Politik & Pemerintahan

Silahturahmi Bersama, Keluarga dan Relawan JOEL Siap Berjuang Untuk Menang

Emanuel Kemong, Calon Wakil Bupati Mimika yang kini berpasangan dengan Johannes Rettob sebagai Calon Bupati Mimika (JOEL) saat bertemu dengan keluarga dan relawan JOEL.

MIMIKA, BM

Keluarga dan relawan JOEL melakukan silahturahmi bersama dengan Calon Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, pada Minggu (17/08/2024) sore di SP2.

Silahturahmi ini merupakan jawaban atas kerinduan keluarga dan para relawan JOEL terhadap sosok yang dikenal sebagai tokoh pendidikan ini.

Emanuel Kemong dipastikan maju sebagai Calon Wakil Bupati Mimika bersama Johannes Rettob sebagai Calon Bupati Mimika pada Pilkada Mimika Periode 2024-2029 nanti. Keduanya kini dikenal dengan sebutan JOEL.

Dalam pertemuan ini, Emanuel Kemong mendengarkan dengan seksama setiap pendapat yang disampaikan dari keluarga maupun relawan sebagai bentuk komitmen mereka untuk memenangkan pasangan JOEL.

Emanuel Kemong seusai silahturahmi bersama menyampaikan bahwa pertemuan kali ini hanya sebatas pertemuan silahturahmi dengan keluarga.

"Jadi ini hanya terbatas dalam lingkup kecil dimana kami duduk dan ngobrol bagaimana kedepannya nanti, serta bagaimana mengetahui sudah sejauh mana pergerakan masyarakat," katanya.

Emanuel Kemong mengakui senang dan bangga atas dukungan dari masyarakat. Bahkan masyarakat tidak mau gagal karena ini menyangkut harga diri.

"Puji Tuhan mereka ini semangat mendukung, jadi taruhannya ini sudah basah jadi basah satu kali. Sekali lagi ini hanya pertemuan biasa saja, kedepannya itu nanti semua tim akan duduk kembali,"ucapnya.

Sementara itu Antonius Kemong selaku Ketua relawan JOEL, menyampaikan bahwa pertemuan kali ini karena relawan rindu bertemu dengan sosok Emanuel Kemong.

"Jadi hari ini kita ketemu dan cerita-cerita tentang perkembangan dalam hal kesiapan-kesiapan kita untuk menuju pendaftaran. Kehadiran kita semua disini adalah keluarga," ujarnya.

“Jadi kita duduk bersama saat ini juga mau diskusi bersama, karena relawan-relawan JOEL ini punya tugas turun ke semua komunitas untuk menyampaikan visi dan misi serta menyampaikan rencana kedepan seperti apa,"sambungnya. (Ignasius Istanto)

Asisten 1 Pemkab Mimika Tanggapi Pernyataan Ketua KNPI Awen Magai yang Dinilai Berlebihan

Foto bersama Formopinda dengan Bupati Mimika, Johannes Rettob di momen 17 Agustus 2024

MIMIKA, BM

Ketua KNPI Mimika Awen Magai kepada salah satu media mengatakan bahwa ia sempat di larang mengikuti sesi foto bersama oleh Bupati Mimika Johannes Rettob pada sesi foto 17 Agustus kemarin di Sentra Pemerintahan.

Kepada media ia bahkan berkilah seakan diusir oleh Bupati Mimika dan pemberitaannya itu kemudian menjadi obrolan di beberapa group WA.

Menyikapi hal ini, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemkab Mimika, Septinus Timang mengatakan apa yang disampaikan Magai terlalu berlebihan dan terkesan tendensius.

Kepada BM, Minggu (18/8/2024), Ia menegaskan bahwa di pemerintahan ada aturan keprotokoleran yang perlu pahami oleh semua orang.

"Saya pikir dia perlu memahami aturan dalam protokoler pemerintahan. Momen waktu itu ada terkesan dia menorobos masuk untuk foto bersama, sedangkan ini masih momen foto bersama bupati dengan para isteri forkompinda dan nanti disusul paguyuban dan ada beberapa organ lain yang antre seseuai degan arahan keprotokoleran” ungkapnya.

Ia mengatakan bahwa apa yang disampaikan Awen Magai kepada salah satu media terkesan membuat disharmonis di momentum 17 agustus.

Timang mengatakan usai upacara, banyak yang hadir saat itu ingin bersalaman dengan bupati termasuk sekedar ingin foto bersama. Dan ini sempat mengganggu acara yang sudah di siapkan atau dijadwalkan protokoler.

“Karena agenda Bapa Bupati itu padat di dua hari seperti menghadiri Upacara Taptu, Pengukuhan Paskibra hingga yang terakhir Resepsi Kenegaraan. Di momen ini ada beberapa organ juga sejak awal dan melihat semuanya memanfaat momen untuk foto bersama atau sekedar bersalaman dengan memanfaatkan momentum yang ada" ungkpanya.

Timang mengingatkan, perlu diketahui bahwa acara kenegaraan seperti ini, rundown acaranya yang di dalamnya termasuk sesi foto bersama dengan urutannya sudah dibuat oleh humas dan protokoler Pemda Mimika. Semua terjadwal sesuai urutannya.

Ia menyebutkan beberapa sesi foto bersama yang sudah di list adalah foto bersama dengan anggota Paskibraka, Forkompinda, pimpinan OPD, DPRD dan perwakilan paguyuban dan tokoh masyarakat lainnya.

Menurut Timang, pada momentum kemarin semua orang saat itu secara pribadi ingin mengabadikan foto dengan bupati karena ini momen terakhir kepemimpinan beliau dengan Bapa Eltinus Omaleng (OMTOB) sehingga humas juga sedikit sulit mengontrolnya.

"Momen seperti itu dimanfaatkan oleh Awen Magai Ketua KNPI. Dia saat itu terkesan terobos masuk dalam barisan Ibu-ibu Forkompinda yang saat itu memang sudah siap berfoto dengan bapak bupati," ungkapnya lagi.

"Kalimat dari bapa bupati jelas, nanti sebentar setelah ibu-ibu forkompinda dan paguyuban. Karena biasanya selalu ada diskusi singkat dalam momen seperti itu apalagi KNPI merupakan mitra strategis pemerintah. Humas saat itu juga berada di bawah podium foto untuk mengatur," ujarnya.

Timang menyebutkan bahwa di saat bersamaan waktu itu, Bupati Mimika Johannes Rettob juga harus mendatangi Lapas Timika guna menghadiri upacara sekaligus pemberian remisi untuk tahanan.

"Saat itu juga sudah mau pukul 12.00 WIB dan beliau harus ke lapas. Ada pimpinan OPD, ASN dan masyarakat juga yang tidak sempat foto dengan beliau karena memang dibatasi protoker. Bukan hanya dia (ketua KNPI -red). Bagian lapas sudah menghubungi humas dan humas sudah sampaikan sehingga bupati harus ke kesana untuk menghadiri upacara," jelasnya.

Septinus mengatakan juga bahwa jika Ketua KNPI ingin mengambil waktu khusus dengan bupati, seharusnya bisa di sela-selah usai kegiatan lapas atau lebih santai pada acara Resepsi Kenegaraan di Eme Neme pukul 19..00 WIB.

"Resepsi malam pasti lebih santai dalam suasana keakraban dan kekeluargaan yang bisa dimanfaatkan oleh ketua KNPI,  jadi tidak ada kesan kalau dihalangi karena Bapa Bupati menghormati semua, apakati ini momen terakhir 17an kepemimpinan OMTOB" ungkapnya.

Ia mengingatkan juga bahwa di tiap momentum perayaan kemerdekaan, bupati harus berhadapan dengan sejumlah kegiatan terjadwal yang sangat padat.

Bupati John dari Jumat pagi hingga Sabtu malam harus menghadiri sejumlah acara yang sudah dijadwalkan. Walau demikian, menurut Timang, Bupati John dapat menghadiri semuanya.

"Jadi KNPI sebagai mitra strategis pemerintah tinggal bagaimana memanfaatkan momen yang ada. Jadi kami pikir info seperti ini tidak perlu digiring ke mana-mana. Biasa saja itu kan, saya pikir bukan hanya dia yang dilarang ikut foto saat itu karena memang ada urutannya bahkan ada beberapa pimpinan OPD yang dilarang karena ada ageda yang beliau (bupati-red) harus hadiri. Semua harus tahu aturan dan mekanisme yang ada. Jangan terlalu berlebihan. Biasa-biasa saja, apalagi sampai harus mendeskreditkan bahkan dipolitisir, " tegasnya.

Dikatakan Timang, beberapa paguyuban saat habis upacara mereka juga tidak sempat foto bersama bupati namun mereka hadir di Eme Neme dan manfaatkan momen itu untuk foto bersama dan berdiskusi dengan bupati dengan santai.

“Seharusnya ketua KNPI juga bisa seperti itu, bukan hanya karena sebuah teguran, terus digiring memana-mana, pada prinsipnya saya memahami sikap beliau (ketua KNPI). Namun pada intinya tidak ada sikap arogansi dari pimpinan daerah, apalagi kesan mengusir justru itu terkesan tendensius” tandasnya. (Red)

Momen 17 Agustus di Mappi, Pj Michael Gomar : Suatu Kebanggaan Bisa Berada dan Mengabdi di Negeri Ini

Pj. Bupati Mappi Dr. Michael R. Gomar Saat Memimpin Jalannya Upacara HUT RI Ke-79

MAPPI, BM

Upacara peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 79 Tahun 2024 di Kabupaten Mappi, Provinsi Papua Selatan berlangsung khidmat. Upacara berlangsung di Lapangan GOR Kepi pada Sabtu (17/8/2024).

Upacara diikuti pelajar pelajar SD, SMP, SMA bersama ASN Pemkab Mappi, TNI-Polri, TP- PKK, Pramuka, Organisasi Masyarakat (Ormas) serta masyarakat umum di Kabupaten Mappi.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Penjabat Bupati Mappi Dr. Michael R. Gomar, teks proklamasi dibacakan anggota DPRD, Barnabas Gobay sementara UUD 1945 dibacakan Sekretaris Daerah Mappi, Ferdinandus Kainakaimu.

Sementara itu, bertindak sebagai komandan upacara adalah Lettu Inf Yudianto Yanto, Komandan Paskibra Serda Yudhi A. Hatumesen dan pembawah bendera Merah Putih merupakan siswi SMA YPPK St. Yohanes Paulus Kepi bernama Nuriyanti Dias.

Selain pengibaran, upacara penurunan Bendera Merah Putih yang berlangsung pukul 17.00 (WIT) inspektur upacara juga adalah Pj Bupati, Dr. Michael R. Gomar.

Dua momen baik pengibaran maupun penurunan sang saka merah putih ini berlangsung sempurna karena semua petugas menjalankan tugasnya dengan baik terutama anggota Paskibraka.

Momen ini kemudian dipadukan dengan resepsi kenegaraan yang berlangsung di lokasi yang sama pada pukul 19.00 WIT serta diikuti oleh ribuan masyarakat Mappi.

Pada resepsi kenegaraan, Pj Bupati menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak dan masyarakat Mappi yang ikut mendukung semua rangkaian kegiatan HUT ke 79 tahun 2024 sehingga semua berjalan aman dan lancar.

"Mari kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan yang maha kuasa, karena kasih, berkat dan campur tanganNYA, semua rangkaian kegiatan dalam rangka HUT ke 79 tahun 2024 dapat berjalan dengan aman, lancar dan sukses,” ungkapnya.

Dikatakan Pj. Bupati semua kegiatan sukses diselenggarakan karena juga adanya kerja sama serta dukungan dari panitia HUT, tokoh agama, masyarakat, perempuan, tokoh pemuda, pimpinan organisasi kemasyarakatan, dan seluruh dukungan masyarakat Mappi.

Momentum ini lanjut Pj. Bupati merupakan suatu kebanggaan bagi dirinya karena bisa berada di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Mappi dengan penuh semangat nasionalisme.

Gomar mengatakan bangsa Indonesia telah memproklamasikan kemerdekaan RI yang ke-79 di tahun 2024. Menurutnya inilah momentum yang tepat dan syarat dengan nilai-nilai perjuangan dan pengorbanan para kusuma bangsa.

Ia mengingatkan masyarakat Mappi bahwa para pejuang dengan tulus berjuang serta rela berkorban tanpa pamrih semata-mata untuk memperjuangkan dan memproklamasikan kemerdekaan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NkRI).

“Kemerdekaan yang telah kita raih saat ini, merupakan langkah awal yang dititipkan oleh parah pejuang kita sebagai generasi penerus bangsa untuk mengantarkan kehidupan masyarakat kearah yang lebih baik,” ucapnya.

“Saya mengajak kita semua kedepannya untuk saling mendukung serta terciptanya pelayanan kepada masyarakat yang adil serta saling suport segala bentuk pembangunan. Hal itu bertujuan untuk mencapai apa yang kita inginkan bersama yakni kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Red). 

Top