Jangan Khawatir, Stok Daging Ayam untuk Kebutuhan Nataru Terjamin

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika, Sabelina Fitriani saat melakukan sidak stok daging di Pasar Sentral, Timika, Papua Tengah, Selasa (20/12/2022)

MIMIKA, BM

Guna memenuhi kebutuhan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten (Disnakeswan) Mimika menyiapkan jumlah stok daging ayam sebanyak 600 ton.

Kepala Disnakeswan Mimika, Sabelina Fitriani, mengatakan jumlah tersebut jika dibandingkan dengan hari-hari biasa, telah terjadi penambahan sebanyak 200 ton.

"Artinya kan kalau biasanya satu bulan itu mungkin hanya sekitar 400 ton , kali ini ada 600 ton. Jadi memang ditambah," ujarnya saat ditemui di pusat perbelanjaan Pasar Sentral, Timika, Papua Tengah, Selasa (20/12/2022).

Sementara itu, untuk stok daging lainnya seperti sapi telah disiapkan sebanyak 20 ton. Menurutnya jumlah itu akan ditambahkan lagi dengan daging yang dijual segar.

"Nanti pasti ada juga yang menjual segar ya. Jadi H-1 atau H-2 pasti ada sapi yang akan dipotong," tuturnya.

Dia juga menjelaskan, persediaan stok daging sapi hanya 20 ton karena untuk saat ini masih ada pembatasan impor daging dari luar Kabupaten.

"Memang untuk edaran yang terakhir per 5 Desember itu sudah diperbolehkan daging masuk ke Papua. Hanya tetap ada persyaratan, harus bebas uji PMK, harus diuji Salmonella, E. Coli. Jadi, kuman-kuman tertentu harus diuji," jelasnya.

"Kemudian ada pernyataan bahwa daging tidak transit di mana-mana. Jadi yang diperbolehkan ini hanya yang langsung dari DKI Jakarta. Dari Tanjung Priok ke Pomako langsung. Itu pengusaha harus tanda tangan surat pernyataan bahwa tidak transit di pelabuhan lain," imbuhnya.

Selain itu, untuk kebutuhan stok daging babi, disampaikan bahwa memang beberapa waktu belakangan agak sedikit berkurang. Hal itu, kata Sabelina, dipengaruhi oleh adanya pandemi covid-19.

Adapun dikarenakan permintaan pengiriman stok daging dari Mimika ke kabupaten-kabupaten tetangga seperti Agats, Yahukimo, dan sebagainya.

"Tapi semua itu tetap harus mendapatkan rekomendasi dari kami. Jadi memang stok babi kita juga mulai berkurang. Daging babi sama telur. Jadi kita sebagai penyangga pastinya banyak permintaan dari daerah tetangga," katanya.

Dikatakan bahwa para pedagang lebih cenderung memilih untuk mengirim ke kabupaten tetangga demi menjaga hubungan baik sehingga kerja sama tidak putus.

"Mereka itu bukannya suka kirim keluar, tetapi karena meraka sudah punya komitmen dengan di luar. Mereka tidak mau jangan sampai kerja samanya putus sehingga kabupaten lain mereka ambil di peternak yang lain," terangnya.

"Ini kan persoalan dagang ya, masalah bisnis. Mereka sudah kontinu ambil pada peternak yang mana, jadi akan terus-menerus. Pada situasi tertentu pun telur ini kan dia akan over. Itu kadang-kadang peternak kesulitan jual di sini. Jadi, kerja sama dengan di luar itu tentu harus punya komitmen agar tidak putus," lanjutnya.

Kendati demikian, Sabelina menilai bahwa saat ini perekonomian sudah mulai membaik sehingga masyarakat pun sudah kembali menunjukkan geliatnya untuk beternak kembali.

"Dan memang bener pada waktu yang lalu itu banyak yang di posisi akhir ya, sehingga mereka harus memulai lagi dari awal jadi ada waktu yang kosong sehingga produksi pada saat itu turun kan (stoknya). Jadi, itu wajar, tapi ini nanti sudah mulai terpenuhi lagi. Saya rasa di Januari atau februari sudah mulai normal," pungkasnya. (Endi Langobelen)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Hotel Horison Ultima Timika Hadirkan Promo di Bulan Februari

Ekonomi dan Pembangunan 2023-02-03 13:48:00

Dishub Mimika Gunakan Rp27 Miliar Tahun Ini Untuk Lanjutkan

Ekonomi dan Pembangunan 2023-02-01 08:13:58

Arus Balik: 1700 Orang Masuk Timika, Lebih Rendah Dari Yang Keluar

Ekonomi dan Pembangunan 2023-02-01 07:21:08

Pelabuhan MAF di Kota Kepi Rampung Dikerjakan

Ekonomi dan Pembangunan 2023-01-31 10:18:18

Tahun 2023 Target Penerimaan KPP Pratama Timika Rp3,978 triliun

Ekonomi dan Pembangunan 2023-01-30 08:12:55

Top