Politik & Pemerintahan

Ini Yang Dilakukan PUPR Mmika Guna Tangani Banjir Di SP5

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Mimika, Robert Mayaut

MIMIKA, BM

Pasca terjadinya bencana banjir di SP5, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Mimika akan melakukan sejumlah perbaikan.

Ditemui awak media usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Mimika, Selasa (11/6/2024), Kepala Dinas PUPR Mimika, Robert Mayaut mengatakan perbaikan dilaksanakan dalam jangka pendek dan panjang.

“Saya sudah turun, ada beberapa hal yang di ruas SP2-SP5 akan kita lakukan perbaikan-perbaikan misalnya dimensi cross jalannya kita tambah fox-nya,” katanya.

“Di sungai itu kita harus sodet untuk jangka panjangnya. Karena dia makin banyak putar makin naik di permukaan,” imbuhnya.

Robert memaparkan untuk jangka pendek akan dilakukan pembersihan aliran sungai yang tersumbat dan normalisasi di titik tersebut.

“Untuk jangka panjang memang harus ada kanal-kanal seperti di Jakarta karena daerah yang datar. Jika curah hujan tinggi ya konsekuensi apalagi kita membuat sempit sungai-sungai atau yang tadinya ada kali mati kita uruk, ditutup maka air akan naik. Satu minggu curah hujan juga cukup tinggi,” jelas Robert.

Ia menambahkan normalisasi di kali Piuga harus menyeluruh dari hulu ke hilir.

“Paling tidak ada kanal-kanal di kota nanti kedepannya harus menjadi perhatian untuk memotong air dari Kuala, turun kita sanggah dia,” ucapnya. (Elfrida Sijabat)

Kabupaten Mimika Pertama Luncurkan Tahapan Pilkada 2024

Para komisioner KPUD Mimika saat menyampaikan terkait akan dilakukan peluncuran tahapan Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Mimika tahun 2024.

MIMIKA, BM

Kabupaten Mimika merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Papua Tengah yang pertama akan melakukan peluncuran tahapan Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Mimika tahun 2024.

Hal ini disampaikan oleh anggota komisioner KPUD Mimika dihadapan awak media, Jumat (28/06/2024).

Ketua KPU Mimika, Dete Abugau mengatakan bahwa peluncuran tahapan Pemilu Bupati dan Wakil Bupati akan dilakukan pada tanggal 29 Juni mendatang di Jalan WR Supratman.

"Nanti saat peluncuran tahapan pemilu Bupati dan Wakil Bupati kita akan hadirkan artis untuk meramaikan kegiatan ini," katanya.

Menurutnya, tujuan dilakukan kegiatan itu adalah untuk memberikan sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat.

"Kita undang masyarakat agar datang dan kita sudah siapkan armada untuk jemput dan antar. Kita ajak masyarakat karena masyarakat sudah sadar dan antusias ikut dalam pemilu," ujar Dete.

Sementara itu ditambahkan Koordinator Divisi Hukum KPU Kabupaten Mimika Hironimus Kia Ruma, untuk konsep pelaksanaan peluncuran tahapan Pilkadanya memang dibuat agak berbeda, karena Kabupaten Mimika adalah Kabupaten pertama di Provinsi Papua Tengah yang melakukan peluncuran tahapan Pilkada Setelah Provinsi Papua Tengah pada tanggal 22 Juni lalu.

"Karena pertama untuk seluruh Kabupaten di Provinsi Papua Tengah kita akan bikin konsepnya yang meriah. Kita bikinnya meriah karena ini merupakan ajakan sosialisasi kepada masyarakat luas,"ungkapnya.

Kata Hiro sosialisasi kepada masyarakat sangat penting supaya pada tanggal 27 November mendatang masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan cara yang bertanggungjawab.

"Karena Pilkada yang aman itu bukan hanya tanggung jawab negara tapi semua pihak termasuk penyelenggara,"katanya.(Ignasius Istanto)

Ada 8 Hal yang Dikupas Plt Bupati Mimika John Rettob di Sentra Pemerintahan

Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob saat disalami para ASN usai memimpin apel pagi

MIMIKA, BM

Ada sejumlah persoalan di lingkup Pemda Mimika yang dibongkar Plt Bupati Mimika Johannes Rettob saat memimpin apel perdananya di lapangan upacara Sentra Pemerintahan SP 3, Senin (3/6)

Pertama, John Rettob yang juga dikenal dengan sebutan JR oleh masyarakat ini merasa heran dengan banyaknya jumlah pegawai yang hadir dalam apel tersebut.

"Sudah berapa lama tidak apel seperti ini?! Saya datang ke kantor Pemda seperti kuburan. Dan hari ini kenapa tiba-tiba semua hadir?,' ujarnya.

Hal kedua, JR menyinggung tidak harmonisnya situasi pemerintahan akibat adanya sejumlah kantor baru yang dibangun di luar Sentra Pemerintahan. Ia menyayangkan mengapa harus demikian.

Ia mengingatkan agar para ASN Pemda Mimika semangat dalam melayani masyarakat. Masyarakat butuh hadirnya pemerintah. Pemerintah harus hadir secara total, bukan setengah-setengah.

"Layani masyarakat itu dengan hati dan semangat. Bukan karena semangat untuk cari keuntungan pribadi. Kalau ada yang seperti itu di sini, silahkan keluar dari barisan," tegasnya.

Banyaknya keluhan bahwa pimpinan OPD sering berada di luar daerah merupakan hal ketiga yang disentil JR. Ia bahkan mengatakan lebih mudah mencari Tuhan Allah dibandingkan mencari mereka.

Keempat, JR mengatakan bahwa Pemda Mimika kini mendapat sorotan dari pemerintah pusat, dalam banyak hal. Menurutnya hal ini terjadi akibat amburadulnya birokrasi pemerintahan saat ini.

"Kita harus benahi dan evaluasi. Saya akan ketemu para pimpinan OPD (tadi-red). Saya mau tahu IPM kita berapa, bagaimana tingkat kemiskinan dan juga kematian. Kita evaluasi harus dari tiap distrik," tegasnya.

Terkait dengan masalah keuangan yang disoroti pemerintahan pusat, JR secara langsung mengatakan akan meminta laporan keuangan secara terperinci dari Badan Keuangan dan Sekretariat Daerah. Ini merupakan hal kelima yang ia tegaskan di apel tadi pagi.

"Kita harus evaluasi hal ini karena anggaran kita sangat tinggi tapi hasilnya buruk," ujarnya.

Keenam, ia meminta semua ASN memiliki komitmen bersama dalam bekerja guna terciptanya lingkungan kerja yang saling mendukung dan harmonis.

"Tapi bagi yang tidak ingin bekerja sama dengan saya, saya tegskan silahkan buat surat pengunduran diri biar kami proses. Tapi kalau mau bekerja sama mari kita kerja dengan baik untuk membangun Mimika," ungkapnya.

"Banyak kendala di pemerintahan ini sehingga kita harus perbaiki. Perbaiki birokrasi kita. Saya juga minta mantan staf Bagian Keuangan yang dipindahkan segera dikembalikan. Saya tahu kalian dipindahkan karena ada yang takut rahasia keuangan terbongkar," tegasnya.

Ketujuh, Plt Bupati John Rettob mengungkapkan sebuah kejanggalan di lingkup Pemda Mimika. Hal tersebut adalah, adanya honorer Pemda Mimika yang memiliki kewenangan melakukan mutasi para pejabat.

"Luar biasa buruknya birokrasi kita. Kalian para pejabat yang ada ini yang dinonjobkan tidak tahu bahwa kalian itu dinonjobkan oleh tenaga honorer," ungkapnya.

"Ada pejabat yang tulus bekerja membangun Mimika tapi diberhentkan. Terjadi politik devide et impera (pecah belah) di pemerintahan ini," ujarnya menyayangkan hal tersebut.

Hal kedelapan yang sangat ia sayangkan adalah adanya sebagian oknum di lingkup ASN Pemda Mimika yang anti dan sangat tidak menyukainya.

"Saya tidak pernah memusuhi kalian tapi kenapa kalian begitu membenci saya. Ada apa? Bahkan setelah bupati dipenjara, saat ini ada yang mau rancang demo supaya saya dipenjara. Sungguh luar biasa. Rubah hati dan mindset kita karena kita bekerja untuk masyarakat," tandasnya. (Red)

Top