Makna dan Pesan Imlek 2023 Dari Gereja Santo Stefanus Sempan

Suasa Perayaan Imlek 2023 di Gereja St Stefaus Sempan

MIMIKA, BM

Perayaan misa pada Minggu (22/1/2023) kemarin di Gereja Katolik Santo Stefanus Sempan, Timika, Papua Tengah nampak tidak seperti biasanya.

Gereja didekor begitu indah dengan nuansa Imlek dan didominasi warna merah, dikarenakan misa kemarin bertepatan dengan Perayaan Tahun Baru Imlek 2023.

Misa kali ini dipimpin oleh pastor paroki Sempan Pastor Maximilianus Dora OFM, didampingi Pastor Rudy Rumlus OSC dan Pastor Goklian Lumbangaol, OFM.

Dalam khotbahnya Pastor Goklion Lumbangaol OFM mengatakan keberhasilan dan kegagalan bak dua keping mata logam, bisa dibedakan tapi tidak bisa dipisahkan.

“Ada pengalaman menggembirakan tapi juga pilu pada tahun macan kemarin. Pada saat tengah malam ketika sang macan memberikan tongkat estafet kepada kelinci, ia berpesan apa yang terjadi pada saat tahun kemarin tentu juga akan kamu alami di tahun ini,” katanya.

Lanjutnya, berdasarkan tahun Tiongkok tahun kelinci air adalah tahun penuh harapan dan memberikan keberuntungan juga umur panjang.

Namun tak dapat disangkal beberapa shio akan mengalami kesulitan baik dalam hal finansial maupun percintaan seperti shio ayam, tikus dan macan.

Sementara ada tiga shio yang beruntung yakni babi, anjing dan monyet. Shio-shio ini diramalkan akan mengalami kemudahan dan keberuntungan.

“Berhadapan dengan situasi yang tidak pasti itu, ketiga bacaan hari ini (kemarin-red) memberikan tips-tips jitu untuk menikmati dan melangkah lebih optimis pada tahun baru Imlek, tahun kelinci air ini,” imbuhnya.

Mengutip Kitab Yesaya, Ia menyebutkan cahaya telah menerangi kegelapan. Cahaya itu berada dan tinggal didalam dunia yang selama ini gelap.

“Hal ini berarti meskpun ada kegelapan dan kesulitan dalam hidup, pekerjaan, keluarga dan percintaan, percayalah bahwa cahaya akan menuntun dan menarangi langkah mengatasi problema kehidupan,” ucapnya.

Pastor Goklion berpesan kepada seluruh umat yang hadir untuk bertobat sebab kerajaan Allah sudah dekat.

Umat diajak untuk mengikuti Yesus dan bertobat agar di tahun baru Imlek ini menjadi tahun keberuntungan dan kebahagiaan. Cara Allah adalah menghadirkan cinta.

”Terutama shio yang diramalkan mengalami kesulitan jangan pernah ragu dan takut untuk melangkah dan menikmati di tahun baru. Bila kita semua mengikuti apa yang dikatakan Tuhan, berpikir, berkata-kata dan bertindak seperti Allah, maka perbedaan di dalam keluarga pada pasangan hidup dan pekerjaan pasti bisa dilewati," ungkapnya.

"Oleh karena itu keberuntungan, keberhasilan, kesehatan, kesuskesan dan umur panjang akan menjad milik kita semua,” serunya.

Menurutnya, shio kelinci jantan dalam tradisi Tiongkok digambarkan orang yang suka mencari jalan keluar dalam kesulitan, yang menghadirkan semyum, cinta terutama kepada pasangan hidup.

“Sedangkan kelinci betina dikenal sebagai makhluk bersih, kalem, lembut dan pengertian. Maka bertindaklah seperti kelinci betina yang lembut kepada pasangan dan anak-anakmu, penuh pengertian kepada orang disekitarmu. Dengan cara seperti ini percayalah tahun baru Kelinci air mendatangkan kesuksesan dan kebahagiaan untuk kita semua. Selamat hari raya Imlek,” tutupnya.

Di perayaan Ekaristk Kudus kemarin, suasana kian marak dan meriah dengan hadirnya dua barongsai yang mengiringi persembahan. Nampak Plt Bupati Mimika Johannes Rettob beserta istri Suzy Rettob turut mengantar persembahan menuju altar.

Sementara itu dalam sambutan, Ketua Katolik Tianghoa (KKT) Mimika, Vincentius Hendra mengucapkan terimakasih kepada seluruh umat paroki Sempan dan partisipan karena boleh merayakan Imlek bersama-sama dan menghias gereja pada misa inkulturasi ini.

“Warna merah menjadi lambang semangat dan keberuntungan kita semua. Hari Raya Imlek yang kita rayakan hari ini dikenal dengan sebutan festival musim semi,” katanya.

Adapun puncak acara yakni Cap Go Meh yang akan dilaksanakan pada 5 Februari 2023.

“Tadi saya sebut Gong Xi Fa Cai yang secara harafiah bermakna semangat tahun baru Imlek sementara Xin Nian Kuai Ke berarti semangat kesejahteraan dan kekayan di tahun baru Imlek. Saya ulangi Gong Xi Fa Cai! Xin Nian Kuai Le!,” tuturnya.

Dikatakan, Tahun kelinci air adalah tahun penuh harapan. Kelinci juga berarti suatu kesuksesan dari buah kesabaran itu sendiri. Memiliki sifat yang tenang, damai, penuh kasih sayang, lembut dan mudah disukai.

“Saya ingin menyampaikan terimakasih kepada paroki Sempan yang sudah bersama-sama merayakan Tahun Baru Imlek. Secara khusus kepada Plt. Bupati Mimika dan ibu yang sudah mensupport kami untuk bersama-sama merayakan disini. Semoga tahun 2023 ini sebagai tahun kelinci air memberi harapan baru untuk kita semua,” harapnya.

Ucapan terimakasih juga disampaikan oleh pastor paroki, Pastor Max kepada masyarakat Tionghoa yang secara perdana merayakan Imlek di gereja Santo Stefanus Sempan.

“Saya ucapkan terimakasih kepada dewan penasihat paroki, teristimewa dekorasi yang luar biasa mempersiapkan segala-galanya sehingga hasilnya juga bagus. Anak-anak yang luar biasa melalui tarian tradisional Tionghoa,” ucapnya.

Ucapan terimakasih juga disampaikan untuk para petugas liturgi, PPA, mazmur, paduan suara dan biarawan biarawari.

Sementara itu, Ketua Himpunan Peduli Kasih Tionghoa (HPKT) Kabupaten Mimika, Rusli Gunawan mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek dengan harapan kemakmuran, kesejahteraan, kesuksesan dan kesehatan selalu menyertai.

“Menurut shio kelinci air, semoga apa yang kita kerjakan di tahun 2023 sukses dan berhasil. Indah pada waktunya,” ucapnya mengawali sambutan.

Pada kesempatan itu, Rusli Gunawan mengajak semua mengenang jasa presiden keempat Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gusdur.

Hal ini karena pada masa pemerintahannya masyarakat Tionghoa memiliki kebebasan dan tempat sehingga perayaan Imlek dinyatakan sebagai hari libur nasional untuk Indonesia.

Sementara itu, Plt. Bupati Mimika Johannes Rettob memberikan apresiasi dan atas nama pemerintah, denominasi gereja serta kerukunan beragama sembari mengucapkan selamat tahun baru Imlek.

“Semoga di tahun baru Imlek ini, Mimika secara khusus mendapat berkat luar biasa, rejeki, dilindungi oleh Tuhan agar perjalanan Mimika kedepan kita bisa bergandengan tangan. Seluruh masyarakat beraneka suku dan agama menjadi masyarakat Mimika yang bertorelansi, solidaritas dan kita sepakat untuk bersama-sama membangun Mimika dengan baik,” tandasnya. (Elfrida Sijabat)

Top