika, inisialnya AD dan baru 18 tahun," sesalnya.

Menurut AKP Mansur, penangkapan tersangka berdasarkan hasil penyelidikan bersama Tim Sat Resnarkoba dan Tim Bea Cukai.

Tim menemukan informasi bahwa ada paketan yang masuk ke salah satu jasa pengiriman barang yang diduga berisi Narkotika jenis tembakau sintetis.

"Kami sudah mencurigai seseorang di salah satu tempat jasa pengiriman barang tersebut. Jadi setelah paket di ambil AD, kami langsung menangkapnya," jelasnya.

Dari tangan pelaku petugas mengamankan 1 plastik bening berisi Tembakau sintetis yang diduga mengandung narkotika, 1 jaket warna hitam, 1 buah HP merek vivo Z One pro warna biru mudah, 1 buah plastik warna hitam (pembungkus paketan) dengan label jasa pengiriman barang beserta nomor resi.

"Saat ini AD beserta barang bukti telah kami amankan di Mapolres Mimika guna pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas Sat Res Narkoba Polres Mimika," ujarnya. (Ronald)

Polres Mimika Rilis Sejumlah Kasus Kriminal 2020

Kapolres Mimika didampingi Wakapolres dan Kapolsek Miru saat menyampaikan refleksi akhir tahun 2020

MIMIKA, BM

Kepolisian Resort (Polres) Mimika melakukan refleksi akhir tahun 2020. Refleksi dilakukan dengan melaporkan sejumlah kasus kriminal di tahun ini.

Rilis ini dilakukan agar Polres Mimika bersama masyarakat dan media dapat mengontrol kinerja kepolisian.

Ini juga sebagai bentuk pembenahan agar di 2021 nanti Polres Mimika lebih membenahi dan meningkatkan kinerja mereka agar menjadi lebih baik.

Rilis tersebut dilakukan di Kantor Pelayanan Polres Mimika pada Kamis (31/12) pagi oleh Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata didampingi Wakapolres Kompol I Nyoman Punia, Kabg Ops AKP Dionisius Vox Dei Paron Herlan serta kepala-kepala satuan.

Selama 2021, jumlah kejahatan yang terjadi di Mimika sebanyak 1121 kasus. Yang dapat terselesaikan sebanyak 194.

"Jumlah ini menurun jika dibandingkan dengan Tahun 2019 yakni 1547 kejahatan dan 283 yang terselesaikan," ujar Kapolres Era.

Jenis kejahatan konvensional pada 2020 sebanyak 1094. Tahun sebelumnya yakni 2019 kasusnya mencapai 1530. Jumlah ini juga mengalami penurunan.

"Untuk Curanmmor, Polres Mimika ada 87 kasus dengan rincian 9 kasus selesai dan lidik sebanyak 72. Untuk jajaran Polsek, Polsek Miru tertinggi yakni 98 kasus dengan 20 penyelesaian. Ini akan menjadi perhatian kita bersama karena curanmor masih marak di Mimika," jelasnya.

Adapun 10 jenis kasus yang tercatat di Polres Mimika, kasus pencurian berada di urutan pertama dengan jumlah 280 kasus, disusul curanmor 189 kasus dan penganiayaan sebanyak 136.

Kasus keempat yang menonjol adalah UU ITE sebanyak 66 kasus, kasus jambret ada 64, penipuan 58, pengeroyokan 55 disusu 33 kasus pengrusakan, 32 KDRT dan peringkat sepuluh adalah 26 kasus narkoba.

Kapolres juga mengatakan bahwa untuk kasus pencurian, pihaknya melakukan pemetaan berdasarkan hari.

Hasilnya, curanmor tertinggi terjadi pada hari Sabtu (34 kasus). Pencurian, curas dan jambret tertinggi biasanya terjadi pada hari Sabtu dan Minggu. Sementara kasus lainnya, normatif.

"Untuk mengantisipasinya, di 2021 kita akan tingkatkan operasional pada Sabtu dan Minggu. Kita lakukan pemilahan berdasarkan hari agar ada gambaran bagi kami untuk melakukan pengawasan dan penekanan," ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan hasil pemetaan waktu kejahatan, kejahatan biasanya terjadi pukul 22.00 Wit hingga 02.00 Wit dan pukul 02.00 Wit hingga 06.00 Wit.

"Kejahatan termasuk pencurian biasanya sering terjadi pada pukul 02.00 Wit hingga 06.00 Wit. Rata-rata pada subuh hari. Ke depan kita akan tingkatkan patroli keliling di jam-jam begini," katanya.

Secara spesifik, Kapolres Era juga mengingatkan masyarakat Mimika agar berhati-hati dalam menyimpan kendaraan mereka.

Pasalnya, berdasarkan data yang dirilis, 163 kasus terjadi di rumah korban sementara 56 terjadi saat kendaraan di parkir di jalanan.

"Pencurian rentan terjadi di rumah korban. Warga harus lebih hati-hati untuk menjaga kendaraan termasuk harta benda lainnya," ujarnya mengingatkan.

Di tahun 2020 pula, didapatkan 26 kasus narkoba. Kecelakaan Lalu Lintas ada 131 kasus. Dari jumlah ini, yang meninggal 21 orang, luka berat 62 kasus dan 43 luka ringan.

"Kecelakaaan lalu lintas masih tinggi. Ini perlu dievakuasi lagi pencegahannya," terangnya.

Kapolres Era juga menyebutkan ada beberapa kasus yang menonjol di 2020 yakni kasus pemalangan (18), unjuk rasa (3), penembakan (25), dan pencurian antar pulau.

"Di 2020 ini juga ada 25 kasus penembakan termasuk di Kuala Kencana. Terkait penanganan KKB, bersama TNI kita berhasil amankan 49 orang, 690 butir amunisi dan 9 pucuk senjata," ungkapnya. (Ronald)

800 Personil Gabungan Dikerahkan Amankan Malam Tahun Baru



Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata

MIMIKA, BM

Untuk menjaga kamtibmas di seluruh wilayah kota Timika menjelang pergantian tahun 2020 ke Tahun Baru 2021, sebanyak 800 personil gabungan dikerahkan.

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata usai memimpin apel gabungan di lapangan Timika Indah, Kamis (31/12) sore mengatakan 800 personil gabungan ini terdiri dari TNI-Polri, Satpol PP dan organisasi masyarakat terkait.

Kata Kapolres, atensi utama dalam pergantian tahun baru ini adalah situasional Timika yang hingga kini masih dilanda pandemi Covid-19.

"Kita akan perketat dalam pelaksanaan protokol kesehatan mendasari hasil kesepakatan dengan Pemda, TNI-Polri dan tim gugus. Kita akan tutup akses jalan yang menjadi pusat keramaian yaitu Timika Indah sampai Jalan Budi Utomo. Untuk THM sendiri pukul 21.00 wit harus ditutup. Kami akan mobile untuk cek langsung," jelas Kapolres Era.

Menurut Kapolres, yang perlu diantisipasi pada malam Tahun Baru adalah suasana menjelang dini hari. Pasalnya, di waktu tersebut masyarakat biasanya berkumpul, meminum minuman keras sehingga sering menggangu kantibmas di kota Timika.

"Harapan kami dengan pengamanan yang cukup signifikan ini, perayaan Tahun Baru tetap dilaksanakan dengan hikmat, serta harus ada kesadaraan dari masyarakat. Mari kita semua masuk Tahun Baru 2021 dengan aman, tertib dan selalu menjaga semangat kekeluargaan dan kebersamaan diantara kita," harapnya. (Ignas)

Top