Reynold Ubra Paparkan Kesiapan Bidang Kesehatan PB PON Cluster Mimika Secara Menyeluruh

Kadis Kesehatan Mimika, Reynold Ubra

MIMIKA, BM

Bidang Kesehatan PB PON XX Klaster Mimika telah melakukan sejumlah persiapan demi mendukung suksesnya jalan even PON XX Papua di Mimika.

Ditemui BeritaMimika, Kamis (16/9) di Sekretariat PB PON XX Klaster Mimika, Koordinator Bidang Kesehatan Reynold Ubra mengatakan bahwa tim inti untuk pelayanan kesehatan baik di venue maupun poliklinik sudah terbentuk.

Selain itu, alat kesehatan (alkes) dan obat-obatan guna kebutuhan PON di Mimika sudah disetting sedemikian rupa.

“Hari ini (kemarin) di provinsi sudah melakukan serah terima dua unit mobil ambulance kemudian penyerahan DPA dari PB Bidang Kesehatan dan alkes, obat-obatan termasuk perlatan untuk tes covid-19 yakni rapid antigen untuk cluster Mimika,” katanya.

“Sebelum semua itu diberikan ke kami, kita di Timika secara mandiri melakukan kunjungan lapangan, meminta tim inti yaitu tim pelayanan kesehatan dan darurat untuk menyiapkan emergency kit, jadi sambil menunggu semua dari Jayapura, kami sudah siapkan semua,” imbuhnya.

Reynold mengungkapkan untuk transportasi baik mobil kesehatan dan ambulance sudah dilakukan pengecekan dan siap digunakan.

Sementara itu, untuk empat medical centre yakni Klinik Kuala Kencana, RSIA Herlina, RSMM dan RSUD Mimika yang ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan di klaster Mimika secara khusus sudah disiapkan tempat tidur ruang VIP dan VVIP.

“Tanggal 20 September nanti lima puskesmas mulai melakukan pelayanan 24 jam. Cara mencatat dan melapor kami berbasis website, ada Sistem Informasi Kesehatan Kabupaten Mimika dan Sistem Rujukan Terpadu milik Kemenkes untuk merujuk dari venue atau poliklinik ke medical centre, itu akan dipakai,” jelasnya

Selain masalah malaria, Reynold juga menyebutkan aplikasi P-Care akan digunakan untuk menginput jika ada atlet yang sakit.

“Ada kartu malaria untuk memantau atlet, paling lama tiga bulan setelah meninggalkan Mimika untuk mengecek kesehatannya apakah terpapar malaria atau tidak," ujarnya.

"Untuk pelayanan covid-19, tim kami akan melakukan swab test saat atlet sebelum bertanding atau pulang, seperti atlet judo dan tarung derajat akan swab di tempat akomodasi dimana atlet tinggal,” paparnya.

Menurutnya, tempat penginapan untuk para atlet dan kontingen tidak berbuka untuk umum karena PON XX Papua harus melaksanakan protokol kesehatan.

Hal tersebut juga katanya didukung oleh tim Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah).

“Sebenarnya hari ini kita sudah bisa turun ke level II, mudah-mudahan dalam beberapa hari kedepan sampai paling lambat tanggal 23, karena target kami tanggal 20 besok itu cakupan vaksinasi yang tersisa 26.216 kita sudah bisa mencapai 70 persen,” ungkapnya.

Dikatakan, untuk rata-rata kecepatan suntik vaksinasi di empat klaster, Mimika berada di urutan kedua setelah Jayapura tetapi kalau cakupan vaksin sudah hampir sama yakni di posisi 55 persen.

“Sisa 15 persen lagi. kalau masyarakat mau berpartisipasi, sehari kita bisa menyuntik 5000 orang karena jumlah vaksinator ada 30 tim besar sebenarnya. Sekarang kuncinya ada di masyarakat, kita sudah bisa buktikan 96 persen pasien covid-19 yang meninggal karena penyakit tidak menular dan diperberat dengan tidak divaksin,” ungkapnya.

Bidang Kesehatan PB PON XX Klaster Mimika telah menyiapkan aplikasi Peduli Lindungi  sehingga dapat terintegrasi untuk mencapai herd immunity 70 persen.

“Jika tercapai maka semua masyarakat bisa menonton PON, tetapi kalau tidak tercapai kemungkinan tidak akan ada penonton,” tandasnya.

Reynold mengatakan hari ini positivity rate ada dibawah lima persen dan maksimal hanya tiga persen maka itu sudah dapat dikatakan terkendali.

Rata-rata kecepatan tes covid-19 juga diatas 300 per hari yang berarti covid-19 di Mimika dapat dikendalikan, tentu saja semua karena vaksinasi.

“Solusi hari ini adalah sebagai warga negara dapat menerima vaksin secara gratis dan pelaksanaan prokes. Hari ini kita yang menggunakan masker dan sudah divaksin memberikan perlindungan kepada mereka yang belum divaksin,” ujarnya.

Ia menuturkan ketika Mimika sudah mencapai herd immunity minimal 70 persen, maka akan ada roadmap menuju adaptasi kebiasan normal misalnya masuk ke tempat umum dan menggunakan alat transportasi umum untuk berpergian ke luar daerah harus menunjukan sertifikat vaksin.

“Jakarta sedang menuju daerah endemis, kita juga kalau sudah 70 persen menuju daerah endemis dimana covid-19 adalah penyakit biasa selagi sudah divaksin jadi jangan membuang hak kita. Varian delta kalau dilihat perkembangannya dengan kecepatan vaksinasi maka angka kematian menurun, penambahan kasus baru juga turun,” tukasnya

“Mari sama-sama kita sukseskan tiga even besar yakni PON XX, Pesparawi XIII dan Konferensi Sinode Kingmi. Dengan demikian kalau kita berhasil lewati dengan bagus maka kedepan saat memasuki masa Minggu Adven dan Natal kita bisa melakukan aktivitas seperi biasa,” pungkasnya (Elfrida)

Top