Harga Bahan Pokok Masih Normal, Namun Diprediksi akan Melonjak


Salah satu penjual bahan pokok di Pasar Sentral Timika saat melayani pembeli 

MIMIKA, BM

Menjelang Natal yang tinggal sebulan lagi, harga bahan pokok di Pasar Sentral Timika masih tetap normal.

Padahal biasanya harga beberapa komoditas sudah mulai mengalami lonjakan. Seperti cabe dan bawang.

Namun, di pertengahan Bulan November tahun 2021 ini, cabe yang biasanya sudah mulai tembus Rp100 ribu, kini masih bertahan di harga Rp80 ribu per kilo atau masih terbilang normal.

Begitupun dengan tomat yang juga masih normal yakni di harga Rp25 ribu per kilo, bawang merah Rp40 ribu dan bawang putih Rp35 ribu per kilo.

"Jadi, harga bumbu-bumbu dapur lainnya juga sekarang masih tetap normal," kata Dedi salah satu pedagang di pasar sentral saat ditemui, Senin (15/11).

Walau saat ini harga masih terbilang normal, namun diprediksi harga ini tidak akan bertahan hingga natal nanti, karena kenaikan akan mulai terjadi di Bulan Desember sebagaimana yang biasa terjadi di tahun-tahun sebelumnya.

Dedi mengatakan, komoditas yang diprediksi akan mengalami lonjakan harga tinggi adalah cabe dan bawang merah. Bahkan menurut Dedi harganya akan naik hingga 2 kali lipat.

"Setiap tahun kan selalu begitu. Naik sampai Rp150 ribu, pernah juga naik sampai Rp200 ribu. Bawang juga begitu naik sampai Rp80 ribu. Tapi tetap saja dibeli masyarakat karena memang dibutuhkan,” ujarnya.

Ia mengatakan, kenaikan harga bukan sengaja dilakukan pedagang, namun memang karena harga pengambilannya juga sudah mahal. Belum lagi kadang stoknya hanya terbatas.

"Biasanya itu kita lebih bayak kiriman karena lokal kan masih sedikit dan juga mahal. Dan itu belum memenuhi betuhan masyarakat di Mimika,” ujarnya.

Hal yang sama juga dikatakan Bude Sri bahwa harga cabai dan bawang akan terus mengalami peningkatan hingga natal dan tahun baru nanti.

"Sudah pasti akan naik, kita lihat saja," katanya.

Ia juga menututkan, kenaikan harga bahan pokok di pasar bukan karena pedagang ingin mengambil untung banyak, tetapi karena memang harga pengambilannya yang tinggi.

Menurutnya, pedagang hanya menyesuaikan saja, kenaikan juga hanya sekitar Rp2.000 sampai Rp3.000 per kilonya sebagai upah penjual.

"Jadi sebenarnya kami juga cuma untung sedikit. Tapi kadang orang bilang katanya kami sengaja permainkan harga, tapi itukan kita naikkan karena harga ambilnya juga naik. Kita hanya untung sedikit yang penting ada saja,” ungkapnya. (Shanty)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Penyebab Harga Daging Sapi Tembus Rp130 Ribu

Ekonomi dan Pembangunan 2021-12-07 11:30:56

Polsek Miru Bagikan 100 Paket Bahan Sembako Bagi Mama-mama Papua

Ekonomi dan Pembangunan 2021-11-23 08:28:37

Antisipasi Agar Tidak Terjadi Penimbunan BBM, Polisi Berikan Himbauan

Ekonomi dan Pembangunan 2021-11-18 07:02:19

Harga Bahan Pokok Masih Normal, Namun Diprediksi akan Melonjak

Ekonomi dan Pembangunan 2021-11-16 06:31:48

Kuota BBM Jenis Pertalite untuk SPBU Akan Ditambahkan

Ekonomi dan Pembangunan 2021-11-15 09:28:13

Top