Tim Pokja Pengembangan Kampung Harus Diisi oleh Mereka yang Selalu Tinggal di Kampung, Bukan di Kota

Foto bersama tim YPMAK dengan kepala kampung dan masyarakat dari kampung Wapo, Sumapri, Waituku, Bulamen dan Waicakam

MIMIKA, BM

Salah satu penegasan dari Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) dalam pemilihan Tim Kelompok Kerja (Pokja) Program Pengembangan Kampung adalah, masyarakat yang harus selalu berada dan menetap di kampung, dan bukan sebaliknya malahan tinggal di kota.

Penegasan ini bertujuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dalam penggunaan anggaran yang diperuntukkan untuk kemajuan kampung.

Wakil Direktur Program YPMAK, Nur Ihfa Karupukaro menegaskan bahwa tim Pokja ini dibentuk dan dipilih sendiri oleh masyarakat di kampung.

"Masyarakat punya hak untuk memperhatikan pokja yang sudah dipilih. Jadi pilihlah masyarakat yang setiap hari tinggalnya di kampung terus, bukan pilih yang setiap hari atau selalu berada di kota," ujarnya ketika bertatap muka dalam memberikan penjelasan tentang program pengembangan kampung kepada perwakilan masyarakat lima kampung di Balai Waituku dan Bapai Sumapro, Distrik Jita, Sabtu (20/9).

Nur menegaskan, jika dalam pertengahan perjalanan program ini, ada tim pokja yang dinilai tidak sesuai oleh masyarakat maka bisa digantikan melaui musyawarah bersama.

Menurutnya, tim pokja terbentuk sebagai perpanjangan tangan dari YPMAK yang merupakan hasil evaluasi dari program ekonomi sebelumnya.

"Program ini hadir karena selama ini kita mendengar masyarakat yang ada di wilayah pedalaman maupun pesisir belum ada pelayanan dari YPMAK terkait dengan program ekonomi. Program ini merupakan usulan uji coba dari pengurus maupun pembina," ungkapnya.

Dengan adanya program pengembangan kampung, Nur berharap masyarakat dapat menciptakan program yang menjadi prioritas masyarakat di kampung karena setiap kampung memperoleh dana sebesar Rp300 juta.

"Jadi semua kampung baik pesisir maupun pegunungan tersentuh semua, sehingga tidak seperti dulu lagi yang hanya beberapa kampung saja yang dapat," ujarnya.

Kepala Divisi Program Sosial Ekonomi, Billy Enerson Korwa menambahkan, program ini merupakan program dari dan untuk masyarakat.

"Kami berharap kita semua satukan hati untuk kerjasama demi program ini dengan baik, karena program ini untuk semua kampung baik di pesisir maupun pegunungan," ungkapnya.

Menurutnya, untuk sepuluh kampung di Distrik Jita yang pertama kali tersentuh program ini, telah menjadi perhatian baik PTFI melalui YPMAK.

"YPMAK juga akan kerjasama dengan pemerintah daerah untuk pembangunan kampung. Kami berharap semua yang sudah dibicarakan dan diputuskan bersama serta sudah terpilih orang-orang di tim pokja itu bisa bekerjasama. Ini supaya semua berjalan baik, tidak boleh ada yang baku marah, tidak boleh saling bertengkar dan saling cemburu, karena program ini merata di semua kampung," ujarnya.

Dirinya juga berharap dengan besaran anggaran Rp300 juta per kampung, maka masyarakat di kampung harus mensyukurinya. Pasalnya ini merupakan berkat yang diberikan Tuhan melalui YPMAK.

"Kami mohon dukungan semua masyarakat sehingga program ini bisa dilanjutkan ditahun-tahun berikutnya. Jadi yang menentukan program ini berlanjut atau tidak itu semua ada di kampung, dan kami dari internal YPMAK akan melakukan proses pendampingan," terangnya.

Lanjutnya," Karena kampung yang cukup banyak dan jumlah tim kami yang sedikit, kami akan berusaha untuk mengunjungi setiap kampung untuk melakukan pendampingan. Walaupun waktunya pendek, itu bisa dilakukan dan kami juga akan bekerjasama dengan aparat kampung, babinsa dan pegawai distrik," sambungnya.

YPMAK selama hampir sebulan terakhir telah mengunjungi 16 kampung di tiga distrik. Kedatangan mereka dengan membawa program ini mendapat apresiasi dari masyarakat.

Program ini dinilai akan sangat membantu seluruh masyarakat untuk bersama membangun kampung mereka. Warga bahkan berharap program ini cepat terealisasikan.

Seperti halnya disampaikan Kepala Distrik Mimika Timir Jauh, Yulius Katagame bahwa pihaknya sebagai pemerintah daerah mendukung penuh program dari YPMAK.

"Mewakili distrik, kami ucapkan terimakasih kepada YPMAK yang sudah sempatkan diri datang dengan membawa program awal ini. Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat disini," ucapnya.

Kepada masyarakat ia juga mengingatkan agar dapat bekerjasama dalam membangun kampung. Pemilihan tim pokja juga harus didasari musyawarah untuk mencapai mufakat.

"Harus dilakukan mendasari kesepakatan seluruh masyarakat kampung jika ingin program ini dapat berjalan dengan baik. Saya berharap masyarakat saling mendukung dan manfaatkan program ini baik," harapnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh masing-masing kepala kampung di 16 kampung, diantaranya Kepala Kampung Faka Fuku, Beni Motatian.

"Kami akan laksanakan program ini dengan sebaik mungkin. Pemilihan tim pokja sendiri juga akan berdasarkan kesepakatan masyarakat kampung. Jadi apa yang sudah disampaikan oleh pihak YPMAK terkait pemilihan tim pokja adalah yang selalu tinggal di kampung, kami sangat setuju dan itu sudah kami lakukan," ungkapnya.

Selama melakukan perjalanan ke 16 kampung di wilayah pesisir, rombongan tim YPMAK dipimpin langsung Wakil Direktur Program YPMAK, Nur Ihfa Karupukaro didampingi Kepala Divisi Program Sosial Ekonomi, Billy Enerson Korwa.

Adapun 16 kampung tiga Distrik itu diantaranya, kampung Fanamo, Ohotya, Amamapare dan Omawita (Distrik Mimika Timur Jauh.

Kemudian Kampung Faka Fuku dan Mafasimamo (Agimuga) dan dilanjutkan dengan Kampung Wenin, Noema, Jaitak, Waicakam, Waituku, Wapu, Sumapro, Sempan Timur, Kamapiri dan Kampung Bulamen (Jita).

Program awal YPMAK ini dinilai sangat membantu masyarakat di kampung, sebab tujuan dari program ini adalah untuk memberikan penghasilan tambahan bagi masyarakat.

Selama melaksanakan program, masyarakat wajib bekerja terlebih dahulu sebelum mendapatkan penghasilan, serta dalam bekerja juga diharapkan menumbuhkan rasa kegotongroyongan dalam membangun kampung dengan memanfaatkan potensi alam yang ada. (Ignas)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top