Bank Papua Bantu Kelompok Tani Yapareke Rp40 Juta Bangun Rumah Produksi

Penyerahan bantuan dilakukan di Rumah Edukasi UMKM Bank Papua, Senin (03/10/2022)

MIMIKA, BM

Pemberdayaan ekonomi masyarakat petani perlu dilakukan agar mereka menjadi mandiri dan dapat mengembangkan potensi yang mereka miliki.

Hal ini dilakukan oleh Bank Papua Cabang Timika. Guna membantu pemberdayaan ekonomi masyarakat petani, Bank Papua melalui CSR-bya melakukan pembinaan kepada kelompok Tani Yapareke dengan memberikan bantuan senilai Rp. 40 juta.

Penyerahan bantuan bertempat di Rumah Edukasi UMKM Bank Papua yang diserahkan langsung oleh Kelapa Cabang Bank Papua Timika, Alexander Iwan kepada kelompok tani Yapareke, Senin (03/10/2022).

Alexander Iwan mengatakan, CSR untuk semua perusahaan ada namun untuk CSR Bank Papua dikelola di kantor pusat.

Oleh sebab itu, jika ada yang memerlukan bantuan atau CSR, Bank Papua Timika terlebih dahulu melaporkannya ke kantor pusat untuk dilakukan penilaian dari berbagai aspek barulah CSR dapat diberikan.

"Mereka ini juga binaan Dinas Kehutanan Cabang Mimika. Sebelumnya kami juga sudah berikan bantuan kepada kelompok tani Aimaperamo dengan prodak minuman teh mangrove dan sekarang kelompok tani Yapareke dengan prodak stek mangrove," ungkapnya.

Diakui Alexander, kelompok tani Yapareke kesulitan untuk mengembangkan usaha tani mereka karena kesulitan anggaran sehingga Bank Papua hadir membantu mereka melalui CSR-nya.

"Kami lihat ini merupakan usaha kreatif makanya kami bantu. Jadi binaan dari Cabang Dinas Kehutanan ini sudah dua kelompok yang kami bantu," Ujarnya.

Dijelaskan, bantuan tersebut merupakan bagian dari pengembangan pengusaha atau pengembangan masyarakat melalui usaha kreatif.

Apexander juga berpesan, kepada Dinas Kehutanan bahwa pelaku usaha juga bisa ikut menjadi bagian dari rumah edukasi UMKM Bank Papua.

Karena selain bantuan tunai, Bank Papua juga dapat memberikan bantuan lain melalui rumah edukasi UMKM dalam bentuk program.

Diantaranya seperti memberikan motivasi kepada pelaku usaha, bagaimana melakukan pencatatan usaha, bagaimana memasarkan hasil hingga memperluas produksi mereka.

"Sehingga dengan ikut rumah edukasi maka dapat dibimbing hingga usahanya tetap berkembanh. Selain itu kami juga akan lakukan mentoring kepada mereka apakah benar mereka lakukan sesuai dengan apa yang diajarkan atau tidak," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Maryana JE Hamadi menyampaikan terima kasih kepada Bank Papua yang sudah menjawab kebutuhan kelompok usaha tani binaan mereka.

Dua kelompok binaan yang jadi binaan Dinas Kehutanan yakni kelompok Tani Aimaperamo dan Yapareke. Keduanya memproduksi produk teh mangrove dan steak mangrove.

Sementara yang akan dikembangkan dalam waktu dekat adalah abon ikan duri yang merupakan prodak dari kelompok Yapareke.

"Kebetulan kami bekerja sama dengan Yayasan Ekologi Sagu Lestari dan Bank Papua untuk melakukan pembinaan dan pembangunan rumah produksi kelompok tani ini. Tahun 2021 lalu diusulkan dan ini sudah terjawab oleh CSR Bank Papua," Kata Maryana.

Lanjutnya, kelompok Tani Aimaperamo sudah mempunyai rumah produksi sendiri, namun mereka masih terkendala di pemasarannya.

Sedangkan, kelompok Tani Yapareke dengan bantuan CSR ini berencana akan membangun rumah produksi mereka.

"Harapan kami dengan adanya rumah produksi ini akan ada pengembangan aneka produk lain yang dikembangkan oleh kelompok Yapareke dan itu bisa menjadi usaha mereka untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga," harapnya.

Untuk produk-produk yang mereka hasilkan, kata Maryana pihaknya sudah beberapa kali mengikut sertakan mereka dalan giat pameran di Jakarta serta mengikuti Peda dan Penas.

"Produk mereka sebenarnya sudah dikenal oleh beberapa orang yang mana mereka telah memesan secara khusus kepada kelompok tani. Bahkan, saat PON XX lalu juga sempat dipasarkan dan terjual habis," jelasnya.

"Untuk membantu pemasaran, sementara ini kami sedang lakukan pendekatan di beberapa toko agar dapat dipasarkan, karena mereka juga sudah memiliki izin PIRT," Ujarnya. (Shanty Sang)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top