Politik & Pemerintahan

17.042 Warga Mimika Sudah Gunakan KTP Digital

Kepala Dinas Dukcapil Mimika, Slamet Sutejo

MIMIKA, BM

Pemerintah Pusat menargetkan sebanyak 25 persen penduduk Indonesia sudah meregistrasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) atau bermigrasi menggunakan KTP digital.

Di Mimika per 4 Juli 2024 sudah 17.042 warga sudah menggunakan  KTP digital.

Perlu dikatuhi keunggulan KTP Digital adalah penggunaannya lebih praktis, mudah diakses dan tidak bisa hilang serta rusak.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Mimika, Slamet Sutejo saat ditemui di Hotel Horison Diana, Senin (8/7/2024) mengatakan, setiap harinya tidak sedikit masalah tentang hilang atau rusaknya KTP.

Slamet mengatakan banyak warga yang sudah memiliki KTP tetapi kadang urusannya ingin mengganti alamat dan mengganti status.

"Contoh, kemarin perekaman KTP itu sebanyak 236 keping. Namun, yang perekaman pertama hanya 46 orang, sedangkan sisanya itu ganti alamat dan ganti status serta KTP hilang atau rusak," ujarnya.

Lanjutnya, peluncuran KTP Digital baru dimulai tahun ini namun ini akan terus berkembang sambil menjaga keamanan data.

Sementara ini, yang paling banyak menggunakan atau yang telah memiliki KTP Digital adalah warga di wilayah kota. Sedangkan di wilayah pesisir dan pedalaman masih menggunakan KTP Elektronik.

"Di wilayah kota sudah terakses, sedangkan di pedalaman kan, tidak semua warga punya ponsel android. Tapi mereka punya KTP. Yang sudah digital tetap kita digitalkan, yang KTP elektronik tetap masih berlaku," pungkasnya. (Shanty Sang)

Kepala Suku Jila : Emanuel Kemong Sosok Tepat Dampingi John Rettob

Kepala Suku Jila Kabupaten Mimika, Petrus Ogol Magai

MIMIKA, BM

Kepala Suku Jila Kabupaten Mimika, Petrus Ogol Magai menyebutkan bahwa Emanuel Kemong adalah sosok yang sangat tepat mendampingi Johannes Rettob maju di Pilkada Mimika.

Menurut Petrus, sosok Emanuel Kemong selama menjabat sebagai Direktur YPMAK sudah terbukti memperhatikan masyarakat dalam banyak hal diantaranya membangun rumah penduduk baik pesisir, pedalaman maupun pegunungan Mimika.

Ia juga menyebutkan sebelum menjadi Direktur YPMAK, Emanuel adalah seorang guru yang berpengalaman dan bersahaja.

"Sekarang dia (Emanuel Kemong) mau jadi wakil bupati itu bagus dan saya bersama masyarakat Jila pasti mendukung. Jadi sebelum Kabupaten Mimika ini ada Manu (sapaan akrab Emanuel Kemong) sudah jadi guru di Timika. Sedangkan, untuk Bapak John Rettob beliau yang buka isolasi daerah kami di Jila," ungkapnya.

Dikatakan, selama kepemimpinannya Emanuel Kemong hadir untuk semua golongan di Kabupaten Mimika dan sudah berbuat banyak lewat pengabdian sebagai seorang guru. Terbukti saat ini sudah banyak yang menjadi pejabat. Semua itu adalah hasil didikannya.

"Saya ajak masyarakat Mimika untuk memberi dukungan kepada Calon Bupati Johannes Rettob dan Calon Wakil Bupati Emanuel Kemong. Jangan sia-siakan, ini pemimpin jujur dan terbaik kita," ajaknya.

Ia sangat percaya dan yakin Johannes Rettob dan Emanuel Kemong mampu, layak dan sangat bisa membangun Mimika jadi lebih baik.

Petrus juga mengatakan, secara silsilah keluarga, marga Kemong adalah pemimpin. Sehingga saat menduduki jabatan sebagai direktur YPMAK dirinya bertindak sebagai pemimpin tanpa membedakan suku agama ras dan golongan.

Sementara itu, dimata Petrus, Johannes Rettob yang kini menjabat sebagai Plt Bupati Mimika merupakan sosok yang luar biasa dan sangat berjasa bagi warga pesisir, pedalaman dan pegunungan di Mimika. (Red)

Kelola Rp2 Miliar Program Padat Karya, Distrik Jita Bangun 10 Unit Rumah Layak Huni

Kepala Distrik Jita, Suto Rontini

MIMIKA, BM

Kepala Distrik Jita, Suto Rontini mengatakan, tahun 2024 ini pihaknya mendapat alokasi anggaran sebesar Rp2 miliar untuk program padat karya. Dengan anggaran tersebut maka akan difokuskan pada pengembangan dan pemerataan infrastruktur di 10 kampung.

"Kita tidak butuh rumah yang mewah, tetapi kita membutuhkan rumah layak huni dengan jumlah yang banyak," kata Suto saat diwawancarai di Hotel Horison Diana, Senin (8/7/2024).

Suto mengaku memang sudah ada pembangunan rumah dari pemerintah melalui Dinas Pemukiman namun itu masih terbatas. Oleh karena itu, anggaran padat karya ini akan didistribusikan untuk program pembangunan rumah layak huni ini.

"Rencananya, tahun ini kita akan membangun 10 unit layak huni dengan kearifan lokal dan didesain seekonomis mungkin. Dan dalam perencanaannya nanti satu kampung akan dibangun satu unit rumah layak huni,"ujarnya.

Dikatakan, dalam pembangunan nanti adalah bangunan dari papan, terdiri dari dua kamar, satu ruang tamu, dan satu ruang makan serta kamar mandi.

Katanya, selama ini masyarakat di Distrik Jita memiliki rumah yang sangat tidak layak untuk dihuni. Dinding dan atapnya terbuat dari rumbia. Tentunya hal itu sangat tidak nyaman dan lebih mudah terkena bencana.

"Misalnya di rumah itu memasak di tungku, kemudian percikan api mengenai atap dari rumbia tadi, bisa dibayangkan resikonya seperti apa,"katanya.

Suto berharap konsep rumah yang akan didesain ini, bisa diadopsi oleh pemda melalui dinas atau OPD terkait. Dan juga seluruh kepala distrik yang ada di pesisir untuk dipakai sebagai desain atau model pembangunan rumah layak huni.

"Kalau misalnya setiap tahun, dari padat karya satu unit, dari dana desa satu unit, satu tahun kita sudah bisa membangun dua unit rumah di satu kampung. Apalagi kalau ada tambahan dari Dinas Pemukiman, tentu akan lebih bagus lagi," pungkasnya. (Shanty Sang)

Top