Hukum & Kriminal

Polisi Siapkan Pengamanan Idul Fitri

Kapolres Mimika saat menyematkan pita kepada perwakilan personil yang terlibat dalam Operasi Ketupat 2024.

MIMIKA, BM

Sebanyak 150 personel gabungan dikerahkan dalam pengamanan Idul Fitri 1445 Hijriah tahun 2024. Jumlah ini terdiri personil TNI-Polri, instansi terkait dan juga mitra kamtibmas.

Hal ini disampaikan oleh Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra seusai memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat Cartenz 2024 di Mako Polres Mimika 32,Rabu (03/04/2024).

"Jadi jumlah sementara personil yang terlibat itu sekitar 150,tapi ini nanti kita lihat perkembangan eskalasi situasi kedepannya seperti apa, dan kalau memang harus ada penambahan pasti kita tambahkan,"ungkap Putra.

Selain jumlah personil yang sudah disiapkan, kata Kapolres juga sudah disiapkan 7 pos pengamanan dan pos pelayanan.

"Jadi 7 pos ini, empat dalam kota dan dua pos lainnya itu diantaranya 1 pos di pelabuhan dan 1 pos di bandara. Pelaksanaannya akan berlangsung selama 13 hari, yang mana akan dimulai sejak tanggal 4- 16 April," kata Putra.

Dengan kegiatan pengamanan ini, Kapolres berharap bagaimana seluruh rangkaian kegiatan pelaksanaan ibadah semuanya bisa berjalan dengan baik dan lancar.

"Besar harapan kami pada seluruh lapisan masyarakat mari kita sama-sama bahu membahu untuk bagaimana seluruh rangkaian kegiatan pelaksanaan peringatan hari raya Idul Fitri bisa berjalan dengan baik dan lancar,"ucap Putra. (Ignasius Istanto

 

Kontak Tembak di Intan Jaya, Anak-anak Jadi Korban

Seorang anak korban kontak tembak antara KKB dan aparat keamanan di Intan Jaya, Papua Tengah, Senin (8/4/2024).

INTAN JAYA, BM

Kontak tembak antara kelompok kriminal bersenjata (KKB) dan aparat keamanan di Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah, kembali terjadi.

Informasi yang diterima Beritamimika pada Senin (8/4/2025), kontak tembak berlangsung di Distrik Sugapa sekitar pukul 14.00 Wit.

Akibat dari kontak tembak tersebut, dua orang anak kecil dikabarkan menjadi korban. Bahkan satu diantaranya dilaporkan meninggal dunia.

Kapolres Intan Jaya, AKBP Afrizal Asri, saat dikonfirmasi membenarkan informasi kabar peristiwa tersebut.

"Bener," jawab Afrizal singkat saat dihubungi via pesan WhatsApp pada Senin malam.

Ditanya perihal kronologi, Afrizal menjelaskan bahwa awalnya terjadi gangguan tembakan KKB ke arah Pos Brimob Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz yang berada di samping Bank BPD Papua.

Atas kejadian itu, maka dilakukanlah tembakan belasan oleh perseonel Brimob ke arah sumber bunyi tembakan.

"Dari kejadian tersebut, ada 2 orang anak kecil yang terkena tembakan," ungkapnya.

Afrizal memaparkan, seorang anak atas naa Nardo Dwitau meninggal dunia. Sementara seorang lagi atas nama Nepina Dwitau masih dirawat di RSUD Sugapa.

Disampaikan lebih lanjut, kelompok yang melakukan penyerangan diduga dari KKB Kodap VIII Intan Jaya pimpinan Undius Kogoya.

Saat ini, kata Afrizal, situasi di Intan Jaya masih berstatus siaga guna mengantisipasi aksi seranga lanjutan.

"Semua aparat keamanan siaga satu untuk antisipasi serangan lanjutan dari KKB," pungkasnya. (Endy Langobelen)

Dua Jenazah Anggota KKB Berhasil Diidentifikasi

Kedua jenazah saat tiba di Utikini dengan dikawal ketat oleh anggota TNI-Polri.

MIMIKA, BM

Dua orang anggota KKB yang berhasil dilumpuhkan oleh Satgas Damai Cartenz 2024 pada Kamis kemarin (04/04/2024) berhasil diidentifikasi.

"Kedua jenazah KKB telah berhasil diidentifikasi. Dan ini sesuai dengan apa yang dipublikasikan kemarin tentang Abu Bakar Kogoya alias Abu Bakar Tabuni, dimana jabatannya dalam KKB sebagai komandan operasi umum Kodap 8 Intan Jaya, Papua Barat," ungkap Kaops Damai Cartenz 2024 KBP Dr. Faizal Ramadhani pada Jumat (05/04/2024).

Selain Abu Bakar Kogoya, hasil identifikasi satu jenazah anggota KKB lainnya bernama Damianus Magay alias Natan Wanimbo.

"Ini didasari oleh KTP yang melekat pada jenazah, dimana tempat tanggal lahir di Timika beralamat Kampung Lamopi, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika," ujar Faizal.

Kata Faizal, jenazah anggota KKB bernama Natan Wanimbo merupakan komandan operasi umum wilayah Sorong sampai Merauke.

"Ini berdasarkan ciri-ciri fisik dan hasil kroscek dengan jaringan KKB dari kelompok Gusby Waker yang saat ini menjadi warga binaan di Lapas,"katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Faizal menegaskan bahwa prinsipnya operasi Damai Cartenz akan selau melakukan tindakan tegas dan penegakkan hukum.

"Oleh karena itu kami meminta KKB segera hentikan aksi-aksinya,"tegasnya.

Sementara itu Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2024, AKBP Dr. Bayu Suseno menghimbau masyarakat yang mengenali atau menjadi pihak keluarga dari kedua jenazah tersebut diminta datang ke posko mile 66 dengan membawah bukti-bukti pendukung.

"Apabila tidak ada pihak keluarga yang datang maka kedua jenazah akan kami makamkan di Utikini, Distrik Tembagapura,"katanya.

Perlu diketahui kedua jenazah ini dilumpuhkan di sekitar Kali Kabur, Mile 69 Distrik Tembagapura, Kamis kemarin (04/04/2024).

Selain melumpuhkan kedua anggota KKB tersebut, Satgas Damai Cartenz juga berhasil mengamankan barang bukti berupa senjata api laras pendek jenis sig sauer beserta 1 magasen dan amunisinya. (Ignasius Istanto) 

 

Top