Politik & Pemerintahan

Mimika Gelar Upacara Taptu dan Pawai Obor Sambut Hari Kemerdekaan RI

Danlanal Timika, Letnan Kolonel (Letkol) Laut (P), Benedictus Hery Murwanto saat melepas peserta pawai obor.

MIMIKA, BM

Upacara Penetapan Waktu (Taptu) dan pawai obor merupakan tradisi setiap tahun menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Di Mimika dua giat nasional ini dilakukan di Eme Neme Yauware, Jumat (16/08/2024).

Pantauan wartawan BM, pelaksanaan upacara Taptu di Mimika dipimpin oleh Danlanal Timika, Letnan Kolonel (Letkol) Laut (P), Benedictus Hery Murwanto selaku inspektur upacara.

Upacara Taptu ini juga dihadiri masing-masing pimpinan TNI-Polri yang ada di Timika, perwakilan Pemkab Mimika dan sejumlah peserta pawai obor baik dari personil TNI-Polri, Sar Timika.

Usai dilaksanakan upacara Taptu, inspektur upacara Danlanal Timika, Letnan Kolonel (Letkol) Laut (P), Benedictus Hery Murwanto melepas peserta pawai obor.

Pelaksanaan pawai obor ini juga dimeriahkan oleh marching band Siswa Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP).

Rute pawai obor ini mulai dari halaman Eme Neme Yauware menuju Jalan Budi Utomo (arah Diana), Jalan Cenderawasih (depan pelayanan Polres Mimika) kemudian ke arah Jalan Yos Sudarso dan Jalan Belibis serta finis kembali di halaman Eme Neme Yauware. (Ignasius Istanto)

Diskominfo Gelar Media Gathering Bersama Para Jurnalis Mimika

Foto bersama para jurnalis, ASN Kominfo dengan Bupati Mimika, Johannes Rettob

MIMIKA, BM

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Mimika menggelar media gathering Bupati Mimika, Johanes Rettob bersama para jurnalis Mimika guna untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan kebersamaan.

Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Horison Ultima, Jumat (16/8/2024).

Plt Kepala Diskominfo Mimika, Bernadina Yamangin mengatakan, kegiatan ini sekaligus untuk mengenal para wartawan di Kabupaten Mimika.

"Di momen ini sebagai ajang mempererat tali silahturahmi bersama media. Kami harap Pemkab dan media bisa berkolaborasi memajukan Kabupaten Mimika,"ujarnya.

Bernadina mengatakan, bahwa kegiatan media gathering ini juga merupakan kegiatan yang dirangkaikan dengan kegiatan lainnya dalam menyambut HUT RI selama 3 hari, yaitu lomba Tiktok, foto dan video.

Lebih lanjut dikatakan, pertemuan ini dilakukan juga untuk meminta masukkan kepada media untuk kemajuan Mimika.

"Kami juga akan mendorong sehingga media mendapatkan bagian di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sehingga media mendapatkan perhatian oleh Pemkab Mimika,"ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Mimika Johanes Rettob mengatakan, media adalah tempat menyampaikan informasi kepada masyarakat yang akurat dan jangan memberitakan berita hoax.

"Media itu harus memberitakan yang objektif dan terpercaya. Kritis boleh, tetapi kritis yang membangun dan jangan membuat berita hoax,"kata John.

Bupati John mengatakan, pemerintah harus bisa memperhatikan kompetensi wartawan. Namun demikian walau pemerintah belum memfasilitasi namun wartawan juga telah melaksanakan uji kompetensi.

Ia berharap, kedepan Diskominfo memfasilitasi wartawan untuk meningkatkan kompetensinya, sehingga semua wartawan Mimika mempunyai kualitas dan kompetensi yang baik.

Media gathering diakhiri dengan diskusi dan beberapa wartawan mempertanyakan berbagai hal, mulai dari peningkatan kesejahteraan wartawan ke depan dan banyak hal lainnya. (Shanty Sang)

Jelang Hari Kemerdekaan, 100 Pasangan Ini Sangat Bahagia

Ketua Pengadilan Negeri Mimika menyerahkan dokumen kependudukan kepada perwwakilan pasangan nikah massal

MIMIKA,BM

Sebanyak 100 pasangan mengikuti nikah massal yang dibuat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Mimika dalam rangka HUT RI ke 79.

Pelaksanaan nikah massal berlangsung di Gedung Eme Neme Yauware, Senin (12/8/2024), dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bupati, Inosensius Yoga Pribadi.

Nikah massal ini diikuti oleh 50 pasangan muslim dan 50 pasangan beragama Kristen dan Katolik.

Pasangan beragama muslim ada yang melaksanakan akad nikah bagi yang belum menikah dan juga sidang isbat bagi yang sudah melaksanakan pernikahan tetapi belum tercatat.

Ssementara yang beragama Kristen dan Katolik, mengikuti nikah catatan sipil, karena sudah melaksanakan pernikahan di gereja.

Staf Ahli Bupati, Inosensius Y Pribadi mengatakan, nikah ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat dalam upaya tertib administrasi kependudukan.

Dengan pernikahan massal ini, maka pernikahan yang sudah sah secara agama akan dicatat dan diakui oleh negara.

“Pasangan suami istri yang akan disahkan secara hukum, harus bersyukut kepada Tuhan untuk setiap proses yang terjadi saat ini,”tutur Yoga.

Kepala Dinas Dukcapil, Slamet Sutejo mengatakan, nikah massal ini merupakan pelayanan terpadu yang dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 79.

"Tayun lalu, nikah massal diikuti oleh 78 pasangan, dan di tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 100 pasangan. Kami verifikasi dokumen satu per satu agar dinyatakan layak secara syariat, dan negara,” kata Slamet.

Ia mengatakan, usai pernikahan semua pasangan langsung menerima dokumen kependudukan yang lengkap, mulai buku dan akta nikah, kartu keluarga, KTP dengan status nikah, dan juga akte kelahiran sserta Kartu Identitas Anak bagi pasangan yang sudah memiliki anak.

“Semua layanan ini tanpa biaya. Semua ditanggung pemerintah, ini wujud pemerintah hadir untuk membahagiakan masyarakatnya,”ujarnya.

Menurut Slamet, semua pasangan yang ikut nikah massal ini juga diberikan hadiah berupa voucher menginap di hotel berbintang yang ada di Mimika.

“100 pasangan semua dapat voucher menginap di hotel, bapak ibu besok bisa bulan madu di hotel berbintang,”ungkapnnya. (Shanty Sang)

Top