Dwi Cholifah : 8 Bulan Pendapatan Daerah Sudah Capai Rp2 Triliun

Kepala Bapenda Mimika, Dwi Cholifah

MIMIKA, BM

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mimika mencatat realisasi pendapatan daerah dari Januari hingga Kamis 26 Agustus 2021 mencapai Rp2.074.526.000.000 atau 58,27 persen dari target APBD tahun anggaran 2021 sebesar Rp3,5 triliun.

Kepala Bapenda Mimika, Dwi Cholifa saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (27/8) mengatakan, realisasi tersebut didapatkan dari penerimaan pajak daerah, retribusi dan lain-lainnya.

Untuk pajak daerah dari target Rp218 miliar di 2021 sudah terealisasi sebesar Rp111 miliar atau 50,73 persen. Sementara, retribusi dari target Rp18 miliar sudah tercapai Rp11,6 miliar atau setara 64,41 persen.

"Kalau pajak daerah kita Bapenda yang kelola tapi untuk retribusi berasal masing-masing dinas. Mereka yang kelola setelah itu disetorkan ke kas daerah dan direkonsiliasi bersama Bapenda," tutur Dwi.

Selain itu, penerimaan dari dana perimbangan juga mengalami progres yakni mencapai Rp1,3 triliun dari target Rp2,3 triliun.

"Dana perimbangan itu seperti DAU, DAK kemudian DBH termasuk royalti yang merupakan transferan dari pusat. Ini kita masih tunggu triwulan ketiga, mereka mau transfer. Kalau tidak akhir bulan Agustus maka awal bulan September," ujarnya.

Dijelaskan, untuk DAU dan DAK perhitungan yang didapatkan Pemda Mimika per triwulan berbeda. Tetapi khusus DAU, hitungan setiap bulannya sama. Sedangkan DAK berdasarkan OPD pengelolanya.

"Jadi OPD ini yang harus cepat. Kalau mereka cepat laporannya maka tahap kedua juga cepat cair. Kalau DBH mengikuti tahap pertama triwulan I dan triwulan II," jelasnya.

Ia mengatakan, penghitungan royalti didasari pada peningkatan produksi Freeport. Targetnya Rp400 miliar dan sekarang sudah mencapai Rp310 miliar. Jika produksi PTFI produktif maka dapat mencapai Rp500-600 miliar.

"Kemarin kita hitung-hitung lewat Rp600 miliar. Saya sudah perhitungkan di perubahan dan berani kasih masuk Rp600 miliar karena saya lihat realisasi Freeport sampai bulan ini. Makanya di perubahan kasih naik, di induk Rp3,5 triliun sedangkan di perubahan pendapatan bisa naik sampai Rp4 triliun," ungkapnya. (Shanty)

Top