Politik & Pemerintahan

Dukcapil Mimika Gelar Rakornis

Pemukulan tifa menandai jalannya kegiatan

MIMIKA, BM

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Mimika menggelar rapat koordinasi teknis (Rakornis), Senin (26/8/2024).

Rakornis yang berlangsung di Horison Diana ini mengusung tema "Percepatan Transformasi Digital Untuk Pelayanan Publik Dan Suksesnya Pilkada Serentak Tahun 2024".

Ketua Panitia kegiatan Rakornis Dukcapil, Damaris dalam laporannya mengatakan tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk melakukan evaluasi dan monitoring pelayanan adminduk, Membangun kolaborasi layanan lintas sektor dan Percepatan transformasi digital untuk pelayanan publik dan suksesnya pilkada serentak tahun 2024.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Mimika, Septinus Timang dalam sambutannya mengatakan, transformasi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan suatu keharusan yang mendesak.

Di era yang semakin terhubung ini, menurutnya pelayanan publik harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar dapat memberikan layanan yang cepat, efisien, dan transparan.

"Dalam konteks Pilkada serentak 2024 yang akan datang, percepatan transformasi digital yang kita lakukan saat ini juga memiliki peran yang sangat penting dalam menyukseskan Pilkada serentak," kata Septinus.

Septinus mengatakan, bahwa teknologi tidak hanya dapat memfasilitasi penyelenggaraan pemilu yang lebih efektif tetapi juga memastikan akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi publik yang lebih luas.

Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari inovasi yang diterapkan, mulai dari kemudahan akses informasi hingga pelayanan yang lebih cepat dan tepat sasaran.

"Melalui Rakornis ini, kita berharap dapat menyatukan langkah dan menyelaraskan visi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil,"ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi dan sinergi antar stakeholder sangat diperlukan untuk mempercepat implementasi transformasi digital di berbagai sektor, khususnya dalam mendukung pelayanan publik dan kesuksesan Pilkada.

Ia percaya bahwa dengan komitmen yang kuat, sukses dan kerja sama yang solid dapat mewujudkan transformasi digital yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat.

"Saya juga mengajak semua pihak untuk memberikan kontribusi terbaiknya, baik dalam bentuk ide, inovasi, maupun aksi nyata, demi tercapainya tujuan bersama,"ungkapnya. (Shanty Sang) 

Bapenda Gelar Sosialisasi Kebijakan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah

Suasana sosialisasi kebijakan pajak daerah dan retribusi daerah

MIMIKA, BM

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mimika menggelar sosialisasi kebijakan pajak daerah dan retribusi daerah kepada wajib pajak atau pelaku usaha.

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Grand Tembaga, Jumat (23/8/2024) dibuka secara resmi oleh Asisten II Setda Mimika Willem Naa.

Asisten II Setda Mimika Willem Naa dalam sambutannya mengatakan, pajak menjadi sektor penting dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga kesadaran membayar pajak perlu terus disosialisasikan kepada masyarakat.

Menurutnya, di Kabupaten Mimika masih banyak potensi pajak yang belum digali secara maksimal.

"Saya harap agar kerja sama, sinergitas, dan koordinasi semua pihak meningkatkan perannya dan proaktif dalam mendukung upaya menggali sumber-sumber pendapatan asli daerah,"kata Wilem.

Di samping itu, kata Wilem dalam hal penggunaan anggaran, setiap OPD pemungut harus berorientasi pada kinerja dan belanja daerah harus dijadikan sebagai stimulus bagi percepatan pertumbuhan ekonomi.

Ia pun menghimbau seluruh masyarakat agar tidak bosan menanyakan kepada petugas pajak bagaimana cara melaporkan dan membayar pajak dengan benar.

Katanya, bagi masyarakat wajib pajak sudah seharusnya disiplin dalam melakukan kewajiban baik itu pajak pribadi maupun badan usaha. Warga yang cerdas akan paham bahwa pajak bukanlah hal yang menakutkan, melainkan menjadi suatu kebanggaan.

"Jadilah warga Mimika yang taat pajak. Mari kita tingkatkan komitmen bersama untuk terus meningkatkan PAD dalam rangka menopang pembangunan Mimika yang kita cintai,"ungkapnya.

Sementara Ketua Panitia, Rina Wasareah dalam laporan kegiatan mengatakan kegiatan sosialisasi ini dilakukan setiap tahun.

Giat menjadi satu ruang di mana Bapenda yang diberikan kewenangan oleh pemerintah daerah memberikan sosialisasi kepada wajib pajak dalam rangka memasyarakatkan masyarakat Mimika.

"Tujuannya adalah kita memberikan pemahaman sehingga masyarakat ketika mendengar pajak tidak merasa itu sesuatu yg menakutkan karena terkesan memaksa. Kita harus tahu tujuan membayar pajak itu apa," pungkasnya. (Shanty Sang

BMKG Himbau Warga Jangan Panik dengan Potensi Gempa Megathrust

Forecaster BMKG Mimika, Sony Hartono

MIMIKA, BM

Akhir-akhir ini kabar mengenai megathrust di Indonesia yang berpotensi menyebabkan gempa besar dan memicu tsunami menjadi sorotan masyarakat Indonesia.

Terkait hal ini, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mimika meminta masyarakat tidak panik dengan potensi terjadinya gempa megathrust di Indonesia.

Forecaster BMKG Mimika, Sony Hartono saat ditemui, Rabu (21/8/2024) mengatakan sesuai penjelasan tim BMKG pusat megathrust ini merupakan skala nasional.

Menurutnya ini menjadi ancaman di Indonesia dan info ini bukan pertama kali karena hal yang sama juga pernah terjadi pada 2018 lalu dan sempat memicu kehebohan serupa.

"Secara geofisika, kalau sudah lama tidak terjadi gempa maka ada kemungkinan akan terjadi gempa yang besar,"kata Sony.

Menurut Sony, Indonesia sebagai daerah tropis memiliki tumpukan lempeng yang cukup banyak. Seperti di daerah Sumatera bagian Barat sampai Jawa bagian Selatan. Memang sudah kelihatan sedikit-sedikit di daerah Jawa. Jadi ada ancaman untuk terjadinya gempa besar.

Sementara di Kabupaten Mimika yang merupakan bagian Selatan Papua, potensi terjadinya megathrust itu kecil.

"Dibanding daerah lain di Indonesia, Mimika bukanlah merupakan jalur lempeng utama. Bahkan potensi terjadinya gempa juga sangat minim. Yang paling sering adalah di bagian Utara Papua seperti Sorong, Nabire, dan Jayapura,"ujarnya.

Katanya, kalau bagian Selatan ini masih aman karena tidak ada pertemuan lempeng di sini. Yang ada hanya patahan-patahan kecil. Kalaupun ada tsunami mungkin akan lebih berdampak adalah di kampung-kampung dan pesisir-pesisir, namun itu pun tidak terlalu parah.

"Oleh sebab itu saya menghimbau warga Mimika agar jangan panik dengan Info megatrust. Dan yang paling penting adalah kesiapsiagaan bencana baik sebelum ketika kejadian, maupun sesudah kejadian,"tuturnya.

Walaupun di Mimika tidak terlalu berdampak, namun kata Sony masyarakat tetap dingatkan agar tetap waspada, mana tahu suatu saat ada warga pergi ke tempat lain yang memiliki potensi gempa paling tinggi itu sudah tahu apa yang harus dilakukan.

Lebih lanjut, Sony mengatakan, kata potensi Megathrust di Indonesia bukanlah peringatan dini. Karena, gempa berbeda dengan tsunami yang bisa diprediksi oleh BMKG.

"Gempa itu kita tidak bisa prediksi. Jadi ini memang bukan peringatan dini, tapi untuk kesiapsiagaan saja,"ungkapnya. (Shanty Sang)

Top