Peristiwa Kenaikan Yesus Ke Surga : Ada Dua Hal Yang Dimaknai Dari Momen Ini

Suasana perayaan Ekaristi d Gereja Katedral Tiga Raja, Kamis (18/05/23)

MIMIKA, BM

Hari ini, Kamis (18/05/23), seluruh umat Kristiani merayakan perayaan peristiwa Kenaikan Yesus ke surga disaksikan murid-muridNYA.

Umat Katolik Gereja Katedral Tiga Raja Timika juga memperingati peristiwa agung ini melalui perayaan ekaristi yang dipimpin Pastor Paroki Amandus Rahadat, Pr.

Romo Amandus dalam khotbahnya mengatakan peristiwa kenaikann Yesus ke surga dalam kitab suci dilukiskan dengan sangat singkat dan sederhana.

Dalam Injil Matius hari ini, sebelum naik ke surga Yesus memberikan wejangan atau pesan kepada para muridnya untuk menjadikan seluruh bangsa menjadi muridNYA.

Selain Injil Matius, peristiwa Yesus diangkat ke surga ini juga dikisahkan dalam Injil Lukas dimana Yesus saat diangkat ke surga disaksikan oleh murid-muridnya sampai tertutup awan.

Dalam bacaan Kisah Para Rasul hari ini, juga diceritakan bagaimana para murid menyaksikan momen Yesus diangkat ke surga.

"Dan sementara para murid menatap dengan penuh keheranan dan kekaguman, tiba-tiba ada suara yang mengatakan 'hai orang Galilea, kenapa kamu lihat ke atas? Yesus yang naik ke surga itu akan kembali lagi," ujar Romo Amandus.

Menyangkut peristiwa ini, Pastor Amandus mengatakan, semua umat manusia termasuk umat Katolik Tiga Raja mendapatkan dua catatan peringatan akan peristiwa ini.

Pertama, Yesus meninggalkan dunia ini artinya dunia ini bukan tempat tinggal abadi, dunia ini hanya tempat singgah sementara. Hal ini sudah ditunjukan oleh Yesus.

Kedua, walaupun dunia ini hanya sementara namun kehidupan di dunia ini penting karena di dunia inilah manusia hidup, bekerja dan berjuang menjadi saksi Kristus.

"Dan ingat, menjadi saksi Mristus bukan di awan, bukan di langit, dan disini para murid ditegur oleh seseorang yang tiba-tiba muncul. Artinya di atas sana bukan tempatmu, tempatmu di bawa. Maka arahkan matamu selain ke atas juga arahkan ke bawa karena disinilah (dunia-red), tempat kita berjuang supaya mencapai momen seperti hari ini dimana Yesus terangkat ke surga," jelasnya.

Menurut Pastor Amandus, kode keras yang jadi pesan sederhana dari peristiwa ini adalah bahwa apapun status sosial manusia saat ini, semuanya tidak akan dibawa ke surga.

"Apapun statusmu, kondisimu kaya atau miskin, kita tidak akan bawa kemisikanan dan kekayaan ke surga. Yesus mau mengingatkan bahwa apa yang kita saksikan dan miliki di dunia ini, semuanya akan kita tinggalkan. Yesus sudah tunjukan lewat peristiwa hari ini," ujarnya.

"Selamat hari raya kenaikan, semoga kita menjadi murid Yesus yang tahu diri bahwa suatu saat kita semua bisa ke atas (surga-red) seperti peristiwa yang sudah Yesus sampaikan kepada kita hari ini," ucap Pater Amandus mengakhiri khotbahnya. (Red

 

Top