Lomba Cerita Rakyat Kembali Digelar, 30 Anak SD Ikut Berpartisipasi

Seorang anak tengah berekspresi saat mengikuti lomba cerita anak

MIMIKA, BM

30 anak tingkat sekolah dasar utusan dari 25 SD di Kabupaten Mimika mengikuti lomba cerita rakyat untuk mengasah kemampuan dan meningkatkan literasi anak milenial.

Lomba ini digagas Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Mimika yang dibuka oleh Asisten 3 Bidang Administrasi Umum Setda Mimika Hendriete Tandiono di Hotel Grand Mozza, Jumat (19/5).

Asisten 3 Bidang Administrasi Umum Setda Mimika Hendriete Tandiono dalam sambutannya mengatakan, cerita rakyat ini mengandung pesan penting yang mengajarkan etika dan moral.

"Ini adalah wujud Kabupaten Mimika untuk melestarikan rakyat kepada generasi masa depan,”kata Hendrite.

Kegiatan ini juga kata Hendrite, dilakukan karena rendahnya tingkat minat baca di Kabupaten Mimika. Melalui giat Ini diharapkan dapat memotivasi anak dan masyarakat agar tekun membaca dan meningkatkan imajinasi.

"Pemerintah mendukung kegiatan ini untuk terus dilakukan agar dapat meningkatkan minat baca masyaraakt khususnya pelajar. Kami harap peserta dapat manfaatkan perpustakaan untuk meningkatkan kualitas diri,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Yopi Toisuta mengatakan, bahwa lomba cerita rakyat ini tidak diikuti oleh semua SD dan Madrasah.

Walau undangan telah disebarkan ke semua sekolah namun yang mendaftar hanya 30an sekolah.

"Jumlah pesertanya sama dengan tahun lalu dan nanti pemenangnya akan ikut ke Jayapura seperti tahun-tahun sebelumnya. Dan jika kita bisa lolos maka bisa lanjut ke nasional lagi,” kata Yopi.

Adapun peserta lomba diwajibkan membawakan cerita rakyat Papua dan cerita rakyat nusantara.

“Dari keseluruhan peserta lomba, mulai babak pengisian akan diseleksi dan hanya akan diakoodir 10 peserta hingga babak final menyisahkan 6 peserta. Para pemenang lomba nanti akan mendapat hadiah uang pembinaan dan trophy (piala) untuk semua kategori juara,” jelasnya.

Katanya, untuk kriteria utama dalam penilaiannya adalah penguasaan materi dan bahasa.

Dijelaskan Toisuta, diselenggarakan kegiatan ini memang salah satu cara untuk mendobrak minat baca. Selain itu, ini juga merupakan program nasional.

"Dengan perlombaan cerita ini kita harapkan anak banyak membaca tapi tidak terlepas juga dari dorongan dan bantuan guru dan orang tua,”ujarnya.

Ia mengatakan, bahwa peserta lomba ini adalah mereka yang belum pernah mengikuti lomba serupa tahun-tahun sebelumnya. Termasuk mereka yang sudah menjadi pemenang, tidak diperbolehkan ikut lagi.

Ketua Panitia, Rauda, dalam laporannya mengatakan tujuan dilaksanakan kegiatan lomba cerita rakyat adalah untuk meningkatkan kegemaran cerita rakyat Papua maupun nusantara.

Diharapkan, cerita-cerita rakyat yang dilombakan dapat menjadi inspirasi bagi anak sehingga merekapun dapat menjadi karakter hebat ke depan sesuai dengan tokoh-tokoh dalam cerita yang dibawakan.

Selain itu juga untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap kebudayaan daerah dan nusantara sehingga lebih mencintai kebudayaan di negeri ini.

"Ini adalah upaya penyelamatan budaya dan generasi cerdas,” tutupnya. (Shanty

Top