Politik & Pemerintahan

BPBJ Catat 207 Paket Tender Telah Berkontrak

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Setda Mimika, Bambang Wijaksono

MIMIKA, BM

Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Sekretariat Daerah Kabupaten Mimika mencatat sudah sebanyak 207 paket yang telah berkontrak baik itu paket tender maupun seleksi.

"Paket tender sebanyak 207 itu nilai kontraknya sebesar 1 triliun 267 miliar," kata Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Setda Mimika, Bambang Wijaksono saat ditemui, Rabu (21/8/2024).

Sementara yang sedang berproses posisi paketnya ada di Pokja berjumlah ada 74 paket.

Ia mengatakan, paket yang sampai dengan hari ini masih (kemarin-Red) di OPD yang mana OPD belum kirim ke BPBJ, jumlahnya ada 48 paket baik tender maupun seleksi.

"Selain itu ada juga paket yang sudah didelegasikan ke Polah, namun belum disentuh ada sekitar 57 paket. Kenapa belum disentuh karena mereka masih fokus yang 74 paket tadi. Sebab kita harus antri karena kekurangan ppolka,"ujarnya.

Kemudian paket yang sudah dikirim dari OPD ke BPBJ ada 52 paket.

"Kenapa belum saya kasih ke Pokja karena Pokja ini daftar tunggunya masih yang di paket 74 itu, dan saya kirim lagi yang 57 paket,"tuturnya.

Walau demikian, paket yang sedang berproses ini kemungkinan seminggu kedepan sudah rampung.

Bambang mengaku, bahwa keterlambatan proses tender dikarenakan sebagian besar PPK mengirim ke PBJ pada awal Juni dan Juli.

"Harusnya bulan Maret paket-paket harus dikirimkan ke kita agar kita bisa proses. Jumlah OPD kita banyak, pada saat yang bersamaan dikirim dan sehebat Pokja pun kalau dikirim sekaligus juga susah. Akhirnya, terjadi penumpukan," ungkapnya.

Diketahui, jumlah keseluruhan paket tender maupun seleksi di Kabupaten Mimika sekitar 502 paket, dan yang telah rampung sekitar 207 paket. (Shanty Sang) 

Diluar Dugaan, Ratusan Warga Hadiri Pertemuan Bersama Menangkan Pasangan JOEL


Ratusan warga hadiri pertemuan perdana relawan JOEL

MIMIKA, BM

Pasangan Calon Bupati Johannes Rettob dan Calon Wakil Bupati Emanuel Kemong (JOEL) memutuskan akan melakukan deklarasi pencalonan sekaligus pendaftaran ke KPUD Mimika pada tanggal 29 Agustus 2024.

Keputusan ini disampaikan dalam pertemuan bersama Calon Wakil Bupati Emanuel Kemong didampingi Ketua DPC Partai PDIP Yohanes Felix Helyanan dan Ibu Susi Herawati Rettob bersama ketua paguyuban, relawan dan simpatisan JOEL di Grand Tembaga Timika, Selasa (20/8/2024).

Pertemuan ini dalam perencanaan awal hanya dilakukan dalam jumlah terbatas sebagai bentuk koordinasi awal namun diluar ekspektasi, ratusan warga yang datang membuat ruangan pertemuan hingga halaman hotel bagian belakang terasa begitu sesak.

Mengawali pertemuan, Ketua DPC PDIP Mimika, Yohanes Felix Helyanan meminta maaf kepada para tokoh paguyuban, relawan dan simpatisan karena ketidakhadiran Calon Bupati Johannes Rettob.

“Terimakasih kepada kita semua yang sudah datang menunjukkan dukungan dan komitmen kepada pasangan JOEL,” ujarnya.

“Kami minta maaf Bapak Johannes Rettob tidak bisa hadir karena secara aturan beliau masih aktif statusnya sebagai bupati Mimika. Dan kita semua tidak boleh melanggar aturan ini,” ungkapnya.

Walau demikian, menurut Helyanan, kehadiran Calon Wakil Bupati Emanuel Kemong dan Ibu Susi Herawati telah mewakili kehadirannya disini.

Helyanan juga mengatakan bahwa pasangan JOEL sejauh ini telah menerima dukungan dari beberapa partai politik yakni PDIP, PBB dan PAN serta dua partai non shift yakni PKS dan PSI.

“Jangan terpengaruh dengan isu yang berkembang di Mimika. Pasangan JOEL telah menerima B1KWK dari PDIP dan telah diserahkan 3 minggu lalu oleh Komaruddin Watubun. Hanya saja selama ini kita tidak ingin bereforia dan expose berlebihan,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan bahwa Partai Hanura akan kembali mendukung pasangan JOEL dan dalam beberapa hari ini akan diserahkan kembali di Jakarta.

“Hanura akan kembali mendukung pasangan JOEL dan besok akan diberikan B1KWK. Jadi mari kita bersatu, rapatkan barisan ke depan menangkan JOEL untuk memimpin, membawa aspirasi dan perubahan yang kita harapkan bersama. Kita semua yakin dan optimis mereka akan memimpin Mimika,” ungkapnya.

Calon Wakil Bupati Emanuel Kemong juga menyampaikan permintaan maaf karena Calon Bupati Johannes Rettob tidak bisa menghadiri pertemuan ini.

“Ini karena aturan, sehingga beliau tidak bisa hadir. Tapi kali ini saja namun selanjutnya ketika masa bakti sebagai bupati berakhir maka beliau akan selalu hadir,” ungkapnya.

Kemong mengaku kaget melihat begitu banyak Warga yang hadir dalam pertemuan ini. Ia tidak menyangka akan membludak seperti ini. Menurut Kemong ini merupakan konsekuensi dari sebuah perjuangan.

“Ada sedikit miss informasi, seharusnya pertemuan ini terbatas untuk memberikan masukan sebelum terbentuknya tim besar nanti sehingga kita gunakan tempat yang terbatas ini, tapi ekspektasi kalian luar biasa sampai ruangan ini tidak bisa menampung,” ujarnya.


Calon Wakil Bupati Emanuel Kemong saat memimpin jalannya pertemuan

Ia mengatakan saat membentuk tim pemenangan nanti akan digunakan gedung yang lebih besar bahkan akan menggunakan lapangan terbuka.

“Tapi ini semua akan kita lakukan ketika beliau (JR-red) berakhir masa jabatannya. Kita akan gunakan pasar lama. Terbuka dan tidak sembunyi-sembunyi. Kita juga akan gunakan depan pasar lama sebagai Kantor Sekretariat Pemenangan JOEL,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan bahwa pada siang hari sebelum pertemuan ini, seharusnya dilakukan pertemuan partai pendukung di Grand Tembaga namun pertemuan harus ditunda sementara karena akan ada penambahan dukungan dari partai politik.

“Kami diminta sabar, karena ada partai-partai baru yang akan gabung dan dukung dan sedang stanby sehingga mereka minta kami jangan memulai pertemuan, tunggu mereka gabung dulu sehingga pertemuan tadi kami tunda,” ungkapnya.

Secara resmi, Kemong juga mengatakan Pasangan JOEL akan melakukan deklarasi dan pendaftaran ke KPUD Mimika pada tanggal 29 Agustus 2024.

“Kita sudah putuskan deklarasi sekaligus mendaftar di KPU tanggal 29 nanti dan dipusatkan di lapangan ex pasar swadaya. Bagaimana proses ini akan dilakukan? Kita akan padukan semuanya sehingga proses ini berjalan dengan baik dan lancar. Apakah semua semua sepakat dan terima? tanyanya kepada relawan dan semuanya menjawab, siap!

Sementara itu, Ibu Susi Herawati Rettob menyampaikan terimakasih mewakili suaminya, Johannes Rettob kepada semua yang hadir dalam pertemuan ini.

"Terimakasih buat doa, dukungan yang luar biasa dan spontanitas ini kepada pasangan JOEL. Rencana pertemuan ini baru dibuat tadi pagi tapi begitu banyak yang datang. Ini sangat luar biasa dan menunjukan bahwa semua punya hati untuk JOEL," lanjutnya.

"Saya, atas nama bapak bupati yang masih aktif dan akan menjadi calon bupati, mohon maaf yang sebesar-besarnya karena beliau ingin juga bertemu tapi kondisi dan keadaan belum memungkinkan saat ini," ungkapnya.

Ia juga mengingatkan relawan JOEL untuk tidak lagi meragukan dukungan partai politik terhadap pasangan ini.

"Perahu sudah sangat jelas dan cukup, kita doakan akan bertambah lagi," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan alasan mengapa pasangan JOEL memilih tanggal 29 untuk deklarasi dan melakukan pendaftaran.

"Tanggal 29 itu waktunya panjang dari pagi sampai kurang 5 menit jam 12 malam baru ditutup. Kalau tanggal dibawahnya hanya sampai sore. Maka bapa berdua (JOEL) memutuskan tanggal 29. Secara teknisnya akan diatur oleh tim," jelasnya.

Dikatakan juga, sudah banyak tim dan relawan yang terbentuk dan semuanya akan disatukan usai tanggal 6 September, yang merupakan masa berakhirnya pemerintahan OMTOB.

"Setelah ini, kita langsung mulai, bapak sudah pasti terjun ke lapangan terus meresmikan posko-posko dan relawan serta kegiatan lainnya yang telah disiapkan. Kita tetap semangat dan sekali lagi terimakasih atas semua dukungan ini," ungkapnya. (Ronald Renwarin)

Bupati Jhon Rettob Tanggapi Pemalangan Kantor Bagian SDM


Beberapa tulisan ungkapan kekecewaan pegawai terpampang di depan pintu masuk kantor SDM

MIMIKA, BM

Suasana di Sentra Pemerintahan SP3 hari ini, Senin (19/8/2024) terlihat heboh karena terjadi pemalangan Kantor Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) oleh sebagian pegawai instansi tersebut.

Pemalangan diakibatkan karena ketidakpuasan dengan beberapa alasan diantaranya pegawai menilai Kabag SDM memilih kasih, kabag dinilai lebih memprioritaskan pegawai baru yang adalah guru serta mengabaikan keberadaan pegawai yang telah lama berakarir di OPD terutama ASN Amor dan ketidakpuasan mereka dengan cara kerja bendahara.

Pemalangan tersebut akhirnya telah dibuka setelah Plt Sekda Mimika, Petrus Yumte pada siang menjelang sore tadi langsung datang menemui para pegawai yang melakukan aksi tersebut.

Terkait masalah ini, Bupati Mimika Johannes Rettob kepada media ini mengatakan ia telah menerima informasi tersebut.

"Saya tidak tahu internal di SDM ini seperti apa karena belum panggil dia (kabag SDM-red). Nanti saya akan panggil untuk tanyakan hal ini," ujar JR malam ini, di Grand Tembaga.

Walau demikian, Bupati John mengatakan bahwa masalah yang ada di Bagian SDM sebenarnya ada dan juga hampir sama di semua OPD.

"Hampir semua OPD ada masalah ini, terutama terkait dengan bendahara dan penempatan pegawai seperti guru di OPD. Sebenarnya dari awal mau dikembalikan semua hanya karena terbentur pada situasi saya saat ini! Ini yang membuat sehingga saya belum bisa melakukan banyak hal," ungkapnya.

Ia mengatakan ini merupakan persoalan pemerintah dan sudah sering dibahas hal seperti ini. Ia juga sudah sering mengingatkan hal ini sedari awal.

"Ini jadi masalah kita dan sudah sering bahas masalah ini. Saya tidak menyangka bahwa tiba-tiba gejolak ini muncul. Ini internal pemerintah dan saya berharap kita akan bicarakan ini secara internal.

Menurutnya jika hal ini sedari awal sudah dilakukan evaluasi maka tidak akan bergejolak. Menurutnya penempatan pegawai memang harus disesuaikan dengan kapasitas dan kapabilitas pegawai tersebut.

"Saya juga tidak tahu kenapa mereka bisa masuk di tempat itu karena mereka diterima di tempat lain tapi ditempatkan disitu. Ini harus di evaluasi semua. Besok saya turun dan lihat keadaan ini," ungkapnya. (Ronald Renwarin

Top