Doa Warga Gang Solter Elmas Dikabulkan Pemerintah

Kondisi Jalan di Gang Solter Elmas setelah diperbaiki

MIMIKA, BM

Setelah lama dianggap tidak digubris pemerintah daerah, Jalan Yos Sudarso, Gang Solter Elmas Nawaripi kini terlihat cantik dan rupawan bak seorang gadis muda.

Jalanan ini telah di hotmix dan tidak lagi terasa seperti seakan sedang bermain ular tangga ketika melewatinya di beberapa waktu lalu.

Warga Gang Solter sebelumnya merasa bahwa jalan ini tidak masuk dalam agenda prioritas pembangunan daerah dan terkesan dilupakan begitu saja.

Wajar saja mereka beropini seperti ini karena jalan lingkungan dan jalan alternative lainnya di seputaran Kota Timika sudah diperbaiki, sementara jalan ini lambat sekali penanganannya.

Padahal sejak lama, setiap kali usulan dari tingkat bawa, jalan ini selalu berada dalam usulan prioritas warga namun terus diabaikan.

Tidak hanya sekedar jalur alternatif yang menghubungan Yos Sudarso dan Budi Utomo, di kawasan gang ini terdapat 3 gereja dan 3 sekolah yakni Paud, SD dan SMA yang seharusnya menjadi prioritas utama dalam akses pembangunan.

Saking sudah tidak memperdulikan lagi perhatian pemerintah daerah, warga Gang Solter bahkan pernah melakukan subsidi mandiri untuk memperbaiki jalan mereka.

Mereka pernah menghimpun dana secara sukarela dari warga sekitar yang dikomandani pemuda dan dua kepala RT untuk memperbaiki jalan ini.

Dari hasil tersebut, terkumpul dana sebesar Rp1,6 juta dari warga dan 500 ribu dari warga yang melintas.

Uang itu kemudian mereka gunakan untuk membeli 7 ret timbunan pasir guna menimbun dan meratakan sepanjang jalan yang berlubang dan berbatu.

Namun pada akhir 2021, Jalan Gang Solter Elmas tidak lagi seperti dahulu. Selain sudah di hotmix, jalan ini terlihat semakin lebar dan sangat nyaman untuk dilalui.

Warga sekitar termasuk warga lain yang melintas jalan ini tidak lagi mengeluhkan apa yang mereka alami dahulu.

Dengan diperbaikinya jalan ini, warga tidak lagi merasa bahwa mereka dianaktirikan pemerintah.

Mereka merasa merasa bersyukur karena walaupun dikerjakan pada akhir tahun lalu (desember), warga menilai ini merupakan kado terbaik bagi mereka di Tahun Baru 2022!

"Kami warga Gang Solter berterimakasih atas perhatian pemerintah terhadap jalan ini. Sekian lama kami menunggu, akhirnya sudah diperbaiki. Ini jadi kado terbaik bagi kami di Tahun 2022 ini," ujar Erwin, pemuda Gang Soter yang dulu bersama warga melakukan penimbunan jalan tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengatakan jalan tersebut diperbaiki Provinsi Papua menggunakan dana tahun anggaran 2021.

"Iya benar, dibangun oleh provinsi. Ada pembangunan dan pekerjaan semisal jalan yang selain dibangun oleh pemerintah daerah juga oleh pemerintah provinsi. Semoga akses dan mobilitas masyarakat sekitar terbantukan dengan peningkatan jalan itu," harap Robert Mayaut.

Mayaut juga meminta masyarakat untuk memahami bahwa pemerintah daerah maupun provinsi memiliki tanggung jawab sepenuhnya terhadap pembangunan di Mimika.

Warga Mimika harus menyadari bahwa prosesnya terkadang lambat. Walau demikian, pemerintah terus berupaya untuk memperbaiki setiap sarana dan prasarana umum yang ada termasuk jalan lingkungan.

"Jalan itu sebenarnya sudah masuk dalam perencanaan dua tahun lalu, namun terkendala covid sehingga Jalan Soter Elmas dan beberapa jalan lingkungan lainnya dipending," ungkapnya.

Harus Dibuat Larangan Melintas Dengan Kecepatan Penuh

Sayangnya, ketika Jalan Gang Solter Elmas diperbaiki, banyak pengendara yang melintasi jalan ini terkadang memacu kendaraan mereka di atas kecepatan rata-rata.

Bukan warga sekitar namun pengguna jalan dari wilayah lain. Mereka terkadang tidak mengindahkan keselamatan para pengguna jalan. Bahkan ada yang kadang ugal-ugalan melintasi jalan ini seakan sedang berada di arena balapan.

Warga Gang Solter Elmas meminta Dinas Perhubungan dan Satuan Lalu Lintas Polres Mimika untuk memasang dan membuat larangan terkait kecepatan dan keselamatan pengguna jalan.

Selain ada gereja dan sekolah, di kompleks ini terdapat banyak anak-anak yang sudah terbiasa bermain di sepanjang jalan ini. Jika tidak diindahkan, lambat laun akan terjadi hal yang tidak diinginkan.

Warga berencana untuk membuat polisi tidur mandiri namun mereka tidak ingin mendahului apa yang menjadi tugas dan tanggungjawab pihak-pihak yang berwenang.

Namun jika tidak direspon maka warga akan membuat polisi tidur mandiri guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas di tempat mereka. (Ronald) 

 

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top