Freeport Buka Pojok Kopi Papua, Kopi Mimika Akan Dipromosi Hingga Ke Amerika

Direktur PTFI Claus Wamafma meresmikan pendirian Pojok Kopi Papua yang ditandai dengan pengguntingan pita

MIMIKA, BM

PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama Pemda Mimika sejauh ini telah berkolaborasi mengembangkan perkebunan komoditi kopi.

Pengembangan dilakukan baik di wilayah dataran rendah maupun dataran tinggi dengan target hamparan kebun 300 hektar.

Kini perkebunan kopi di Mimika sudah membuahkan hasil. Dan hebatnya, para petani rata-rata merupakan Orang Asli Papua (OAP).

Guna meningkatkan dan mempromosikan kopi asli Papua khususnya Mimika, PTFI berkolaborasi dengan Pemda Mimika membuka Pojok Kopi Papua.

Pojok Kopi Papua bekerjasama dengann pebisnis kopi yaitu Maoke Coffee, Waanal Coffee, dan Amuro Coffee.

Pada Rabu (27/4), di Rimba Papua Hotel dilakukan peresmian oleh Direktur PT Freeport Indonesia, Claus Wamafma didampingi Kepala Distanbun Mimika, Alice Wanma serta pimpinan managemen PTFI lainnya.

Direktur PTFI Claus Wamafma dalam sambutannya mengatakan, lewat Pojok Kopi Papua, PTFI membantu mempromosikan dan memberikan edukasi kepada publik bahwa Papua tidak hanya kaya akan mineral seperti emas, tembaga minyak bumi, gas dan lainnya namun ada juga kopi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat.

"Freeport berencana ikut membesarkan, mengkampanyekan dan mempromosikan kopi Papua terutama kopi dari Mimika," kata Claus.

Katanya, Freepot kini menjadikan kopi Mimika sebagai bagian dari quality of life buat karyawannya.

Tidak hanya karyawan namun bagi masyarakat yang ingin menikmati kopi Mimika secara gratis bisa mendatangi RPH.

Rencananya, di kantor PT Freeport baik di Mimika, Jakarta bahkan hingga di Amerika akan disediakan kopi Mimika, termasuk di terminal Freeport.

Claus menjelaskan, kopi ini akan menjadi bagian dari quality of life bagi karyawan dan sebagai upaya membantu petani kopi binaan Pemda Mimika dan PTFI dalam hal promosi.

"Dengan begitu maka kopi Papua khusus Mimika bisa semakin dikenal dan permintaan akan meningkat sehingga bisa mendorong ekonomi masyarakat petani yang ada di Mimika bahkan Papua secara umum," ucapnya.

Claus juga mengaku senang karena selain kopi, komoditas unggulan lainnya di Mimika seperti kelapa, coklat dan sagu juga mendapatkan dukungan dari pemda dan PTFI.

Terkait komoditi kelapa, Claus mengungkapkan berdasarkan laporan telah ada 580 hektar perkebunan kelapa di Mimika. Jika dikelola dengan baik maka akan sangat berdampak dalam meningkatkan ekonomi masyarakat.

"Yang sangat menarik dan membanggakan adalah pemerintah daerah dan kami (PTFI-red) akan terus berupaya untuk mengembangkannya sehingga masyarakat mendapatkan hasilnya," ujarnya.

Direktur PFI Claus Wamafma bersama Kadis Distanbun Mimika, Alice Wanma saat melihat demo pembuatan kopi

Claus menjelaskan, pada 2021 ekspor kopi dari Indonesia telah mencapai nilai 809 juta dollar atau sekitar Rp11 triliun.

"Kalau dari 11 triliun ini, Papua ambil 2 triliun saja maka sudah minta ampun. Mindset anak-anak muda hari ini itu tidak lagi harus bermimpi jadi karyawan, atau jadi pegawai negeri. Anak- Anak muda sekarang kalau punya 1000 pohon kopi saja, mereka sudah bisa menghasilkan uang setiap bulan 20 juta. Kalau mau ekspor harus ada sertifikasi," Jelasnya.

Ia menegaskan bahwa produk komoditi apapun yang akan diekspor tidak boleh tercemar dengan isu pelanggaran HAM. Artinya semua produk yang dibuat harus ada penghormatan terhadap HAM.

"Jadi ini kolaborasi yang baik. Mudah-mudahan apa yang sudah kita buat sama-sama secara khusus dengan Freeport, berjalan baik karena sudah ada MoU dengan Dinas Pertanian," tuturnya.

Kepala Distanbun Mimika, Alice Wanma mengatakan, kopi adalah tanaman budidaya yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Kabupaten Mimika.

"Data yang ada di kami, pada tahun 2000 sudah dilakukan budidaya di Distrik Tembagapura dengan 33 hektar dan kopi itu sudah berbuah sampai sekarang. Kesulitan kami untuk bisa ambil hasil produksinya adalah karena transportasi," Kata Alice.

Karena masalah transportasi, kata Alice, kemungkinan produksi kopi di dataran tinggi jadi rusak karena di dataran tinggi iklim panas kurang sementara kopi harus dijemur.

"Beberapa tahun ini sudah ada kolaborasi program antara PT Freeport Indonesia melalui SLD di bidang pengembangan ekonomi masyarakat untuk lima komoditi yaitu kelapa, pinang, sagu, kopi dan kakao jadi lima komoditas ini kami sedang kembangkan dengan budidayanya,"ujarnya.

Ia mengatakan, sementara ini pihaknya juga membeli hasil produksi dari petani dan sudah ada market sederhana melalui cafe percontohan untuk membuat kopi yang diberi nama Kopi Amuro atau Kopi Amungme Kamoro.

Selain itu ada beberapa kopi juga yang berasal dari Distrik Agimuga, Jita, Tsinga, dari Mulia Kencana atau Distrik Iwaka.

"Untuk tahun ini kami akan tanam 300 hektar yang ada di Hoya dengan Alama. Nanti di dataran rendah itu sudah ada beberapa distrik," Kata Alice.

Menurutnya, Mimika kini memproduksi dua jenis kopi yaitu robusta di dataran rendah dan arabika di dataran tinggi.

Kelompok petani kopi yang beranggotakan rata-rata 10 orang petani sudah terbentuk dan mereka semakin serius untuk mengembangkan budidaya kopi.

Melalui dana Otsus, Distanmbun Mimika akan memperkuat petani mulai dari persiapan lahan, pengadaan bibit, penanaman sampai pengolahan pasca panen.

Selain Distanbun juga memberi bantuan bantuan rumah jemur, alat pengupas kopi dan alat transportasi berupa kendaraan roda tiga.

"Kita juga bantu mereka untuk tingkatkan ekonomi. Selain itu kopi juga memiliki manfaat sangat bagus untuk kesehatan," ujarnya. (Shanty)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Warga Diingatkan Berhenti Jualan Di Trotoar

Ekonomi dan Pembangunan 2022-06-22 12:08:02

Penerimaan Negara di Kabupaten Mimika dan Sekitarnya Terealisasi

Ekonomi dan Pembangunan 2022-06-17 14:42:43

Yayasan Somatua Tunjukan Komitmen Kembangkan SDM Orang Asli Papua

Ekonomi dan Pembangunan 2022-06-16 14:39:09

Kapasitas Pelayanan Pelni Kembali Normal 100 Persen

Ekonomi dan Pembangunan 2022-06-14 00:42:53

Perdana, Pemkab Mimika Ekspor 320 kg Kepiting Ke Shanghai Cina

Ekonomi dan Pembangunan 2022-06-13 05:45:38

Top