Pesan Kemerdekaan Wabup Mimika Saat Memimpin Taptu Sambut HUT RI

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob saat menyalahkan obor dalam upacara tatup di Graha Eme Neme Yauware, Selasa (16/8/2022)

MIMIKA, BM

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan tapti atau pawai obor tahun ini hanya dilakukan dalam Graha Eme Neme Yauware.

Hal ini dikarenakan cuaca yang tidak kondusif dimana sejak Selasa (16/18/2022) siang hingga sore bahkan malam ini, hujan masih terus mengguyur Kota Timika.

Saat memimpin Taptu, Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob menegaskan semua persiapan telah dilakukan namun tidak bisa dipaksakan karena kondisi cuaca.

"Kalau hujan belum turun sebelum upacara dimulai maka pasti kita tetap jalan. Hanya saja sejak upacara sampai selesai hujan tidak reda jadi kita lakukan upaca menyalakan obor dalam gedung saja," ujarnya.

Walau terhalang cuaca namun Wabup John mengatakan bahwa hal ini tidak mengabaikan persiapkan dan pelaksanaan HUT RI secara keseluruhan.

"Kita tidak bisa menyalahkan kondisi saat ini namun yang terpenting adalah momennya sudah kita peringati dan rayakan," ungkapnya.

Secara khusus kepada seluruh masyarakat Mimika, Wabup Mimika Johannes Rettob menyampaikan ucapan Dirgahayu Republik Indonesia ke-77.

Ia berpesan agar semangat nasionalisme dan patriotisme, senantiasa terpatri dalam diri dan ingatan semua masyarakat terutama mengenang kembali perjuangan para pahlawan yang telah gugur memerdekaan negeri ini.

"Negara kita sudah 77 berdiri dan merdeka. Indonesia semakin dikenal dunia internasional dan saat ini kitapun menjadi presiden G20. Tahun depan kita akan menjadi ketua ASEAN. Ini merupakan sesuatu yang sangat luar biasa dan menjadi bukti bahwa secara nasional kita ini bangkit dan mulai dipercaya oleh negara-negara dunia," ungkapnya.

Wabup John berharap agar kebangkitan Indoensia baik secara internasional maupun nasional juga dialami oleh Mimika. Ia berharap Mimika harus bangkit.

"Saya berharap kita saat ini harus sudah punya jiwa merdeka, merdeka belajar misalnya. Ini kan pada tahun 2022, Menteri Pendidikan telah mencanangkan merdeka belajar. Artinya kita sebagai masyarakat, sebagai anak sekolah semua harus bisa mengembangkan apa saja yang dimaksud dengan kebebasan dalam belajar," tegasnya.

"Kita juga harus benar-benar merasakan apa itu kemerdekaan. Masyarakat harus dapat merasakan arti sebuah kemerdekaan. Oleh karena itu pemerintah harus memperhatikan semua. Pemerintah harus memberikan jawaban atas tuntutan tuntutan masyarakat," terangnya melanjutkan.

Menurutnya, pembangunan tidak harus selalu dimulai dari kota, tetapi harus dimulai juga dari pedalaman sehingga msyarakat di pedalaman-pedalaman bisa merasakan apa itu kemerdekaan.

"Saya kira ke depan sebenarnya akan lebih baik kalau kita dari pusat kabupaten ini juga turun ke pedalaman pada saat 17 Agustus. Jadi kita bagi-bagi biar tidak hanya camat saja yang merayakan 17 Agustus di pedalaman," ujarnya.

"Kita lakukan itu supaya bagaimana masyarakat di pedalaman juga merasakan bahwa kemerdekaan itu ada, kemajuan bangsa itu ada, dan pembangunan juga mereka rasakan sehingga muncul ekonomi-ekonomi baru," harapnya. (Ade)

Top