KANDA SIP, Terobosan Baru Lagi Dari Dukcapil Mimika Bersama Kemenag

 

Wabup John melakukan launching KANDA SIP didamping kadsi dukcapil dan kemenag Mimika

MIMIKA,BM

Terobosan inovasi terbaru kembali hadir di Mimika berkat kerjasama dan kolaborasi antara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Mimika dan Kantor Kementerian Agama.

Inovasi dengan nama KANDA SIP ini merupakan singkatan dari Kementerian Agama - Disdukcapil Mimika Sistem Integrasi Pelayanan.

Inovasi KANDA SIP ini berhubungan dengan tiga hal yakni memudahkan pelayanan pernikahan (Simkah), memudahkan pelayanan Sistem Koputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) dan Singkronisasi Data Penduduk menurut agama di Mimika. 

Ini merupakan sistem integrasi pelayanan dari sisi data kependudukan guna mendukung program pemerintah daerah Kabupaten Mimika menuju Smart City dan semakin mempermudah pelayanan terhadap masyarakat khususnya bagi mereka yang melangsungkan pernikahan.

Penandatanganan MoU dan launching inovasi “KANDA SIP” dilangsungkan di Kantor Kementerian Agama, Kamis (2/9). Launching dilakukan secara langsung oleh Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mimika, Utler Adrianus mengatakan banyak orang yang menikah secara agama namun tidak tercatat di pencatatan sipil.

Dengan adanya MoU ini tujuannya agar dapat memberikan memudahkan kepada masyarakat dalam mengurus data kependudukan.

Ia mencontohkan, misalnya di KUA ketika melakukan pernikahan kepala KUA langsung dapat mengupload lewat WA yang terkonek secara langsung dengan Dukcapil.

"Harapan kita data perkawinan di dukcapil dan kementerian agama mendekati unsur kebenaran, bukan hanya Islam tetapi agama lain juga dalam hal pelayanan kependudukan. Kalau orang sudah menikah pasti bahagia dan kita membahagiakan mereka dengan cara memudahkan mereka dalam data kependudukan,” ujanrya.

Ia berharap agar integrasi pelayanan seperti ini dapat terjalin juga dengan OPD terkait lainnya misalnya dalam mempermudah pengurusan IMB rumah ibadah.

“Inovasi kementerian agama semata-mata untuk membantu masyarakat dan data untuk kependudukan. Inovasi ini penting dan sangat membantu kami ,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dukcapil Mimika Slamet Sutedjo mengatakan bahwa pada prinsipnya mereka akan terus berupaya melayani masyarakat sebaik mungkin dalam menegakan pelayanan untuk masyarakat.

“Dulu dalam pengurusan data kependudukan jangkauannya jauh karena harus ke kantor bupati tapi sekarang bisa disini. Semua ini untuk mewujudkan pelayanan publik sesuai visi misi bupati dan wakil bupati Mimika yakni Mimika Aman, Damai, Cerdas dan Sejahtera,” tuturnya.

Slamet mengemukakan bahwa di era industri 4.0 seperti apa yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo bahwa perkembangan teknologi saat ini serba hybrid, serba cepat dalam perubahan inovasi.

“Bagaimana peran kita sebagai aparatur, bagaimana kita membangun kolaborasi tidak lagi sebagai senior factor sukses sendiri tetapi saling bekerja sama seperti wujud filosofi 'lima jari satu tangan' dapat diaplikasikan dalam sendi-sendi kehidupan kita,” ucapnya.

Slamet mengajak seluruh instansi pemda, instansi vertikal otonom baik BUMN dan BUMD agar bersinergi dan bersama mewujudkan membangun masyarakat Mimika yang maju dan semakin lebih baik.

Sementara itu, Wakil Bupati Johannes Rettob mengungkapkan bahwa menuju Mimika Smart City, dukcapil telah mengeluarkan 11 inovasi.

Dari 11 inovasi ini, Lalapukaka mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat karena inovasi ini akan dijadikan role model smart city Indonesia yang akan ditampilkan, dipelajari dan diikuti oleh seluruh Indonesia.

“Terimakasih banyak pak Slamet. Ditengah pandemi kita terus berupaya menciptakan kreativitas. Saya ucapkan terimakasih. Ini inovasi ke-11 dari dukcapil, saya berharap kita jangan berpikir lama, rapat terus tapi tidak ada hasil, ini duduk di warung kopi tujuh hari lalu sambil diskusi langsung diwujudkan,” ujarnya.

Ia mengatakan agar dalam berinovasi dan berkreativitas masyarakat Mimika harus cerdas. Jika cerdas pasti damai karena pelayanan kepada masyarakat tujuannya adalah untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat

“Ini merupakan kerjasama pertama kali di Papua. Siapa tahu untuk Indonesia Timur kita yang pertama. Kita terus berupaya menjadi terdepan di Indonesia Timur secara khusus,” imbuhnya.

Dikatakan Smart City adalah suatu komitmen bersama sehingga ia berharap setelah

Wabup John berharao KANDA SIP yang telah dilaunching harus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan dikomunikasikan serta diintegrasikan.

“Kreativitas, inovasi dan dedikasi kita untuk pelayanan masyarakat. Kita dipercaya untuk jadi pelayan masyarakat, kalau tidak mau jadi pelayan masyarakat jangan jadi pemerintah," tandasnya. (Ronald)

Top