Masyarakat Mimika Diingatkan Beli Tanah Yang bersertifikat Agar Tidak Mudah Tertipu


Kepala Bidang Pajak Bumi dan Bangunan, Bapenda Mimika, Hendrik Setitit

MIMIKA, BM

Harga tanah di Mimika terus mengalami kenaikan. Walau demikian, tanah selalu menjadi incaran masyarakat ditengah maraknya pembangunan di Mimika.

Sayangnya, pembelian tanah terkadang menemui kendala karena sebagian masyarakat masih membeli tanah yang belum bersertifikat.

“Kalau beli tanah sebaiknya sudah ada sertifikatnya. Yang fatal di Timika ini banyak yang salah beli tanah,” kata Kepala Bidang Pajak Bumi dan Bangunan, Bapenda Mimika, Hendrik Setitit saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (22/6).

Dijelaskan, jika ingin membeli tanah sebaiknya ditelurusuri siapa pemilik sebenarnya tanah tersebut. Masyarakat diminta Jangan terburu-buru untuk membeli tanah sebelum tahu pasti kondisinya.

“Sekurang-kurangnya tanya di tetangga atau siapapun bahwa betul-betul tanah itu miliknya, jangan sampai sudah beli baru ada yang klaim miliknya lagi,” tuturnya.

Selain itu, pengecekan status tanah juga menjadi penting guna menghindari tanah tersebut sedang dalam sengketa atau sedang dijaminkan.

"Kalau kita beli yang sudah bersertifikat maka harus ke pertanahn untuk pengecekan keabsahan dan lokasi. Kalau bicara PBB maka sudah sertifikat rata-rata sudah ada PBB,” katanya.

Hendrik mengatakan, jika membeli tanah sebaiknya menghindari pembelian dengan surat pelepasan.

Menurutnya surat pelepasan belum tentu benar karena surat pelepasan bisa dimanupulasi. Bahkan, terkadang sertifikat pun bisa diatas sertifikat.

"Ada juga tanah yang statusnya masih hutan lindung. Tanah itu tidak bisa dikeluarkan sertifikatnya oleh badan pertanahan. Seperti tanah di SP6 sana, ada yang sudah beli tapi setelah ditelusuri ternyata itu hutan lindung jadi tidak bisa dikeluarkan sertifikat sampai sekarang,” tutupnya. (Shanty)

Top