Hukum & Kriminal

Cek Jalannya ODC, Tim Asops Kapolri Supervisi ke Timika

Asops Kapolri Irjen Pol. Verdianto I. Bitticaca bersama timnya saat bertemu dengan personil Satgas ODC.

MIMIKA, BM

Tim Asops Kapolri secara langsung melakukan kunjungan dan supervisi untuk mengecek jalannya Operasi Damai Cartenz 2024 di 9 wilayah Papua termasuk Timika.

Kedatangan tim ini dipimpin oleh Asops Kapolri Irjen Pol. Verdianto I. Bitticaca pada Senin (kemarin-red) di Posko Ops Damai Cartenz-202, Mako Yon B Pelopor Mimika.

Asops Kapolri Irjen Pol. Verdianto I. Bitticaca, menyampaikan bahwa operasi Dami Cartenz merupakan operasi rutin yang dilaksanakan setiap tahun demi melindungi masyarakat dari gangguan-ganguan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan Kelompok Kriminal Poltik (KKP).

Oleh karena itu dirinya berharap sesama satuan tugas harus sinergitas dan benar-benar terjaga serta bekerja dengan jujur dan ikhlas sehingga dapat menghadirkan kedamaian bagi masyarakat Papua.

Dengan keberhasilan selama operasi berlangsung, Kapolri akan memberikan penghargaan kepada personil dan tim Ops Damai Cartenz yang berprestasi.

“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh personil Ops Damai Cartenz yang sedang bertugas di pos-pos yang ada di 9 wilayah,"ucap Asops Kapolri.

Lanjutnya,"Pesan kami tetap melaksanakan tugas dengan penuh semangat dan tetap waspada serta yang utama adalah menjaga kesehatan diri,"sambung Asops Kapolri.

Sementara itu Ka Ops Damai Cartenz-2024, Kombespol Kombes Pol. Dr. Faizal Ramadhani mengatakan bahwa secara umum operasi Damai Cartenz sangatlah berhasil dalam mengungkapkan kasus-kasus yang melibatkan anggota KKB aktif.

“Kami telah melakukan Upaya penegakan hukum yang tegas dan terukur terhadap KKB pada 9 wilayah operasi kami. Tentunya penegakan hukum ini kami lakukan secara tegas dan terukur,"katanya.

Dalam kesempatan tersebut juga ditambahkan, Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2024, AKBP Dr. Bayu Suseno bahwa selain kegiatan supervisi dilakukan di Timika, tim Asops Kapolri juga akan melakukan supervisi di wilayah Pegunungan Bintang dan Kota Jayapura.

“Tentunya dengan kegiatan supervisi ini akan membawa dampak positif demi berhasilnya Operasi Damai Caretenz-2024 pada 9 wilayah operasi di Papua. Selain itu juga berharap adanya dukungan dari para tokoh masyarakat, pemuda, adat dan gereja dalam menciptakan kedamaian di Papua,"katanya.(Ignasius Istanto)

Gerak Sendiri : 7 Saksi Tidak Mengetahui Aksi Deb Collector di Timika

Kasat Reskrim Polres Mimika, Iptu Fajar Zadiq.

MIMIKA, BM

Dari hasil pemeriksaan penyidik Reskrim Polres Mimika terhadap tujuh orang saksi yang berada di dua daerah yakni Makasar dan Bali, ternyata mereka tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh tersangka (MJF).

"Pemeriksaan terhadap tujuh orang saksi inikan sesuai dengan nama-nama yang disebutkan oleh tersangka. Namun setelah kita lakukan pemeriksaan, sama sekali mereka tidak mengetahui karena pelaku cenderung melakukan kegiatan tanpa sepengetahuan mereka (saksi-saksi),"kata Kasat Reskrim Polres Mimika, Iptu Fajar Zadiq, Selasa (07/05/2024).

Selain saksi-saksi yang tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh tersangka, kata Kasat Reskrim bahwa pihak finance atau pihak perusahaan sendiri juga itu tidak mengetahui.

"Karena tersangka punya inisiatif sendiri menjual mobil sehingga pihak perusahaan menyerahkan tersangka ke polisi,"kata Fajar.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus penipuan dengan berkedok sebagai debt collector mobil oleh tersangka seorang wanita berinisial MJF (38) ini berhasil diungkap ketika ada laporan dari korban sekaligus pemilik showroom di Jalan Yos Sudarso yang merasa dirugikan dan ditipu.

Modus operandi tersangka ini menawarkan sebuah mobil dengan harga yang ibaratnya tidak sesuai dengan pasaran.

Bahkan tersangka juga diketahui meminta sejumlah uang kepada korban dengan mengiming-iming jika uang itu digunakan untuk menarik atau menebus surat yaitu BPKB di pihak Finance.

Namun dari hasil pemeriksaan, penyidik mengkonfirmasi ke pihak Finance dan ternyata tidak pernah ada konfirmasi terkait kendaraan yang dilaporkan oleh pelapor. Dan diketahui uang hasil penjualan dari mobil itu dipakai untuk kepentingan pribadi.

Tersangka mengakui ada 19 unit mobil yang sudah ditariknya dan ada 6 unit sudah dikirim ke Makassar. Sementara yang disita dan dijadikan barang bukti ada 8 unit dan 3 unit masih belum diamankan,kemudian yang masih diidentifikasi ada sebanyak 13 unit. (Ignasius Istanto)

Ada Apa? Ratusan Sopir Rental Timika Datangi Kantor Maxim

Para sopir rental mendatangi Kantor Maxim di Jalan Hasanuddin, Timika, Papua Tengah, Senin (6/5/2024).

MIMIKA, BM

Ratusan sopir yang tergabung dalam kelompok Solidaritas Jasa Rental Mobil dan Ojek Kabupaten Mimika berbondong-bondong mendatangi Kantor Maxim driver online yang berlokasi di Jalan Hasanuddin, Timika, Papua Tengah, Senin (6/5/2024) sore.

Ketua Solidaritas Jasa Rental Mobil dan Ojek Kabupaten Mimika, Firman Amali, menjelaskan tujuan kedatangan mereka untuk mempertanyakan kebijakan pihak Maxim atas empat poin tuntutan yang sebelumnya telah diusulkan pada Jumat, 3 April 2024 lalu.

Ali mengungkapkan, keempat poin usulan itu yakni pertama, operasional Maxim boleh berjalan setelah Pemerintah Daerah menyusun regulasi terkait tarif minimum.

Kedua, kendaraan Maxim wajib ditempelkan stiker yang menandakan bahwa kendaraan tersebut adalah driver Maxim.

"Kami tidak mau kalau yang daftar Maxim ini hanya sekadar iseng mencari uang rokok. Sedangkan kami yang betul-betul hidup dari sini malah dimatikan. Jadi, harus pakai stiker sehingga kita tahu kalau dia betul-betul berprofesi sebagai sopir," jelasnya saat diwawancarai.

Tuntutan yang ketiga, lanjut Ali, pendaftaran anggota Maxim harus dilakukan secara offline.

"Jangan online karena kami menemukan fakta mobil maupun driver yang didaftarkan itu berbeda dengan yang di lapangan," ujarnya.

Sementara yang keempat, harus dilakukan pembatasan wilayah penarikan di Bandara Mozes Kilangin dan Pelabuhan Pomako.

"Jadi, kehadiran kami di sini bukan untuk menolak Maxim, tetapi untuk menanyakan sudah sejauh mana yang kami sampaikan kemarin," tegasnya.

Lebih lanjut, Ali menyebut para sopir rental mengeluhkan tarif yang digunakan Maxim terlalu rendah sehingga masyarakat lebih cenderung menggunakan Maxim ketimbang mobil rental.

"Bayangkan, tarif biasanya Rp150 ribu dari bandara ke kota, tapi Maxim hanya Rp20 ribu. Sudah pasti masyarakat lebih pilih pakai Maxim. Akhirnya, kami yang benar-benar berprofesi sebagai sopir ini mati," keluhnya.

Menurutnya harga tarif yang digunakan mobil rental sangat wajar karena para sopir rental memiliki banyak tanggungan. Selain untuk biaya hidup keluarga, mereka juga wajib membayar iuran lahan parkir mobil rental yang disewa bersama-sama.

"Kami ini sewa tempat, ada yang Rp25 juta, Rp30 juta. Kasihan anak-anak ada yang bayar Rp1,5 juta setahun, iuran tiap bulan ada yang 50 ribu. Sementata setiap sopir Maxim yang kami temukan, kami tanya, jawabannya itu menyakitkan, untuk cari uang rokok. Sedangkan teman-teman yang lain ini kan hidup dari mobil," katanya.

Di samping itu, mewakili para sopir rental, Ali juga menyampaikan kekecewaannya terhadap pihak Maxim lantaran tidak adanya sosialisasi yang dilakukan semenjak masuk di Mimika.

"Kami sesalkan dari pihak Maxim ini tidak ada sosialisasi sebelumnya. Tidak ada penyampaian ke pihak Organda, perhubungan. Baru beberapa hari kemarin itu kami yang minta ketemu untuk sampaikan poin-poin itu," tuturnya.

Mereka juga geram karena sampai saat ini, driver Maxim masih beroperasi bahkan sampai berani menarik penumpang di area bandara. Padahal, tuntutan atau usulan yang diberikan belum dikeluarkan kebijakannya.

"Kemarin kami masih temukan itu driver Maxim ambil penumpang di bandara, kami tegur sopirnya. Nah itu yang viral kemarin katanya kami mengitimidasi sopir dan tolak Maxim. Kami mau luruskan di sini kalau itu sama sekali tidak ada intimidasi. Kami pun tidak menolak kehadiran Maxim," tandasnya.

Ali mengatakan, bilamana nantinya usulan mereka diterima dan dibuatkan regulasi yang sesuai, maka tidak menutup kemungkinan para sopir rental pun akan ikut mendaftarkan diri sebagai driver Maxim.

"Kalau tarifnya bagus kami akan bergabung. Makanya ini kita tunggu, karena kami sudah ke perhubungan, itu memang sudah ada di sana, cuma kan belum dikaji," ujarnya.

"Jadi, pada intinya, kami mau ada keseimbangan, jangan bikin kami pengusaha mobil rental mati, sementara pihak lain yang hanya ongkang-ongkang kaki yang mengambil keuntungan," pungkasnya. (Endy Langobelen)

Top