Semakin Keren, Nawaripi Dijadikan Desa Wisata! Wabup John Letakan Batu Pertama

Wabup John Rettob menandai pembangunan Desa Wisata Nawaripi dengan meletakan batu pertama diddamping Kepala Kampung Nawaripi, Noor Ditubun

MIMIKA, BM

Kampung Nawaripi, Distrik Wania secara perlahan akhirnya bisa mewujudkan apa yang selama ini menjadi harapan dan keinginan masyarakatnya.

Warga dan pemuka kampung ini akhirnya memulai membangun desa wisata di lahan seluas 35 hektare yang dihibahkan masyarakat tiga kampung yakni Kampung Nayaro, Nawaripi dan Koperapoka.

Lokasi tersebut kedepannya nanti akan menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Mimika.

Untuk menuju kampung wisata maka secara resmi Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob melakukan peletakan batu pembangunan lokasi wisata di Kampung Nawaripi dengan ritual adat Suku Kamoro.

Sebelum proses peletakan batu pertama masyarakat Kamoro membuat ritual adat Kamoro yang diawali dengan kedatangan Wakil Bupati John Rettob.

Ketika memasuki lokasi lahan dan menuju peletakan batu pertama Wabup John disambut sejumlah tokoh masyarakat dengan tabu tifa diiringi dengan lagu khas suku Kamoro, Selasa (18/2).

Peletakkan batu pertama pembangunan lokasi Wisata di Kampung Nawaripi dilakukan oleh Wabup Rettob didampingi oleh Kepala Kampung Nawaripi Norman Ditubun, Ketua Lemasko Gerry Okorare, Kapolsek Mimika Baru AKP Oscar Fajar Rahadian dan masyrakat 3 kampung yaitu Kampung Nawaripi, Kampung Nayaro dan Kampung Koperapoka.

Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun dalam sambutannya mengatakan, peletakkan batu pertama pembangunan lokasi wisata kampung Nawaripi ini menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD) triwulan IV dengan nama program Pembebasan Lahan Pariwisata Kampung Nawaripi oleh masyarakat Tiga kampung, Kampung Nawaripi, Kampung Nayaro dan Kampung Koperapoka.

"Lokasi ini telah dihibahkan warga Koprapoka Nawaripi dan Nayaro kepada Kampung Nawaripi sebagai aset kampung namun tetap menjadi milik masyarakat tiga kampung secara turun temurun," kata Norman.

Ia menegaskan, tidak ada proses jual beli untuk lahan ini. Semuanya murni hibah. Dana yang diberikan hanya untuk mendukung proses pembersihan lahan yang akan dijadikan sebagai tempat wisata.

Rencananya, selain tempat wisata kedepan juga akan dibangun gedung Balai Latihan Kerja (BLK). Karena, BLK saat ini hanya menggunakan wadah seadanya.

Di tempat wisata ini, pemerintah kampung juga berencana membuat sebuah kolam yang nantinya akan digunakan sebagai tempat pertandingan dayung. Semua itu sudah ditetapkan dalam master plan.

"Jadi saya target Oktober tahun ini kita sudah bisa gunakan untuk pertandingan dayung. Kita akan undang semua saudara-saudara kita dari pesisir untuk bisa laksanakan pertandingan dayung. Dengan demikian kita bisa persatukan semua orang Kamoro," ujarnya.

Selain itu, di lokasi ini juga akan dibangun goa Bunda Maria seperti yang diharapkan masyarakatnya. Juga akan dibuat lahan pertanian, perkebunan dan tempat pancing.

"Kami harap ada dukungan dari pemerintah daerahagar apa yang sudah direncanakan ini bisa terwujud. Nanti kita juga kita akan berikan lokasi sedikit untuk TNI-Polri," ungkapnya.

Sementara, Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob dalam sambutannya meminta masyarakat tiga kampung dan seluruh warga Kamoro agar jangan hidup dari hasil jual tanah namun harus bisa hidup dengan mengolah tanah yang ada.

"Hari ini kita lihat 3 kampung ini punya itikad baik bahwa akan mempertahankan tanah-tanah ini melalui Kampung Nawaripi. Tetapi tanah ini milik kalian," kata Wabup John.

Menurutnya, ide menjadikan Nawaripi sebagai desa wisata dengan tidak menjual beli lahan merupakan inisiasi yang luar biasa dari kepala Kampung Nawaripi.

Selain agar berkembang dan menjadi tempat dsetinasi, tujuannya juga untuk tetap mempertahankan tanah tersebut tetap menjadi milik masyarakat Kamoro.

Untuk itu, kata Wabup John berharap kedepan jika tempat ini sudah bisa menjadi tempat wisata maka asetnya tetap menjadi milik masyarakat Kampung Nawaripi dan masyarakat 3 kampung.

"Saya berharap masyarakat 3 kampung ini tetap dilibatkan dalam semua usaha-usaha di tempat wisata ini. Kita jangan datangkan dari luar. Kita berikan tempat dan partisipasi dari mereka dulu untuk mengelola wisata ini," harapnya.

Wabup meminta agar pembangunan kawasan wisata ini harus memiliki target kapan diselesaikan. Ia sangat berharap tempat ini betul-betul menjadi tempat wisata dan ikon bagi Kampung Nawaripi.

"Saya tidak mau dengar lagi kalau 35 hektare sudah berkurang. Kalau kalian sudah menyerahkan untuk kepentingan wisata maka tetap harus baku jaga. Jaga aset ini dengan baik dan tolong libatkan masyarakat pada kegiatan-kegiatan di tempat ini nanti," harapnya.

Selanjutnya, Ketua Lemasko Gerry Okoare dalam sambutannya mengapresiasi Kepala Kampung Nawaripi Norman Ditubun yang telah merancang dan merencanakan tempat wisata ini menjadikan ikon bagi kampung Nawaripi.

"Ide ini sesuatu yang sangat luar biasa dari Kepala Kampung yang bisa menciptakan konsep perubahan untuk kampung Nawaripi yang akan menjadikan Nawaripi sebagai salah satu terobosan dalam rangka menuju Kampung Nawaripi sebagai Kampung Wisata,”tutur Gery.

Gery berharap, agar lokasi ini bukan saja dijadikan sebagai lokasi wisata saja, tetapi bisa dijadikan tempat untuk membina dan mendidik pemuda-pemudi Kamoro lebih khusus dari tiga kampung yang ada seperti yang sudah dilakukan melalui BLK.

"Kalau bisa jangan hanya untuk lokasi wisata, tetapi bisa dijadikan pusat pelatihan kerja dalam berbagai jurusan dan keahlian bagi pemuda Kamoro sehingga kedepannya akan lahir SDM-SDM handal. Karena itu pemerintah daerah juga perlu mendukung program dari Kampung Nawaripi, sehingga program dari kampung-kampung yang ada di Timika juga bisa mencontohi seperti yang Kampung Nawaripi lakukan,” harapnya. (Shanty)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top